WhatsApp Icon
BAZNAS Semarang Salurkan Insentif “Kurban Berkah” Rp71,5 Juta kepada 28 UPZ

UNGARAN, BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang menyalurkan bantuan insentif melalui Program “Kurban Berkah BAZNAS Kabupaten Semarang 2026” senilai Rp71,5 juta kepada 28 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid dan musala di Kabupaten Semarang, Selasa, 19 Mei 2026.

Penyaluran dilakukan di Aula BAZNAS Kabupaten Semarang dan diserahkan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadziq Faisol kepada perwakilan UPZ Masjid Miftahul Jannah Pringapus, Adib Wibowo.

Program “Kurban Berkah” merupakan skema bantuan operasional bagi panitia kurban di tingkat masjid dan musala. Bantuan diberikan untuk membantu kebutuhan perlengkapan dan peralatan penyembelihan, distribusi daging kurban, hingga kebutuhan operasional panitia selama pelaksanaan ibadah kurban.

Dalam program tersebut, BAZNAS memberikan insentif Rp1 juta untuk setiap ekor sapi dan Rp150 ribu untuk setiap ekor kambing atau domba.

“Tahun ini terdapat 68 ekor sapi dan 39 ekor kambing yang mengikuti program,” kata Khadziq.

Dengan jumlah tersebut, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp71,5 juta kepada 28 UPZ peserta program di Kabupaten Semarang.

Khadziq mengatakan program itu disusun untuk mendukung pelaksanaan kurban yang lebih baik, tertib, dan tepat sasaran di lingkungan masyarakat. Menurut dia, panitia kurban di tingkat masjid dan musala selama ini memiliki peran penting dalam pelayanan umat, mulai dari penyembelihan hingga distribusi daging kepada warga.

“Insentif ini diharapkan dapat membantu kebutuhan operasional panitia sehingga pelaksanaan kurban bisa berjalan lebih baik dan lancar,” ujarnya.

Selain penyaluran bantuan, BAZNAS Kabupaten Semarang sebelumnya juga melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan UPZ calon peserta program di sejumlah wilayah. Kegiatan itu meliputi sosialisasi program, pendampingan administrasi, hingga verifikasi kesiapan pelaksanaan kurban.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Semarang H. Asep Mulyana dalam sambutannya mengapresiasi program yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Semarang.

Ia menilai program tersebut dapat membantu operasional panitia kurban sekaligus memperkuat sinergi antara BAZNAS dan UPZ di tingkat masjid maupun musala.

Asep juga meminta UPZ terus mendukung berbagai program BAZNAS Kabupaten Semarang, baik dalam pengumpulan maupun pendistribusian zakat, infak, sedekah, dan program sosial-keagamaan lainnya.

Menurut dia, kolaborasi antara BAZNAS dan UPZ menjadi kunci agar manfaat program keumatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

“Ke depan kami berharap program ini bisa lebih masif dan menjangkau lebih banyak UPZ di seluruh Kabupaten Semarang,” kata Asep.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I, Wakil Ketua III, dan Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Semarang.(*)

 

19/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS Kabupaten Semarang Siapkan Pendidikan Kader Penggerak Zakat di 19 Kecamatan

SEMARANG, BAZNAS — BAZNAS Kabupaten Semarang menyiapkan program pelatihan kader penggerak zakat untuk memperkuat pengelolaan zakat di tingkat kecamatan. Program itu dibahas dalam koordinasi bersama Kementerian Agama Kabupaten Semarang dan Balai Diklat Keagamaan Semarang di BDK Semarang, Selasa, 19 Mei 2026.

Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadiq Faisol mengatakan keberadaan kader penggerak zakat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas pengelolaan zakat di 19 kecamatan. Saat ini, kata dia, telah ada pendamping yang membantu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan, namun penguatan sumber daya manusia masih diperlukan.

“Ada harapan nantinya salah satu penyuluh bisa menjadi volunteer penggerak zakat,” kata Faisol.

Menurut dia, kader penggerak zakat tidak hanya diarahkan pada pengumpulan dana zakat, tetapi juga penguatan pendistribusian dan pendayagunaan zakat di masyarakat. “Tidak hanya pengumpulan, tapi juga pentasyarufan,” ujar dia.

Faisol mengatakan pada angkatan pertama program tersebut akan diseleksi sebanyak 40 peserta yang berasal dari amil tidak tetap (ATT) dan penyuluh agama Islam dari 19 kecamatan di Kabupaten Semarang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang H. Ta’yinul Biri Bagus Nugroho mengatakan calon kader penggerak zakat perlu memiliki kemampuan komunikasi publik dan pemasaran yang handal.

“Salah satunya kemampuan marketing. Model perekrutannya juga harus diseleksi,” kata Bagus.

Ia menilai kemampuan public relation dan public speaking penting agar kader mampu membangun jejaring dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap zakat.

Sementara itu, Kepala BDK Semarang H. Suyatno menyatakan lembaganya siap mendukung pelaksanaan pelatihan kader penggerak zakat. Menurut dia, pola pelatihan dapat dilakukan melalui metode klasikal, bimbingan teknis, maupun blended learning yang memadukan pembelajaran luring dan daring.

“Secara umum kami siap dengan pola-pola kekuatan yang dimiliki BDK,” ujar Suyatno.

Ia mengatakan materi pelatihan dapat mencakup penguatan kapasitas amil zakat hingga public speaking. BDK Semarang, kata dia, juga tengah menjalankan sertifikasi zakat, nadzir, dan amil.

Sebagai tindak lanjut pertemuan itu, BAZNAS Kabupaten Semarang, Kementerian Agama Kabupaten Semarang, dan BDK Semarang berencana menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Kerja sama tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan program pelatihan kader penggerak zakat tingkat kecamatan secara berkelanjutan.(*)

 

19/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Mufti Negeri Sabah Tinjau Pemberdayaan Peternak Binaan BAZNAS Kabupaten Semarang

UNGARAN, BAZNAS - Mufti Negeri Sabah, Malaysia, Datuk Dr. Bungsu Aziz bin Haji Jaafar meninjau program pemberdayaan peternak binaan BAZNAS Kabupaten Semarang di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa, 6 Mei 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pengelolaan Balai Ternak Mendo Ngrembaka yang dikembangkan sebagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis zakat.

Datuk Bungsu hadir bersama rombongan dari Ma’had Tahfidz Al-Qur’an Ibnu Al-Jazari (MTIJ) Sabah serta didampingi jajaran UIN Salatiga. 

Dalam kunjungan itu, rombongan melihat aktivitas peternakan kambing, pengelolaan limbah ternak, hingga penerapan sistem integrated farming yang dijalankan kelompok binaan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadziq Faisol mengatakan program Balai Ternak dikembangkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan zakat produktif.

“BAZNAS ingin zakat tidak hanya berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan,” kata Faisol.

Menurut dia, Balai Ternak Mendo Ngrembaka tidak hanya berfokus pada pengembangan peternakan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Dalam dialog bersama pengelola balai ternak, Datuk Bungsu menyampaikan ketertarikannya terhadap model pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Semarang. 

Ia menilai pendekatan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas tersebut menjadi salah satu model yang menarik untuk dipelajari.

“Kami datang untuk melihat bagaimana program seperti ini bisa berjalan dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Datuk Bungsu.

Selain meninjau balai ternak, rombongan juga berdiskusi mengenai penguatan ekonomi umat, pengelolaan lembaga sosial keagamaan, serta peluang kerja sama pemberdayaan masyarakat di masa mendatang.

Kunjungan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena menunjukkan program pemberdayaan berbasis zakat yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Semarang mulai dikenal hingga tingkat internasional.

07/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS Kabupaten Semarang Targetkan 100 Peserta Program DAM 2026

UNGARAN, BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang menargetkan 100 peserta dalam program penerimaan dan pendistribusian daging dam (hadyu) tahun 2026. Hingga awal Mei 2026, jumlah peserta tercatat telah mencapai 83 orang.

Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, mengatakan program ini merupakan upaya memfasilitasi jemaah haji, khususnya yang melaksanakan haji tamattu’, dalam menunaikan kewajiban dam secara syar’i, sekaligus memberikan manfaat sosial di daerah asal.

“Per hari ini sudah 83 peserta. Kami optimistis bisa mencapai target 100 peserta sebelum pelaksanaan,” ujarnya.

Program ini merujuk pada kebijakan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang memungkinkan pelaksanaan dam dilakukan di Tanah Air melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, lembaga amil zakat, maupun organisasi keagamaan.

Khadziq menjelaskan, pelaksanaan dam di dalam negeri menjadi alternatif atas keterbatasan penyembelihan di Tanah Suci, baik dari sisi kapasitas, distribusi logistik, hingga aspek kesehatan dan lingkungan.

Adapun besaran pembayaran dam ditetapkan sebesar Rp 2,8 juta per ekor kambing dengan bobot sekitar 30 kilogram. Nilai tersebut mencakup seluruh proses, mulai dari pengadaan hewan, penyembelihan, pengemasan, hingga distribusi kepada penerima manfaat.

BAZNAS Kabupaten Semarang telah berkoordinasi dengan rumah potong hewan (RPH) untuk memastikan proses penyembelihan sesuai ketentuan syariat dan standar kesehatan. Rencana penyembelihan dijadwalkan pada 30 Mei 2026.

Dalam hal pendistribusian, BAZNAS menggandeng pemerintah daerah, termasuk dinas sosial dan dinas kesehatan, guna memastikan daging dam tersalurkan tepat sasaran. Penerima manfaat diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti keluarga miskin ekstrem, ibu hamil, pekerja rentan, tenaga pendidik berpenghasilan rendah, hingga penyintas bencana.

“Distribusi tidak hanya soal pembagian, tapi juga memastikan dampak sosialnya terasa, terutama untuk mendukung penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem,” kata Khadziq.

Secara keseluruhan, program ini dirancang dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Seluruh tahapan, mulai dari penerimaan dana hingga pelaporan, akan didokumentasikan dan dilaporkan kepada pemangku kepentingan.

Dalam kerangka acuan kerja yang disusun, total anggaran kegiatan diperkirakan mencapai Rp 265,05 juta dengan asumsi 90 ekor kambing. Anggaran tersebut mencakup biaya operasional utama hingga pendukung, termasuk distribusi dan pelaporan kegiatan.

BAZNAS Kabupaten Semarang berharap program ini tidak hanya membantu jemaah haji menunaikan kewajiban ibadah, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan di daerah.(*)

05/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS RI Ingatkan Kewajiban Zakat, BAZNAS Kabupaten Semarang Disorot Soal Optimalisasi

UNGARAN, BAZNAS.COM — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang menerima kunjungan pimpinan BAZNAS RI dan BAZNAS Jawa Tengah pada Kamis, 23 April 2026. Kunjungan ini menyoroti penguatan pengelolaan zakat, terutama pada aspek digitalisasi, keuangan, dan operasional.

Hadir dalam kunjungan tersebut Pimpinan Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, serta Wakil Ketua II BAZNAS Jawa Tengah, Zain Yusuf. Keduanya memberikan arahan kepada jajaran pengurus dan staf BAZNAS Kabupaten Semarang.

Dalam arahannya, Mahdum menegaskan pentingnya peran amil dalam memastikan kewajiban zakat ditunaikan oleh masyarakat yang telah memenuhi syarat. “Menjadi dosa bagi amil jika ada orang yang sudah berkewajiban membayar zakat tetapi tidak menunaikannya,” kata dia.

Pernyataan itu menggarisbawahi tanggung jawab moral sekaligus kelembagaan bagi pengelola zakat untuk aktif melakukan edukasi, pendataan, dan penjangkauan kepada para muzakki.

Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari BAZNAS RI maupun BAZNAS Jawa Tengah. Menurut dia, sejumlah program strategis yang dipercayakan kepada BAZNAS Kabupaten Semarang menjadi dorongan untuk meningkatkan kinerja lembaga.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pengelolaan zakat agar lebih profesional dan berdampak,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pimpinan dan staf BAZNAS Kabupaten Semarang. Pertemuan juga menjadi forum evaluasi sekaligus konsolidasi internal dalam rangka memperkuat tata kelola zakat di daerah.

Dalam beberapa tahun terakhir, BAZNAS mendorong transformasi digital dan peningkatan akuntabilitas keuangan sebagai bagian dari upaya memperluas basis penghimpunan zakat. Kabupaten Semarang dinilai memiliki potensi yang masih dapat dioptimalkan, terutama melalui pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis data.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah lanjutan untuk mempercepat penguatan kelembagaan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat.(*)

27/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang

Berita Terbaru

Baznas Semarang Kucurkan Bantuan Modal bagi 45 Pelaku UMKM
Baznas Semarang Kucurkan Bantuan Modal bagi 45 Pelaku UMKM
UNGARAN, BAZNAS – Baznas Kabupaten Semarang menyalurkan bantuan modal usaha bagi 45 mustahik produktif yang bergerak di sektor UMKM. Penyerahan dilakukan Wakil Bupati Semarang, Nur Arifah, mewakili Bupati Ngesti Nugraha, di aula Rumah Kemasan Gedung PLUT Lopait, Tuntang, Rabu siang, 26 November 2025.Dalam program pendayagunaan ekonomi tersebut, Baznas mengalokasikan Rp90 juta, atau Rp2 juta untuk masing-masing penerima. Pada kesempatan yang sama, lembaga itu juga menyalurkan bantuan program jambanisasi bagi 25 mustahik senilai total Rp51,875 juta, serta bantuan peduli bencana alam untuk 12 mustahik dengan total Rp29 juta.Bupati Ngesti Nugraha, melalui sambutan yang dibacakan Wabup, berharap bantuan dapat memberi dorongan nyata terhadap kemandirian ekonomi warga.“Pelaku UMKM juga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Nur Arifah.Wakil Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Suud, menjelaskan bahwa bantuan modal ditujukan untuk memperkuat usaha para mustahik agar naik kelas secara bertahap.(sm) “Diharapkan nantinya usaha mereka dapat berkembang. Harapan utamanya mereka nantinya akan menjadi muzakki atau pembayar zakat,” ujarnya.Wakil Ketua Baznas lainnya, Mufid, menambahkan bahwa lembaganya juga menyertai pemberian bantuan dengan program pemberdayaan, termasuk pelatihan menjahit agar warga dapat bekerja di sektor garmen.“Dalam waktu dekat, kami juga memberikan bantuan ternak kambing untuk 30 peternak di Kabupaten Semarang. Ini semua bertujuan membantu Pemkab mengentaskan kemiskinan,” kata Mufid.Salah satu penerima bantuan, Nur Aini (27), penjahit asal Desa Batur, Getasan, mengaku terbantu dengan dukungan tersebut.“Bantuan ini akan saya gunakan membeli mesin jahit baru. Saya juga ingin ikut pelatihan untuk meningkatkan keterampilan,” ujarnya.
BERITA27/11/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS - Kelompok Ternak Menda Ngrembaka Seleksi Bakalan Domba Unggul
BAZNAS - Kelompok Ternak Menda Ngrembaka Seleksi Bakalan Domba Unggul
UNGARAN, BAZNAS – Kelompok Ternak Menda Ngrembaka Kesongo di bawah koordinasi BAZNAS Kabupaten Semarang melakukan seleksi dan pembelian domba bakalan untuk memperkuat kualitas populasi ternak. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 21 November 2025 ini menjadi tahapan penting dalam pengisian kandang dan penguatan program budidaya mustahik.Pengadaan dilakukan secara terarah untuk tiga kategori, yakni fattening (penggemukan), breeding (indukan), dan pejantan, sebagai strategi memperkuat manajemen usaha ternak jangka panjang.Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadziq Faishol mengatakan proses seleksi dilakukan ketat agar dana program dimanfaatkan secara efektif dan memberikan dampak ekonomi bagi mustahik.“Kami tidak sekadar membeli ternak, tapi memastikan setiap domba yang masuk kandang benar-benar layak dari sisi performa, reproduksi, dan kesehatan,” Kata Faisol.“Kalau bibitnya baik, insyaAllah usaha ternak bisa berkembang dan memberi peningkatan pendapatan bagi para mustahik.” sambungnya.Seleksi dilakukan bersama pengurus dan anggota kelompok Mendo Ngrembaka Kesongo, didampingi tim BAZNAS. Seluruh proses dilakukan terbuka, mulai dari pengecekan fisik hingga negosiasi harga dengan peternak pemasok.Pemeriksaan yang dilakukan mencakup fisik dan performa tubuh: bobot, postur, mata, gigi, dan kualitas bulu. Selanjutnya juga dilakukan verifikasi umur, disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan.Selain itu juga dilakukan pemeriksaan terhadap indikator kesehatan seperti kondisi kuku, tanda penyakit, dan vitalitas juga.“Karakteristik bibit, termasuk performa pejantan, potensi pertumbuhan bakalan, hingga produktivitas calon indukan,” imbuh pendamping program Azka Rizky HammadaKoordinator Pendistrubusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Semarang, Muhammad Muntaha menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS mengelola dana program secara profesional dan berdampak nyata.“Program ini bukan sekadar memberi bantuan ternak, tetapi membangun usaha yang berkelanjutan. Karena itu proses seleksinya harus terukur, transparan, dan berbasis standar teknis,” kata Muntaha.(sm)
BERITA24/11/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Baznas RI–Paragon Gelar Pelatihan Menjahit di Kabupaten Semarang, Target Tekan Pengangguran
Baznas RI–Paragon Gelar Pelatihan Menjahit di Kabupaten Semarang, Target Tekan Pengangguran
UNGARAN, BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama PT Paragon Technology and Innovation kembali menggelar pelatihan menjahit bagi para mustahik di Kabupaten Semarang dan Kendal. Program ini menjadi salah satu upaya mengurangi pengangguran melalui peningkatan keterampilan dan sertifikasi profesi, terutama bagi warga fakir, miskin, dan fisabilillah yang belum memiliki pekerjaan tetap.Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Paradaya Movement, program pemberdayaan yang difokuskan pada peningkatan kapasitas kerja dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat penerima zakat. Tahun ini, sebanyak 135 peserta mengikuti pelatihan, terdiri dari 70 orang asal Kabupaten Semarang dan 65 orang dari Kendal.Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyampaikan apresiasi kepada PT Paragon Technology and Innovation atas komitmen dan kepercayaannya menyalurkan zakat perusahaan untuk mendukung pelatihan berbasis kompetensi operator garmen tersebut.“Kami berharap kegiatan ini bisa bantu menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan keterampilan kerja para mustahik supaya mereka bisa memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya,” ujar Saidah di Kabupaten Semarang, Kamis (13/11/2025).Saidah menjelaskan, peserta menerima pelatihan teknis menjahit, pendampingan, serta sertifikasi profesi. Mereka yang dinyatakan kompeten akan difasilitasi untuk bekerja di perusahaan garmen di wilayah Jawa Tengah, terutama Kabupaten Semarang dan Kendal. Program ini juga melibatkan Baznas Provinsi Jawa Tengah, Baznas Kabupaten Semarang dan Kendal, BLKK PC Muslimat NU Kabupaten Semarang, serta LPK Muliya.Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Khadik Faisol, menegaskan bahwa pengangguran masih menjadi tantangan serius di daerahnya. Ia menyebut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Semarang per Agustus 2024 yang mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,73 persen. Pada periode yang sama, angka kemiskinan mencapai 76,87 ribu jiwa.“Tingginya pengangguran berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan stabilitas sosial. Beberapa faktor penyebabnya antara lain keterbatasan lapangan kerja dan rendahnya keterampilan tenaga kerja,” ujar Khadik.Menurutnya, diperlukan langkah strategis dan berkelanjutan untuk merespons kondisi tersebut. Salah satunya melalui pelatihan keterampilan berbasis industri. “Tahun ini kami bersama Baznas RI bekerja sama dengan PT Paragon dan BLKK Muslimat NU Kabupaten Semarang mencoba menjawab kebutuhan tenaga kerja dengan pelatihan menjahit berbasis kompetensi industri konveksi dan garmen,” kata Khadik.Human Resource Business Partner Lead Semarang PT Paragon Technology and Innovation, Anita Mega Tristianti, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara perusahaan dan Baznas. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Paragon dalam pemberdayaan masyarakat melalui penyaluran zakat perusahaan.“Kami memaknai kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi gerakan nyata untuk membuka jalan agar masyarakat lebih mandiri. Ketika mereka dibekali keterampilan dan kesempatan kerja, taraf hidup akan meningkat dan berdampak pada pembangunan ekonomi negara,” kata Anita.Pembukaan pelatihan berlangsung di BLKK PC Muslimat NU Kabupaten Semarang di Tuntang. Sejumlah pejabat hadir, antara lain Kabag Kesra Setda Kabupaten Semarang Asep Mulyana SS.TP, MM mewakili Bupati Semarang; Ketua PW Muslimat NU Jateng Prof. DR. Hj Ismawati Hafidz M.Ag; Ketua Baznas Kabupaten Semarang Khadik Faisol S.Sos; Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Kendal Munhamir, SH; Kepala Disnaker Kabupaten Semarang M. Taufikurahman S.Ag, M.Si; Ketua BLKK Muslimat NU Kabupaten Semarang Nurhayati; Ketua FKUB Kabupaten Semarang KH. Habib Soleh M.Pd; serta Penasihat Muslimat Hj Nur Hidayati S.Pd.I.Dari pihak perusahaan mitra turut hadir perwakilan PT Fast Jaya Production, PT Sam-Sam Jaya Garment, PT Sumber Bintang, PT Muara Krakatau, dan PT Inti Sukses Garmindo.(sm)
BERITA14/11/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Baznas Kabupaten Semarang Serahkan Donasi Palestina Rp185 Juta, Didominasi Infak Pelajar
Baznas Kabupaten Semarang Serahkan Donasi Palestina Rp185 Juta, Didominasi Infak Pelajar
UNGARAN, BAZNAS — Baznas Kabupaten Semarang menyerahkan donasi kemanusiaan untuk Palestina sebesar Rp185.320.253, hasil penggalangan selama Oktober 2025. Dana tersebut mayoritas berasal dari sekolah-sekolah Islam mulai tingkat RA/TK hingga SMA, bekerja sama dengan Kemenag dan berbagai ormas Islam.Penyerahan dilakukan Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Khadzik Faisol, kepada Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, di sela pembukaan pelatihan vokasi operator garmen di BLK Muslimat NU Kabupaten Semarang, Tuntang, Kamis 13 November 2025.“Alhamdulillah, dukungan sekolah-sekolah di Kabupaten Semarang sangat luar biasa. Ini wujud kepedulian kita terhadap saudara-saudara di Palestina yang terus mengalami krisis kemanusiaan,” kata Khadzik.Sebelumnya, di tempat yang sama PC Muslimat NU Kabupaten Semarang juga menyerahkan donasi Palestina sebesar Rp15 juta melalui Baznas Kabupaten Semarang.Khadzik menyampaikan bahwa penggalangan donasi dilakukan sebagai tindak lanjut program Membasuh Luka Palestina. “Dana yang terhimpun akan menjadi titipan umat yang kami salurkan melalui Baznas RI untuk bantuan darurat hingga pemulihan kemanusiaan di Gaza,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa program ini akan menjadi bagian dari target pengumpulan Baznas Kabupaten Semarang pada tahun 2026.Adapun sekolah atau lembaga yang telah mempercayakan donasi Palestina melalui BAZNAS Kabupaten Semarang adalah sebagai berikut:UPZ Kecamatan se-Kabupaten Semarang, SD Istiqomah Ungaran, SMK Widya Praja Ungaran, SD Arrahmah Suruh, MTS Awsaja Tengaran, BMT Sumber Mulia, BMT Hubbul Wathon, BMT Inti Muamalat Bandungan, BMT Sumber Usaha Tuntang, MIN 4 Semarang Susukan, IGRA Kecamatan Bringin, KSPPS Mandiri Mitra Muamalat Getasan, BMT Assaadah Gedangan Tuntang, BMT Bina Usaha Karangjati, SDTQ Sahabat Keluarga Leyangan, MI Miftahul Fallah Batur 1 Getasan, Mts NU Ungaran, BMT Al Fattah Susukan, BMT Al Hikmah Langensari, RA se-Kecamatan Bandungan, MI Bidayah Candi Bandungan, KKMI Kecamatan Tengaran, SMK Muhammadiyah Ungaran, Yayasan Assalamah Ungaran, MI Darussalam Sumowono, IGRA Kecamatan Sumowono, UPZ Masjid Baiturrahman Sebantengan, RA Balitasari Kalirejo, SMA Sudirman Ambarawa, MA Mambaul Qur'an Nglarangan, MTS Attosari Kalirejo, MI Kalirejo, MIN 5 Semarang (Jambu), Kelompok MI se-Jambu, KSU Usaha Mandiri, MAN 2 Semarang Tengaran, PC Muslimat Kabupaten Semarang NU Ungaran.Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Koordinator Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Semarang – Shodri Said 0815-4871-1197. Dana dapat disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Semarang dengan transfer melalui rekening BRI 0327.01.002110.56.2 a.n. BAZNAS Kabupaten Semarang.(sm)
BERITA14/11/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS Kabupaten Semarang Salurkan Daging DAM untuk Pencegahan Stunting
BAZNAS Kabupaten Semarang Salurkan Daging DAM untuk Pencegahan Stunting
UNGARAN, BAZNAS - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang menyalurkan olahan daging DAM atau hadyu dalam kemasan siap saji kepada keluarga penerima manfaat di wilayah dengan risiko stunting tinggi. Program ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Mudzakarah Perhajian 2024 yang dikeluarkan oleh Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama RI.Dasar penyaluran ini merujuk pada Keputusan Hai’ah Kibar Ulama Saudi No. 77 (21/10/1400 H) yang menyatakan bahwa hadyu yang disembelih di luar Tanah Haram boleh didistribusikan di tempat penyembelihan atau ke daerah lain selama diberikan kepada fakir miskin — termasuk mereka yang berada di luar Tanah Suci, seperti di Indonesia.Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, menjelaskan bahwa distribusi daging DAM kali ini difokuskan untuk membantu upaya pencegahan stunting di daerah berisiko tinggi.“Kami menyalurkan daging olahan ini ke wilayah-wilayah dengan angka stunting yang masih tinggi, sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional penurunan stunting dan penanganan kemiskinan ekstrem,” kata Khadziq di Semarang, Selasa 14 Oktober 2025Sebanyak 1.150 kemasan daging olahan disalurkan kepada 230 keluarga penerima manfaat (KK) di 6 desa pada 5 kecamatan di Kabupaten Semarang. Enam titik distribusi tersebut meliputi; Desa Kalongan (Ungaran Timur), Desa Nyatnyono (Ungaran Barat), Desa Jatirunggo (Pringapus), Desa Pringsari (Pringapus), Pondok Pesantren Al Hasan Wujil (Bergas), Pondok Pesantren Al Muhlasin Rembes (Bringin).Menurut Khadziq, sasaran program ini tidak hanya keluarga miskin berisiko stunting, tetapi juga guru, tenaga pendidik, dan dai berpenghasilan rendah di pesantren. Data penerima disusun berdasarkan hasil koordinasi dengan DP3AKB Kabupaten Semarang, serta melibatkan perangkat desa, bidan desa, dan penyuluh KB.Sebagai informasi, daging DAM tersebut dikemas dalam bentuk olahan siap saji dengan tiga varian rasa, yakni rendang, gulai, dan kari. Setiap paket berisi lima pouch dengan berat masing-masing 20 gram. Penerimaan bahan DAM dari BAZNAS RI dilakukan pada awal Oktober 2025, kemudian dilakukan proses pengemasan dan distribusi hingga selesai pada 13 Oktober 2025.Salah satu penerima manfaat, Siti Ibadatun (29), ibu hamil asal Dusun Kunciputih, Desa Jatirunggo, mengaku bersyukur menerima bantuan tersebut.“Alhamdulillah, ini sangat membantu untuk menambah asupan gizi. Dagingnya juga sudah matang dan bisa langsung dihangatkan,” ujarnya.Khadziq menambahkan, program ini diharapkan menjadi model integrasi zakat dan program kesehatan masyarakat.“Kami ingin menunjukkan bahwa zakat, infaq, dan sedekah bisa bersinergi dengan upaya menurunkan angka stunting. Ini bagian dari khidmat BAZNAS untuk kesejahteraan umat,” tuturnya.Dikutip dari Kemenag.go.id, untuk kali pertama, Indonesia secara resmi menyalurkan daging Dam dan Hadyu dalam bentuk olahan daging siap saji kepada masyarakat.Peluncuran distribusi olahan daging Dam ini dilakukan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar di kantor Baznas, Jakarta, Senin 8 September 2025.Tahun ini, Dam berhasil dikumpulkan dari 8.447 ekor domba/kambing dengan nilai setara Rp21,3 miliar. (sm)
BERITA22/10/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Pembukaan Lahan untuk Pembangunan Balai Ternak Menda Ngrembaka Kesongo Dimulai
Pembukaan Lahan untuk Pembangunan Balai Ternak Menda Ngrembaka Kesongo Dimulai
UNGARAN, BAZNAS - Kelompok Balai Ternak Menda Ngrembaka Kesongo melaksanakan kegiatan kerja bakti untuk pembukaan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi kandang dan sarana pendukung di desa Kesongo, Guntang, Kabupaten Semarang, Jumat 12 September 2025.Kegiatan ini dipimpin langsung oleh ketua kelompok dan diikuti oleh seluruh anggota.Mereka bekerja sama dengan semangat gotong royong untuk membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman dan semak yang ditinggalkan penggarap sebelumnya.Kegiatan kerja bakti ini juga dihadiri dan didampingi oleh perwakilan SPPQT, Pemerintah Desa Kesongo, serta BAZNAS Kabupaten Semarang, yang memberikan dukungan moral bagi kelompok. Pembukaan lahan ini menjadi langkah awal penting dalam memulai pembangunan Balai Ternak, yang diharapkan dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan peternak.Semangat gotong royong anggota kelompok diharapkan menjadi modal utama dalam keberhasilan program pemberdayaan ini. Dengan kerja sama yang baik dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Balai Ternak Menda Ngrembaka Kesongo dapat menjadi contoh keberhasilan program pemberdayaan masyarakat melalui peternakan.(*)
BERITA12/09/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Gelar Pertemuan Perdana dengan Dinas Peternakan, Sinergi Program Balai Ternak
Gelar Pertemuan Perdana dengan Dinas Peternakan, Sinergi Program Balai Ternak
UNGARAN, BAZNAS - BAZNAS Kabupaten Semarang bersama pendamping Balai Ternak Menda Ngrembaka Kesongo mengadakan pertemuan perdana dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Semarang, Jumat 12 September 2025. Pertemuan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan memperkenalkan program Balai Ternak yang sedang dirintis di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang.Dalam pertemuan tersebut, dibahas gambaran umum program Balai Ternak, termasuk rencana pembangunan kandang, pemberdayaan mustahik, dan strategi pendampingan kelompok. Dinas Peternakan memberikan masukan teknis awal terkait manajemen ternak dan tata kelola kelompok agar program dapat berjalan sesuai standar.Pertemuan ini diharapkan dapat menjalin sinergi antara Baznas, pendamping lapangan, dan dinas terkait, sehingga pelaksanaan program Balai Ternak dapat lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan program ini dapat meningkatkan kesejahteraan peternak dan masyarakat sekitar.(sm)
BERITA12/09/2025 | Syahrul Munir
BAZNAS Kukuhkan Pengurus Balai Ternak Menda Ngrembaka Kesongo
BAZNAS Kukuhkan Pengurus Balai Ternak Menda Ngrembaka Kesongo
UNGARAN, BAZNAS – Balai Ternak Menda Ngrembaka Kesongo menggelar orientasi dan pengukuhan pengurus di Aula Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Kamis 11 September 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS Kabupaten Semarang, SPPQT, pendamping, serta pemerintah desa setempat.Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, dalam sambutannya menjelaskan alur program balai ternak yang bekerja sama dengan BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten, Pemdes Kesongo, dan SPPQT. Ia berharap mustahik yang hadir dapat menjadi muzaki di masa depan.Sesi pembekalan diisi oleh Pengasuh Ponpes WALI - KH Anis Maftuhin yang memberikan motivasi tentang pentingnya menjaga kekompakan dan kerja sama kelompok. Ia menekankan bahwa perbedaan pendapat dalam kelompok adalah wajar, namun yang penting adalah bagaimana mengelolanya dengan baik dan berpegang pada Al-Qur’an.Acara ditutup dengan pengukuhan pengurus Balai Ternak Menda Ngrembaka Kesongo oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang.Setelah dikukuhkan, para pengurus diharapkan dapat memimpin kelompok dengan amanah dan kompak. Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan foto bersama peserta dan tamu undangan.(*)
BERITA12/09/2025 | Syahrul Munir
Matangkan Program Balai Ternak di Desa Kesongo: BAZNAS Tinjau Lokasi dan Konsolidasi Lanjutan
Matangkan Program Balai Ternak di Desa Kesongo: BAZNAS Tinjau Lokasi dan Konsolidasi Lanjutan
UNGARAN, BAZNAS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang bersama Pemerintah Desa Kesongo, pendamping program, pengurus kelompok Balai Ternak, serta mitra dari Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) melaksanakan peninjauan lahan dan rapat konsolidasi program Balai Ternak di Dusun Randusari, Desa Ngreco Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kamis 4 September 2025.Peninjauan dilakukan di lahan seluas sekitar satu hektar di RT 03 RW 04 desa setempat.Lokasi tersebut dinilai strategis dan memenuhi syarat sebagai pusat pengembangan Balai Ternak. Kepala Desa Kesongo, Supriyadi, menyatakan dukungan penuh pihak desa.“Lahan ini sangat layak untuk program Balai Ternak. Kami siap mendukung demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.Usai peninjauan, BAZNAS menggelar rapat konsolidasi bersama pemangku kepentingan. Agenda yang dibahas mencakup penetapan lahan, perencanaan pembangunan kandang dengan layout area, pembagian peran, hingga penandatanganan pakta integritas mustahik.Koordinator Program Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Semarang, Romdhon Fitriyanto, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk pemberdayaan mustahik yang diarahkan menuju kemandirian.“Balai Ternak diperuntukkan bagi mustahik agar kualitas hidup mereka meningkat. Harapannya, ke depan mereka bisa bertransformasi menjadi muzaki, munfiq, atau mutashodiq,” ujarnya.Perwakilan SPPQT, Yoyo, juga memastikan dukungan lembaganya. “Kami siap membantu penyediaan pakan ternak agar program berjalan lancar dan berkesinambungan,” katanya.Seperti diberitakan sebelumnya, BAZNAS Kabupaten Semarang telah menggelar sosialisasi calon mustahik program Balai Ternak di Balai Desa Kesongo pada akhir Agustus lalu. Kegiatan tersebut diikuti 30 calon mustahik dan menjadi tahap awal sebelum dilakukan verifikasi lapangan serta konsolidasi lanjutan.(*)
BERITA05/09/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS Kabupaten Semarang Fasilitasi Pendampingan Keluarga Risiko Stunting di Desa Lerep
BAZNAS Kabupaten Semarang Fasilitasi Pendampingan Keluarga Risiko Stunting di Desa Lerep
UNGARAN, BAZNAS – Upaya percepatan penurunan angka stunting terus dilakukan di Kabupaten Semarang. Rabu 3 September 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang menggelar kegiatan pendampingan keluarga risiko stunting di Posyandu Mekarsari 5, Kampung Alpukat, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat.Plt Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang, Dwi Saiful Noor Hidayat, menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk memastikan pemenuhan kebutuhan gizi keluarga berisiko stunting. “Kami berharap pendampingan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga anak usia dua tahun,” ujarnya.Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Semarang, Suud, S.Pd.I, menyerahkan bantuan uang tunai untuk pemenuhan gizi bagi tiga ibu hamil serta tujuh anak di bawah dua tahun yang teridentifikasi mengalami stunting. “Kami berharap bantuan ini dapat mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak,” kata Suud.Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Lerep, Sumariyadi, serta Camat Ungaran Barat, Aris Muji Widodo. Mereka menyambut baik sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat dalam menekan angka stunting di wilayahnya.Acara di Posyandu Mekarsari 5 ini dirangkaikan dengan layanan kesehatan rutin, penimbangan balita, konsultasi gizi, serta edukasi pola hidup sehat bagi keluarga.
BERITA05/09/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS Gelar Sosialisasi Calon Mustahik Program Balai Ternak di Desa Kesongo
BAZNAS Gelar Sosialisasi Calon Mustahik Program Balai Ternak di Desa Kesongo
TUNTANG, BAZNAS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang bersama Pemerintah Desa Kesongo menggelar Rapat Sosialisasi Calon Mustahik Program Balai Ternak BAZNAS RI di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang.Kegiatan ini diikuti oleh 30 calon mustahik yang sebelumnya diusulkan oleh Pemerintah Desa Kesongo sebagai penerima manfaat. Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Koordinator Program Balai Ternak Romdhon Fitriyanto, Pendamping Program Nurlaili Azizah, serta Kepala Desa Kesongo Supriyadi.Agenda sosialisasi meliputi pengenalan pendamping program, konfirmasi kesiapan calon mustahik, serta pemaparan teknis program.Usai sosialisasi, Pendamping Program Nurlaili Azizah melakukan verifikasi terhadap para calon mustahik. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan konsolidasi bersama di Balai Desa Kesongo.Program Balai Ternak yang akan digulirkan di Desa Kesongo ini rencananta menargetkan pemberdayaan terhadap 30 kepala keluarga mustahik dengan dukungan pengelolaan ternak sebanyak 285 ekor domba yang terdiri dari 15 pejantan, 150 indukan, dan 120 bakalan jantan.Selain mustahik, program juga melibatkan berbagai stakeholder, antara lain Pemerintah Desa Kesongo, serta Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) sebagai mitra lokal.Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadziq Faisol menyampaikan bahwa program ini merupakan ikhtiar nyata pemberdayaan masyarakat berbasis zakat. “Kami berharap para mustahik yang terpilih bisa serius dalam mengelola program ini, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan untuk peningkatan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa,” ujarnya.Sementara itu, Pendamping Program Nurlaili Azizah menegaskan pentingnya proses verifikasi lapangan. “Insyaallah hari ini kita langsung turun agar data calon mustahik benar-benar valid sesuai kondisi di lapangan,” katanya.Kepala Desa Kesongo, Supriyadi, menyambut positif langkah ini dan menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mendukung suksesnya program. “Kami siap bersinergi dengan BAZNAS agar Balai Ternak bisa menjadi program unggulan di Kesongo,” ucapnya.(*)
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Ketua BAZNAS Kukuhkan Pengurus UPZIS Kecamatan Getasan Periode 2025-2028
Ketua BAZNAS Kukuhkan Pengurus UPZIS Kecamatan Getasan Periode 2025-2028
UNGARAN, BAZNAS – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Unit Pengumpul Zakat, Infaq, dan Sedekah (UPZIS) Kecamatan Getasan Masa Bakti 2025–2028 di Aula Kantor Kecamatan Getasan, Rabu 27 Agustus 2025.Pengukuhan tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, antara lain Camat Getasan, Kapolsek Getasan, Danramil Getasan, Kepala KUA Getasan, serta Kepala Korwilcam Pendidikan Getasan. Dalam kepengurusan yang baru dilantik, terpilih H. Slamet Himawan sebagai Ketua, didampingi Hj. Parti, S.E sebagai Wakil Ketua. Struktur organisasi juga diperkuat dengan Antoni Alif sebagai Sekretaris, Any Rahmawati, S.E sebagai Wakil Sekretaris, Narti, S.E sebagai Bendahara, dan Grahito, S.M sebagai Wakil Bendahara.Selain itu, kepengurusan UPZIS Kecamatan Getasan dibagi dalam empat seksi:Seksi Pengumpulan, dikoordinatori oleh Saderi, M.Pd.I dengan anggota Siti Muslihah, S.Pd, Handoyo, dan Nur Fitri.Seksi Pendistribusian, dikoordinatori oleh Ahmad Fauzi, S.T dengan anggota Hj. Jumrani.Seksi Pendayagunaan, dikoordinatori oleh Supriyadi (Kepala Desa Manggihan), dibantu Rohmad dan Siti Qori’ah, S.Pd.Seksi Penyuluhan, dikoordinatori oleh Ky. Muhammad Syarifuddin, dengan anggota Purwanto, S.Kom.I dan Fina Indaturrohmah, S.Pd.Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadziq Faisol dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan UPZIS di tingkat kecamatan menjadi ujung tombak dalam optimalisasi penghimpunan zakat, infaq, dan sedekah. Ia berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat bekerja dengan amanah, profesional, dan penuh semangat untuk memberdayakan masyarakat.“Zakat adalah instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial. Dengan kepengurusan baru ini, kami berharap UPZIS Getasan mampu memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, sehingga manfaat zakat lebih luas dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.Acara pengukuhan ditutup dengan doa bersama serta penyerahan simbolis surat keputusan kepengurusan kepada Ketua UPZIS Kecamatan Getasan. Dengan kepengurusan baru ini, diharapkan peran UPZIS semakin nyata dalam mendukung program-program BAZNAS Kabupaten Semarang dan pemberdayaan umat di wilayah Getasan.(*)
BERITA27/08/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Raker BAZNAS Kabupaten Semarang 2025 Dorong Profesionalisme Amil dan Penguatan SDM
Raker BAZNAS Kabupaten Semarang 2025 Dorong Profesionalisme Amil dan Penguatan SDM
UNGARAN, BAZNAS — BAZNAS Kabupaten Semarang menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2025 di Bandungan, Rabu-Kamis 13-14 Agustus 2025. Raker kali ini fokus pada peningkatan profesionalisme amil, penguatan sumber daya manusia, dan kepatuhan terhadap regulasi zakat. Kegiatan ini diikuti seluruh unsur pimpinan, koordinator, dan staf pelaksana, serta menghadirkan tiga narasumber dari instansi strategis daerah.Raker ini bertujuan untuk menyamakan visi, meningkatkan kompetensi, dan memperkuat komitmen amil dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang amanah, profesional, dan berorientasi pada pemberdayaan mustahik.Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Musliq SH, MM melalui materinya “Manajemen ASN Amil dan Kode Etik”, menegaskan pentingnya disiplin dan integritas dalam menjalankan tugas. “Amil BAZNAS, meski bukan ASN, harus memiliki standar profesionalisme dan kode etik yang jelas. Hal ini akan menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan ZIS,” ungkapnya.Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Semarang HM. Taufiqur Rahman, S.Ag., M.S.I memaparkan regulasi ketenagakerjaan yang relevan dengan tugas amil, termasuk pentingnya pelatihan berkelanjutan. “Penguatan SDM tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dan tantangan sosial ekonomi masyarakat,” ujarnya.Sementara Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang H. Ta'yinul Biri Bagus Nugroho, S.Sos.I, M.Pd.I. menyampaikan urgensi audit syariah dan kepatuhan terhadap regulasi zakat. “Audit syariah bukan sekadar evaluasi administratif, tetapi memastikan bahwa setiap proses pengelolaan zakat sesuai tuntunan syariat dan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadziq Faisol menutup sesi dengan menekankan pentingnya hasil Raker ini sebagai panduan kerja tahunan. “Kami berkomitmen menjaga amanah, meningkatkan kinerja, dan memastikan zakat yang dikelola membawa kemaslahatan bagi mustahik dan masyarakat luas,” tandasnya.(&)
BERITA15/08/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Baznas Kabupaten Semarang Gelar Pelatihan Petugas K3 Konstruksi, Targetkan Mustahik Naik Kelas
Baznas Kabupaten Semarang Gelar Pelatihan Petugas K3 Konstruksi, Targetkan Mustahik Naik Kelas
UNGARAN, BAZNAS - Di tengah laju pembangunan infrastruktur di Kabupaten Semarang, keselamatan kerja menjadi isu mendesak. Menjawab tantangan tersebut, BAZNAS Kabupaten Semarang menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi, Selasa, 16 Juli 2025 di Balai Latihan Kerja (BLK) Ungaran, Kelurahan Langensari, Ungaran Barat.Sebanyak 40 orang peserta yang merupakan mustahik—penerima manfaat zakat—mengikuti pelatihan yang dirancang berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Mereka berasal dari kalangan tenaga kerja konstruksi yang rentan terhadap risiko kecelakaan kerja.“Kami berharap para peserta nantinya bisa bertransformasi menjadi muzakki, sehingga bisa berkontribusi memberdayakan mustahik lainnya,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Semarang, M. Taufiqur Rahman dalam sambutannya. Program ini diinisiasi sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi mustahik oleh BAZNAS. Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, menyebut kegiatan ini sebagai upaya konkret menyiapkan tenaga kerja yang bukan hanya produktif, tapi juga terlindungi.“Kami tidak hanya ingin mereka memiliki pekerjaan, tapi juga mendapatkan perlindungan kerja yang layak. Sertifikasi K3 ini diakui secara nasional dan bisa meningkatkan daya saing mereka,” ujar Khadziq.Selama pelatihan, peserta mendapat materi teori dan praktik dasar K3 konstruksi dari instruktur bersertifikat. Mereka juga menjalani uji kompetensi yang difasilitasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) terakreditasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dalam sesi akhir program, peserta yang lolos uji akan mendapatkan sertifikat resmi sebagai Petugas K3 Konstruksi. Sertifikat ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan posisi tawar mereka dalam dunia kerja, sekaligus membuka peluang untuk bekerja di proyek-proyek konstruksi formal, baik di dalam maupun luar daerah.Tidak hanya berhenti di pelatihan, BAZNAS juga merancang skema tindak lanjut dari kegiatan ini. “Diantaranya, pendampingan pascapelatihan selama 3 sampai 6 bulan, penguatan jaringan kerja sama dengan perusahaan konstruksi,” pungkas Khadziq.
BERITA16/07/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Ajak Anak Yatim Jatijajar Belanja Langsung di Swalayan, BAZNAS: Belajar Kelola Keuangan
Ajak Anak Yatim Jatijajar Belanja Langsung di Swalayan, BAZNAS: Belajar Kelola Keuangan
UNGARAN, BAZNAS – Menjelang tahun ajaran baru 2025/2026, BAZNAS Kabupaten Semarang berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Semarang dan Swalayan Luwes Ungaran menggelar kegiatan santunan dan belanja kebutuhan sekolah bagi 18 anak yatim di Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), terutama anak-anak dari kawasan Dusun Tegal Panas, Jatijajar, yang terdampak lingkungan kurang sehat dan hidup dalam keterbatasan ekonomi.Anak-anak yatim tersebut, dengan pendampingan ibu atau perwakilan keluarga, diajak berbelanja langsung ke Swalayan Luwes. Setiap anak menerima bantuan senilai Rp500 ribu yang terdiri dari Rp350 ribu untuk peralatan sekolah dan Rp150 ribu untuk pembelian sembako.Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, menegaskan bahwa model santunan ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan bagi anak-anak yatim agar lebih mandiri dan memiliki pengalaman dalam mengelola uang.“Belanja langsung oleh anak-anak yatim ini sekaligus untuk belajar mengelola keuangan. Mereka bisa memilih kebutuhan sekolah sesuai keinginan, dan di saat yang sama, belajar memutuskan mana yang menjadi prioritas,” ujar Khadziq Faisol di sela kegiatan, Senin 7 Juli 2025.Kegiatan ini menyasar anak-anak dari Dusun Tegal Panas, Jatijajar, yang sehari-harinya menghadapi tantangan sosial dan lingkungan. Meski tetap bersekolah, banyak di antara mereka yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan bantuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan maupun kesejahteraan hidup.Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah, menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan data anak yatim, piatu, dan yatim piatu di wilayahnya agar bantuan sosial dapat menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan.“Pemerintah Kabupaten Semarang secara bertahap terus menyalurkan berbagai bantuan sosial, termasuk kepada anak-anak yatim di luar panti asuhan. Tidak hanya melalui kegiatan ini, tapi juga lewat berbagai program bantuan sosial lainnya,” kata Istichomah.Selain kebutuhan pendidikan, anak-anak juga mendapatkan bantuan sembako untuk mendukung kebutuhan harian mereka. “Kami ingin memastikan bahwa ketika mereka kembali ke sekolah, kebutuhan dasar sudah terpenuhi sehingga semangat belajar tetap terjaga,” imbuhnya.Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Semarang, Peni Ngesti Nugraha, turut hadir mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung. Ia mengapresiasi kolaborasi BAZNAS, Dinas Sosial, dan pihak swasta dalam meringankan beban masyarakat.“Ini sangat membantu anak-anak agar lebih siap menghadapi tahun ajaran baru,” ujar Peni.Peni menambahkan, kepedulian kepada anak-anak yatim harus terus dibangun secara berkelanjutan, baik oleh pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta.Salah satu orang tua penerima manfaat, Evi Arianti, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. “Alhamdulillah, kebutuhan sekolah anak saya sudah bisa dipenuhi. Ini sangat membantu kami yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan tersebut,” tuturnya.Khadziq Faisol menegaskan, BAZNAS Kabupaten Semarang ingin agar program seperti ini bukan hanya sekadar berbagi, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kemandirian kepada anak-anak penerima manfaat.“Dengan melibatkan anak-anak secara langsung dalam proses belanja, mereka belajar tentang prioritas, kebutuhan, dan tanggung jawab. Ini adalah langkah kecil, tapi bisa berdampak besar dalam membentuk karakter mereka di masa depan,” tegas Khadziq.Ia berharap ke depan, semakin banyak pihak yang terlibat dalam program sosial serupa, agar anak-anak dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Semarang mendapatkan peluang yang lebih baik untuk berkembang, baik dari sisi pendidikan maupun kesejahteraan.(*)
BERITA08/07/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Baznas dan Kemenag Kabupaten Semarang Gelar Peaceful Muharram untuk Yatim dan Difabel
Baznas dan Kemenag Kabupaten Semarang Gelar Peaceful Muharram untuk Yatim dan Difabel
UNGARAN, BAZNAS - Baznas Kabupaten Semarang berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang dalam kegiatan Peaceful Muharram Lebaran Yatim dan Difabel yang digelar secara daring, Jumat, 4 Juli 2025. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Semarang dan diikuti serentak di seluruh Indonesia.Acara ini diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari program Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2025.Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Semarang, Suud, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Baznas kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kami berkomitmen terus memberikan kontribusi nyata kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Suud. Menurutnya, kolaborasi semacam ini sangat penting agar lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya, terutama pada bulan Muharram yang penuh berkah. Hal senada disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Semarang, Ta’yinul Birri Bagus Nugroho, yang berharap agar bantuan tersebut bisa berkesinambungan.Di tingkat nasional, program ini juga dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI, Baznas, dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan menyalurkan dua juta paket bantuan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas. Bantuan yang diberikan meliputi santunan tunai, sembako, perlengkapan sekolah, hingga alat bantu disabilitas.Bingkisan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta kepada perwakilan anak yatim dan difabel dari 18 lembaga mitra.(sm)
BERITA05/07/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS Kabupaten Semarang Salurkan Santunan untuk 50 Anak Yatim di Masjid Agung Al Mabrur
BAZNAS Kabupaten Semarang Salurkan Santunan untuk 50 Anak Yatim di Masjid Agung Al Mabrur
UNGARAN, BAZNAS - BAZNAS Kabupaten Semarang ikut ambil bagian dalam kegiatan santunan anak yatim dan bakti sosial yang digelar di Masjid Agung Al Mabrur, Minggu 29 Juni 2025, dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1447 Hijriah.Sebanyak 50 anak yatim, piatu, dan yatim piatu menerima bantuan masing-masing sebesar Rp 500 ribu. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 25 juta.Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, mengatakan keterlibatan pihaknya dalam kegiatan ini merupakan bagian dari program Bingkisan Lebaran Yatim dan Difabel tahun 2025.“Ini bentuk nyata kepedulian dan pengelolaan zakat secara produktif. Kami apresiasi seluruh pihak yang ikut berkontribusi, semoga membawa keberkahan untuk semuanya,” ujar Faisol.Acara digelar di Masjid Agung Al Mabrur sejak pukul 07.00 WIB. Kegiatan diawali dengan istighotsah, pembacaan maulid Nabi, tausiyah Tahun Baru Islam, hingga penyerahan santunan.Ketua Takmir Masjid Agung, H Samsul Ridwan, menyebut santunan ini sebagai wujud kepedulian umat dalam menyambut Muharram, bulan yang juga dikenal sebagai “Lebaran Anak Yatim”.“Kami juga mengajak seluruh pihak untuk ikut memakmurkan masjid dengan terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan lainnya,” ucap Samsul.Dana santunan berasal dari kolaborasi banyak pihak. Selain BAZNAS Kabupaten Semarang dan UPZ Masjid Agung Al Mabrur, donatur lainnya meliputi PPTQ Al Mabrur, Majlis Al Isyroq, PWRI, IPHI, IWAPI, CV Sedap Abadi Sejahtera, dan elemen masyarakat lainnya.Kegiatan juga diramaikan dengan bazar barang layak pakai, yang dijual dengan harga antara Rp 1.000–Rp 5.000. Bazar ini terbuka untuk masyarakat umum.(sm)
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Lima Warga Reksosari Terima Bantuan Program RTLH BAZNAS, Satu Tahun Pengajuan Akhirnya Berbuah Hasil
Lima Warga Reksosari Terima Bantuan Program RTLH BAZNAS, Satu Tahun Pengajuan Akhirnya Berbuah Hasil
UNGARAN, BAZNAS – Lima warga di Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang akhirnya menerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah, Ahad 29 Juni 2025.Program ini merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem yang dilakukan Baznas melalui pemanfaatan dana zakat secara produktif dan tepat sasaran.Peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program dilakukan oleh sejumlah pihak, antara lain Kabag Logistik Polres Semarang Bambang T.A, Humas Polri Semarang Ashari, perwakilan BAZNAS Kabupaten Semarang Romdhon F, Camat Suruh Vega Lazuardi, Kapolsek Suruh Ary, serta Ketua UPZ Kecamatan Suruh.Lima rumah penerima manfaat yang dikunjungi tersebar di beberapa titik di Desa Reksosari, yakni milik Sunarti (RT 02/RW 01), Suhadi (RT 08/RW 01), Ruwati (RT 05/RW 01), Nurhudin (RT 11/RW 01), dan Asrori (RT 04/RW 01).Kelima warga penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan program RTLH yang mereka terima. Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri yang turut mendampingi kegiatan, sekaligus mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-78.“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Baznas dan Polri. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang selama ini tinggal di rumah yang tidak layak huni. Semoga Polri makin sukses dan dekat dengan masyarakat,” ujar Sunarti, salah satu penerima bantuan.Menurut Carik Desa Reksosari, Taufik, pengajuan bantuan ini sudah dilakukan sejak satu tahun yang lalu melalui mekanisme formal ke berbagai instansi.“Proposal RTLH kami ajukan sejak setahun lalu, dan melewati sejumlah tahap di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), hingga ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, sebelum akhirnya disetujui oleh Baznas Provinsi,” ujar Taufik.Setelah proses administrasi dan verifikasi selesai, bantuan senilai Rp20 juta untuk masing-masing penerima akhirnya dicairkan pada Kamis 26 Juni 2025 lalu.Terpisah Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadziq Faisol menyebut program ini adalah bentuk nyata kolaborasi antar-lembaga untuk menanggulangi kemiskinan secara terukur dan akuntabel.“Dana zakat yang dikelola Baznas diarahkan tidak hanya untuk bantuan konsumtif, tetapi juga produktif dan memberdayakan. Bantuan RTLH ini salah satu wujudnya,” tegas Faisol.(sm)
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Tokoh Haji Inspiratif 2025 Legiman dan Istri Pulang Haji, BAZNAS Kembali Berikan Apresiasi
Tokoh Haji Inspiratif 2025 Legiman dan Istri Pulang Haji, BAZNAS Kembali Berikan Apresiasi
UNGARAN, BAZNAS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang kembali menunjukkan perhatiannya kepada pasangan suami istri Legiman (66) dan Baniyah (66). Sepulang dari tanah suci Mekkah, keduanya dikunjungi langsung oleh pimpinan Baznas Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol dan HM Mufid, dalam rangka silaturahmi dan penyerahan bingkisan di kediaman mereka, Lingkungan Garung, Kelurahan Ngampin, Ambarawa, Senin 23 Juni 2025.Dalam kunjungan itu, Baznas Kabupaten Semarang memberikan bingkisan oleh-oleh haji sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan hidup dan spiritual pasangan yang dinobatkan sebagai Tokoh Haji Inspiratif 2025.Khadziq Faisol menyebut, kisah Legiman yang berprofesi sebagai pengangkut sampah selama hampir empat dekade, menabung dari hasil kerja kerasnya hingga akhirnya mampu menunaikan ibadah haji bersama istri, adalah inspirasi nyata tentang ketekunan dan keyakinan.“Kami datang bersilaturahmi sekaligus menyampaikan penghargaan atas keteladanan Pak Legiman dan Bu Baniyah. Mereka adalah simbol dari perjuangan yang tulus untuk mewujudkan cita-cita spiritual,” ujar Khadziq.Kisah Legiman sempat menarik perhatian luas saat pelepasan jemaah haji Kabupaten Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati pada 30 April 2025 lalu. Saat itu, Legiman dan istri menerima bingkisan perlengkapan haji dari Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang didampingi Wakil Bupati Nur Arifah, bersama jajaran pimpinan Baznas dan Forkompimda.Legiman mulai bekerja sebagai tukang sampah sejak 1986. Dengan penghasilan yang sangat terbatas, ia tetap tekun menyisihkan sebagian untuk ditabung demi memenuhi biaya haji, yang kala itu diperkirakan mencapai Rp50 juta untuk dua orang.“Saya hanya niat, semampunya saja. Alhamdulillah, ternyata bisa juga,” ujar Legiman saat ditemui di rumahnya.(sm)
BERITA25/06/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Baznas Kabupaten Semarang Diharapkan Mengoptimalkan Peran Pengentasan Kemiskinan
Baznas Kabupaten Semarang Diharapkan Mengoptimalkan Peran Pengentasan Kemiskinan
UNGARAN, BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang diharapkan lebih optimal mengambil peran penting dalam pengentasan kemiskinan dan masalah sosial di Kabupaten Semarang.Hal itu terungkap saat Rapat Koordinasi Penguatan Program Pemberdayaan Baznas yang digelar di Ruang Rapat Dharma Satya, Gedung B, Lantai 2, Setda Kabupaten Semarang, Senin 16 Juni 2025.Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, menyampaikan, Baznas tengah melaksanakan serangkaian program pendayagunaan dan distribusi dana ZIS (zakat, infaq, dan sedekah) untuk mendukung Pemkab Semarang dalam rangka pengentasan kemiskinan.Dalam rinciannya, Baznas tengah menyalurkan dana ZIS untuk mendukung bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatan usaha mikro, hingga penanggulangan kemiskinan dan masalah kemanusiaan.Target pengumpulan ZIS dan DSKL (dana sosial keagamaan lainnya) mencapai Rp 7,8 miliar pada tahun 2025, dan realisasi hingga Mei 2025 mencapai Rp 2,39 miliar. Sementara penyalurannya per Juni diberlakukan untuk empat program besar, yaitu Kabupaten Semarang Cerdas, Kabupaten Semarang Sehat, Kabupaten Semarang Makmur, dan Kabupaten Semarang Peduli dengan total anggaran Rp350 juta.Selain itu, Baznas juga tengah berupaya untuk menjangkau penerima yang lebih luas, mulai dari siswa miskin, kalangan disabilitas, penerima pelayanan kesehatan, penerima pelatihan keterampilan dari kelompok pengangguran terbuka, hingga masyarakat terdampak bencana. Dalam upayanya itu, Baznas sangat berharap dukungan dari semua kalangan untuk dapat melipatgandakan jumlah muzaki dari kalangan ASN, TNI, Polri, dan swasta. Jika hal itu bisa direalisasikan potensinya mencapai lebih dari 11.566 muzaki, yang dapat memberikan kontribusi zakat hingga lebih dari Rp 15 miliar per tahun.“Baznas diberi kewenangan oleh pemerintah daerah untuk turut melaksanakan program yang tengah berjalan, sehingga sinergi dan koordinasi lebih maksimal dan sasaran lebih luas. Jangan terjadi duplikasi penerima dan harus satu data yang diterima, yaitu data resmi dari pemerintah daerah,” ujar Sekda Pemkab Semarang, Djarot Supriyoto.Djarot juga meminta Baznas lebih menjaga transparansi, koordinasi, dan sinergi, sehingga penanganan pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih cepat dan merata. “Kami tengah menunggu peran Baznas untuk turut menjawab masalah kemiskinan dan masalah sosial yang tengah terjadi,” katanya.Selain Djarot, sejumlah kepala OPD juga memberikan masukan mengenai sinergi, koordinasi, dan integrasi data penerima manfaat. Dinas Sosial, misalnya, menyampaikan perlunya integrasi data disabilitas dan penerima manfaat, sehingga penyaluran lebih tepat sasaran. Barenlitbangda juga meminta sinkronisasi data mengenai stunting, kemiskinan ekstrem, dan data sosial lainnya.BPBD juga menyatakan kesiapannya bersinergi, misalnya dengan melibatkan perwakilan Baznas di tim TRC (Tim Reaksi Cepat) saat terjadi bencana, sehingga proses penanggulangan lebih maksimal.Selain itu, perwakilan dari Kecamatan Bawen juga meminta Baznas lebih hati-hati dan transparan sesuai syariat, agar kepercayaan muzaki terjaga. Dalam tanggapannya, Khadziq Faisol menyatakan, BAZNAS selalu memperhatikan aspek syariah, keamanan, dan kepatutan penggunaan dana ZIS.Rapat tersebut juga menyepakati perlunya pertemuan teknis mengenai sinkronisasi dan integrasi data yang lebih rinci, sehingga Baznas dapat lebih maksimal turut mendukung visi dan misi pemerintah daerah. “Keberhasilan pengentasan kemiskinan bukan kerja satu instansi, tapi kerja bersama. Baznas harus mewarnai proses tersebut, tanpa melalaikan kepatutan dan syariat, demi masyarakat yang lebih sejahtera,” pungkas Djarot.(sm)
BERITA17/06/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Semarang.

Lihat Daftar Rekening →