WhatsApp Icon
HUT Ke-13 BAZNAS, Wapres RI Ke-13 Resmikan Makam KH Mahfudh Salam di Fort Willem I Ambarawa Sebagai Kawasan Religi

AMBARAWA, BAZNAS - Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin mengusulkan ulama pejuang KH Mahfudh Salam untuk diajukan sebagai Pahlawan Nasional. Hal itu disampaikannya saat berziarah ke makam KH Mahfudz Salam di kompleks Benteng Willem I (Fort Willem I) Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis 29 Januari 2026.

Menurut Ma’ruf Amin, KH Mahfudh Salam merupakan tokoh yang layak memperoleh penghargaan negara atas jasa-jasanya dalam perjuangan bangsa.

“Saya kira KH Mahfudh itu orang yang pantas diajukan. Beliau adalah pejuang bangsa dan wafat dalam rangka memperjuangkan negara dan bangsa. Jadi patut kalau itu diusulkan, dan menurut saya layak,” ujar Ma’ruf Amin.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perjuangan ulama menjadi bagian penting dari sejarah kemerdekaan Indonesia. Banyak ulama, kata dia, tidak segan mengorbankan harta hingga nyawa demi mempertahankan bangsa dari penjajah.

“Ini bagian dari kehidupan ulama kita. Ada perlawanan melalui Hizbullah dan berbagai gerakan lainnya. Kiai Mahfudz menjadi saksi sejarah, bahkan syahid karena berjuang membela bangsa dan negara,” tuturnya.

Ma’ruf Amin menambahkan, keteladanan tersebut harus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini sekaligus alasan kuat bagi negara untuk memberikan penghargaan.

“Ini menjadi inspirasi kita semua untuk dikenang. Negara selayaknya memberikan penghargaan. Saya bangga sebagai santri, ternyata para kiai dan ulama banyak menorehkan sejarah yang membanggakan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ma’ruf Amin juga meresmikan makam KH Mahfudz Salam sebagai kawasan religi. Ia menilai keberadaan makam ulama pejuang di area Benteng Willem I yang telah direvitalisasi menjadi destinasi wisata heritage menghadirkan potensi perpaduan wisata sejarah dan religi di Ambarawa.

“Tempat ini bisa memadukan wisata religi dan wisata heritage. Saya kira ini punya daya tarik tersendiri dan nilainya tinggi. Harapannya wisata ini bisa terus maju,” imbuhnya.

Ziarah tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Kabupaten Semarang. Turut hadir dalam ziarah tersebut KH Ahmad Yasir perwakilan keluarga KH Mahfudh Salam dari Kajen Pati, Wakil Bupati Semarang Nur Arifah, dan sejumlah pimpinan BAZNAS Kabupaten Semarang diantaranya Khadziq Faisol (Ketua), Moch Pratomo Wibowo (Wakil Ketua II), Imam Anas Hadi (Wakil Ketua III), serta Pengasuh Ponpes Wali KH Anis Maftuhin.

Peringatan HUT ke-25 BAZNAS Kabupaten Semarang diisi berbagai kegiatan, seperti khotmil Quran 30 juz serta penyaluran bantuan sosial berupa 130 buku tata cara salat dan bantuan modal usaha produktif senilai Rp3 juta untuk pengembangan ternak lele bagi warga binaan Lapas Ambarawa.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Semarang menegaskan komitmennya dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan profesional, sekaligus memperkuat nilai keislaman, kepedulian sosial, serta penghormatan terhadap ulama pejuang bangsa.(sm)

29/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Napi Lapas Ambarawa Dapat Modal Usaha Produktif dan Buku Risalah Tata Cara Shalat dari BAZNAS

AMBARAWA, BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang menyalurkan bantuan keagamaan sekaligus pemberdayaan ekonomi bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambarawa, Kamis 29 Januari 2026. 

Bantuan tersebut diberikan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 BAZNAS Kabupaten Semarang.

Bantuan diserahkan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Semarang, Dr. H. Imam Anas Hadi, M.S.I kepada Kepala Lapas Kelas IIA Ambarawa, Subakdo Wulandoro. 

Paket bantuan meliputi buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap, Al-Qur’an, serta kitab Maulid Diba’i untuk mendukung pembinaan spiritual para warga binaan.

Tak hanya itu, BAZNAS juga menyalurkan bantuan modal usaha produktif untuk mendukung pengembangan ternak lele sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi. 

Program tersebut diharapkan dapat membekali keterampilan bagi warga binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pidana.

Imam Anas Hadi menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan.

“Selain memperkuat pembinaan keagamaan, kami juga ingin mendorong kemandirian melalui program usaha produktif. Harapannya, warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Subakdo Wulandoro mengapresiasi dukungan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Semarang. 

Menurutnya, bantuan tersebut akan memperkuat program pembinaan mental dan spiritual di Lapas yang saat ini dihuni sekitar 400 warga binaan.

Kehadiran buku-buku keagamaan diharapkan dapat menambah semangat warga binaan dalam memperdalam pengetahuan agama serta mempersiapkan diri menyambut bulan suci. (sm)

29/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS, Kemenag, dan BWI Teken MoU ZISWAF, Begini Skema Kerja Samanya

BAZNAS, UNGARAN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang menegaskan komitmennya memperluas pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah melalui penguatan wakaf produktif. 

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Semarang, Selasa, 27 Januari 2026, di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Semarang Jl. Candi Asri Raya Ungaran.

Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, H. Khadziq Faisol, mengatakan integrasi ZIS dan wakaf menjadi langkah strategis untuk memperbesar dampak sosial dan ekonomi umat. 

“Selama ini zakat, infak, dan sedekah lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan sosial langsung. Melalui kerja sama ini, BAZNAS mendorong agar dana ZIS juga bisa menopang wakaf produktif sehingga manfaatnya berkelanjutan dan berdampak ekonomi,” kata Faisol.

Nota kesepahaman ini juga menjadi dasar penguatan tata kelola dan kepastian hukum. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, H. Ta’yinul Biri Bagus Nugroho, menyebut MoU tersebut sebagai payung koordinasi antar-lembaga. 

“MoU ini menjadi payung sinergi agar pengelolaan zakat dan wakaf berjalan sesuai regulasi, tertib administrasi, serta memberi kepastian hukum bagi para pengelola,” katanya.

Sementara itu, Ketua BWI Perwakilan Kabupaten Semarang, Drs. H. Saefudin, menilai keterlibatan BAZNAS akan memperkuat pengembangan wakaf produktif. 

“Wakaf produktif membutuhkan dukungan pendanaan dan pengelolaan yang profesional. Kolaborasi dengan BAZNAS membuka peluang integrasi zakat dan wakaf tanpa mengubah prinsip dasar masing-masing,” ujarnya.(hm)

28/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Pelatihan Vokasi Menjahit BAZNAS-Paragon Usai, Peserta Mulai Masuk Perusahaan Mitra

UNGARAN, BAZNAS — Upaya penguatan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah memasuki tahap baru setelah selesainya Pelatihan Vokasi Operator Garment hasil kolaborasi BAZNAS RI dan PT Paragon Technology and Innovation.

Kegiatan yang digelar di Aula BLK Komunitas PC Muslimat NU Kabupaten Semarang, Sabtu 6 Desember 2026, menjadi bagian dari Paradaya Movement—gerakan zakat perusahaan PT Paragon yang mendorong mustahik naik kelas hingga siap memasuki dunia kerja.

Paradaya Movement merupakan program kolaboratif yang menyalurkan dana zakat perusahaan untuk pelatihan soft skill, vokasi, pendampingan, hingga penempatan kerja. Gerakan ini berjalan melalui kerja sama dengan berbagai Organisasi Pengelola Zakat (OPZ), salah satunya BAZNAS RI. Fokusnya adalah percepatan kemandirian mustahik melalui jalur keterampilan dan kesempatan kerja di sektor industri garmen.

Tahun 2025, BAZNAS RI bersama PT Paragon kembali menyelenggarakan Pelatihan Vokasi Operator Garment di Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal dengan total peserta 135 orang.

Program ini didukung dana zakat perusahaan sebesar Rp500 juta. Sebanyak 70 peserta mengikuti pelatihan di Kabupaten Semarang melalui BAZNAS Kabupaten Semarang, dan 65 peserta di Kabupaten Kendal melalui BAZNAS Kabupaten Kendal.

Pelatihan berlangsung selama 18 hari, dari 10–29 November 2025, setiap Senin hingga Sabtu pukul 08.00–17.00 WIB. Para peserta mendapatkan fasilitas materi, bahan praktik, konsumsi, sertifikat pelatihan, uang saku, serta pendampingan untuk masuk ke perusahaan-perusahaan garmen di wilayah Kabupaten Semarang dan Kendal.

Hasilnya, 26 peserta di Kabupaten Semarang sudah diterima bekerja di perusahaan mitra, di antaranya Sumber Bintang Rezeki (8 orang), ISG (9), Sam Sam Jaya (6), dan Fast Fashion (3). Sementara 44 peserta lainnya masih menjalani proses seleksi bersama perusahaan mitra.

Dalam sambutan Bupati Semarang yang dibacakan Wakil Bupati Hj. Nur Arifah, pemerintah daerah mengapresiasi kolaborasi antara BAZNAS, PT Paragon melalui Paradaya Movement, BLKK PC Muslimat NU, serta seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan pelatihan ini.

“Pelatihan ini tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga membuka pintu baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keterampilan menjahit saat ini menjadi peluang besar untuk memperoleh pekerjaan yang layak, bahkan mengembangkan usaha mandiri,” ujarnya.

Ia juga menyoroti komitmen peserta yang telah mengikuti 72 jam pembelajaran, yang menunjukkan disiplin dan semangat untuk meningkatkan kualitas diri. Pemerintah daerah turut menyambut baik langkah BAZNAS Kabupaten Semarang yang mendampingi peserta hingga proses masuk ke perusahaan.

“Sertifikat pelatihan merupakan modal awal untuk memasuki dunia kerja. Saya berharap keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dunia fashion dan garmen terus berkembang, karena itu para peserta harus terus belajar dan membangun kualitas serta kepercayaan diri,” kata Arifah.

Penutupan kegiatan dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Dr. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Agus Siswanto, M.AP, jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Semarang, serta perwakilan perusahaan mitra.

Program ini diharapkan mampu mempercepat transformasi mustahik dari penerima zakat menjadi individu mandiri dengan keterampilan yang dibutuhkan industri, serta memperluas akses kerja bagi masyarakat produktif di Kabupaten Semarang dan Kendal.(*)

08/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Balai Ternas BAZNAS di Kesongo Diresmikan, Dorong Penguatan Ekonomi Mustahik

UNGARAN, BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Semarang meresmikan Balai Ternak Menda Ngrembaka Kesongo di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, pada Sabtu 6 Desember 2025.

Program ini ditujukan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi mustahik serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Semarang.

Deputi II BAZNAS RI, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., menyampaikan bahwa balai ternak merupakan salah satu program jangka panjang BAZNAS dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat miskin. Menurutnya, program ini terbukti efektif karena memiliki potensi pengembangan dan pemasaran yang luas.

“Balai ternak yang kita resmikan hari ini adalah yang ke-55 dari 63 balai ternak yang sedang berproses, masih ada 8 lagi yang sedang menunggu,” ujarnya.

Imdadun mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, BAZNAS provinsi dan kabupaten, serta masyarakat setempat yang memungkinkan berjalannya program ini. Ia berharap keberadaan balai ternak dapat memberi manfaat jangka panjang bagi mustahik di Kabupaten Semarang.

“Mudahan-mudahan balai ternak ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Saya mengajak semua mitra BAZNAS untuk menyukseskan program pemberdayaan ini sehingga mustahik dapat terangkat statusnya menjadi muzaki,” katanya.

Ia turut berpesan kepada jajaran pemerintahan daerah, kepolisian, dan TNI agar memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Wakil Bupati Semarang, Dra. Hj. Nur Arifah, menilai bahwa program balai ternak menjadi bukti bahwa zakat dapat berperan kuat dalam mendorong kemandirian mustahik. “Balai ternak domba di Dusun Randusari ini saya harapkan menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat, bukan hanya tempat beternak tetapi juga pusat belajar membangun usaha,” ujarnya.

Balai Ternak Kesongo menerima 285 ekor domba untuk dikelola. Selain memberikan bantuan ternak, BAZNAS RI juga mengirim pendamping untuk menguatkan manajemen kelompok hingga pemasaran produk.

Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Drs. H. M. Zain Yusuf, M.M., menyampaikan terima kasih atas dukungan BAZNAS RI terhadap berbagai program pemberdayaan di Jawa Tengah, termasuk 18 balai ternak ayam dan kambing, 250 gerobak Z-Chicken, serta Z-Coffee, Z-Mart, dan Z-Auto.

“Semoga program ini berkelanjutan dan bisa mensuport desa-desa lainnya,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadziq Faisol, S.Sos.; Anggota DPRD Kabupaten Semarang; Pimpinan BAZNAS Kabupaten Salatiga; Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Nasional; Kakankemenag Kabupaten Semarang; kepala OPD terkait; FORKOPIMCAM; perangkat desa; tokoh masyarakat; serta undangan lainnya.(*)

08/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang

Berita Terbaru

Ajak Anak Yatim Jatijajar Belanja Langsung di Swalayan, BAZNAS: Belajar Kelola Keuangan
Ajak Anak Yatim Jatijajar Belanja Langsung di Swalayan, BAZNAS: Belajar Kelola Keuangan
UNGARAN, BAZNAS – Menjelang tahun ajaran baru 2025/2026, BAZNAS Kabupaten Semarang berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Semarang dan Swalayan Luwes Ungaran menggelar kegiatan santunan dan belanja kebutuhan sekolah bagi 18 anak yatim di Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), terutama anak-anak dari kawasan Dusun Tegal Panas, Jatijajar, yang terdampak lingkungan kurang sehat dan hidup dalam keterbatasan ekonomi.Anak-anak yatim tersebut, dengan pendampingan ibu atau perwakilan keluarga, diajak berbelanja langsung ke Swalayan Luwes. Setiap anak menerima bantuan senilai Rp500 ribu yang terdiri dari Rp350 ribu untuk peralatan sekolah dan Rp150 ribu untuk pembelian sembako.Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, menegaskan bahwa model santunan ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan bagi anak-anak yatim agar lebih mandiri dan memiliki pengalaman dalam mengelola uang.“Belanja langsung oleh anak-anak yatim ini sekaligus untuk belajar mengelola keuangan. Mereka bisa memilih kebutuhan sekolah sesuai keinginan, dan di saat yang sama, belajar memutuskan mana yang menjadi prioritas,” ujar Khadziq Faisol di sela kegiatan, Senin 7 Juli 2025.Kegiatan ini menyasar anak-anak dari Dusun Tegal Panas, Jatijajar, yang sehari-harinya menghadapi tantangan sosial dan lingkungan. Meski tetap bersekolah, banyak di antara mereka yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan bantuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan maupun kesejahteraan hidup.Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah, menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan data anak yatim, piatu, dan yatim piatu di wilayahnya agar bantuan sosial dapat menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan.“Pemerintah Kabupaten Semarang secara bertahap terus menyalurkan berbagai bantuan sosial, termasuk kepada anak-anak yatim di luar panti asuhan. Tidak hanya melalui kegiatan ini, tapi juga lewat berbagai program bantuan sosial lainnya,” kata Istichomah.Selain kebutuhan pendidikan, anak-anak juga mendapatkan bantuan sembako untuk mendukung kebutuhan harian mereka. “Kami ingin memastikan bahwa ketika mereka kembali ke sekolah, kebutuhan dasar sudah terpenuhi sehingga semangat belajar tetap terjaga,” imbuhnya.Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Semarang, Peni Ngesti Nugraha, turut hadir mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung. Ia mengapresiasi kolaborasi BAZNAS, Dinas Sosial, dan pihak swasta dalam meringankan beban masyarakat.“Ini sangat membantu anak-anak agar lebih siap menghadapi tahun ajaran baru,” ujar Peni.Peni menambahkan, kepedulian kepada anak-anak yatim harus terus dibangun secara berkelanjutan, baik oleh pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta.Salah satu orang tua penerima manfaat, Evi Arianti, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. “Alhamdulillah, kebutuhan sekolah anak saya sudah bisa dipenuhi. Ini sangat membantu kami yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan tersebut,” tuturnya.Khadziq Faisol menegaskan, BAZNAS Kabupaten Semarang ingin agar program seperti ini bukan hanya sekadar berbagi, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kemandirian kepada anak-anak penerima manfaat.“Dengan melibatkan anak-anak secara langsung dalam proses belanja, mereka belajar tentang prioritas, kebutuhan, dan tanggung jawab. Ini adalah langkah kecil, tapi bisa berdampak besar dalam membentuk karakter mereka di masa depan,” tegas Khadziq.Ia berharap ke depan, semakin banyak pihak yang terlibat dalam program sosial serupa, agar anak-anak dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Semarang mendapatkan peluang yang lebih baik untuk berkembang, baik dari sisi pendidikan maupun kesejahteraan.(*)
BERITA08/07/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Baznas dan Kemenag Kabupaten Semarang Gelar Peaceful Muharram untuk Yatim dan Difabel
Baznas dan Kemenag Kabupaten Semarang Gelar Peaceful Muharram untuk Yatim dan Difabel
UNGARAN, BAZNAS - Baznas Kabupaten Semarang berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang dalam kegiatan Peaceful Muharram Lebaran Yatim dan Difabel yang digelar secara daring, Jumat, 4 Juli 2025. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Semarang dan diikuti serentak di seluruh Indonesia.Acara ini diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari program Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2025.Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Semarang, Suud, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Baznas kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kami berkomitmen terus memberikan kontribusi nyata kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Suud. Menurutnya, kolaborasi semacam ini sangat penting agar lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya, terutama pada bulan Muharram yang penuh berkah. Hal senada disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Semarang, Ta’yinul Birri Bagus Nugroho, yang berharap agar bantuan tersebut bisa berkesinambungan.Di tingkat nasional, program ini juga dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI, Baznas, dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan menyalurkan dua juta paket bantuan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas. Bantuan yang diberikan meliputi santunan tunai, sembako, perlengkapan sekolah, hingga alat bantu disabilitas.Bingkisan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta kepada perwakilan anak yatim dan difabel dari 18 lembaga mitra.(sm)
BERITA05/07/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS Kabupaten Semarang Salurkan Santunan untuk 50 Anak Yatim di Masjid Agung Al Mabrur
BAZNAS Kabupaten Semarang Salurkan Santunan untuk 50 Anak Yatim di Masjid Agung Al Mabrur
UNGARAN, BAZNAS - BAZNAS Kabupaten Semarang ikut ambil bagian dalam kegiatan santunan anak yatim dan bakti sosial yang digelar di Masjid Agung Al Mabrur, Minggu 29 Juni 2025, dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1447 Hijriah.Sebanyak 50 anak yatim, piatu, dan yatim piatu menerima bantuan masing-masing sebesar Rp 500 ribu. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 25 juta.Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, mengatakan keterlibatan pihaknya dalam kegiatan ini merupakan bagian dari program Bingkisan Lebaran Yatim dan Difabel tahun 2025.“Ini bentuk nyata kepedulian dan pengelolaan zakat secara produktif. Kami apresiasi seluruh pihak yang ikut berkontribusi, semoga membawa keberkahan untuk semuanya,” ujar Faisol.Acara digelar di Masjid Agung Al Mabrur sejak pukul 07.00 WIB. Kegiatan diawali dengan istighotsah, pembacaan maulid Nabi, tausiyah Tahun Baru Islam, hingga penyerahan santunan.Ketua Takmir Masjid Agung, H Samsul Ridwan, menyebut santunan ini sebagai wujud kepedulian umat dalam menyambut Muharram, bulan yang juga dikenal sebagai “Lebaran Anak Yatim”.“Kami juga mengajak seluruh pihak untuk ikut memakmurkan masjid dengan terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan lainnya,” ucap Samsul.Dana santunan berasal dari kolaborasi banyak pihak. Selain BAZNAS Kabupaten Semarang dan UPZ Masjid Agung Al Mabrur, donatur lainnya meliputi PPTQ Al Mabrur, Majlis Al Isyroq, PWRI, IPHI, IWAPI, CV Sedap Abadi Sejahtera, dan elemen masyarakat lainnya.Kegiatan juga diramaikan dengan bazar barang layak pakai, yang dijual dengan harga antara Rp 1.000–Rp 5.000. Bazar ini terbuka untuk masyarakat umum.(sm)
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Lima Warga Reksosari Terima Bantuan Program RTLH BAZNAS, Satu Tahun Pengajuan Akhirnya Berbuah Hasil
Lima Warga Reksosari Terima Bantuan Program RTLH BAZNAS, Satu Tahun Pengajuan Akhirnya Berbuah Hasil
UNGARAN, BAZNAS – Lima warga di Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang akhirnya menerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah, Ahad 29 Juni 2025.Program ini merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem yang dilakukan Baznas melalui pemanfaatan dana zakat secara produktif dan tepat sasaran.Peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program dilakukan oleh sejumlah pihak, antara lain Kabag Logistik Polres Semarang Bambang T.A, Humas Polri Semarang Ashari, perwakilan BAZNAS Kabupaten Semarang Romdhon F, Camat Suruh Vega Lazuardi, Kapolsek Suruh Ary, serta Ketua UPZ Kecamatan Suruh.Lima rumah penerima manfaat yang dikunjungi tersebar di beberapa titik di Desa Reksosari, yakni milik Sunarti (RT 02/RW 01), Suhadi (RT 08/RW 01), Ruwati (RT 05/RW 01), Nurhudin (RT 11/RW 01), dan Asrori (RT 04/RW 01).Kelima warga penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan program RTLH yang mereka terima. Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri yang turut mendampingi kegiatan, sekaligus mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-78.“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Baznas dan Polri. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang selama ini tinggal di rumah yang tidak layak huni. Semoga Polri makin sukses dan dekat dengan masyarakat,” ujar Sunarti, salah satu penerima bantuan.Menurut Carik Desa Reksosari, Taufik, pengajuan bantuan ini sudah dilakukan sejak satu tahun yang lalu melalui mekanisme formal ke berbagai instansi.“Proposal RTLH kami ajukan sejak setahun lalu, dan melewati sejumlah tahap di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), hingga ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, sebelum akhirnya disetujui oleh Baznas Provinsi,” ujar Taufik.Setelah proses administrasi dan verifikasi selesai, bantuan senilai Rp20 juta untuk masing-masing penerima akhirnya dicairkan pada Kamis 26 Juni 2025 lalu.Terpisah Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadziq Faisol menyebut program ini adalah bentuk nyata kolaborasi antar-lembaga untuk menanggulangi kemiskinan secara terukur dan akuntabel.“Dana zakat yang dikelola Baznas diarahkan tidak hanya untuk bantuan konsumtif, tetapi juga produktif dan memberdayakan. Bantuan RTLH ini salah satu wujudnya,” tegas Faisol.(sm)
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Tokoh Haji Inspiratif 2025 Legiman dan Istri Pulang Haji, BAZNAS Kembali Berikan Apresiasi
Tokoh Haji Inspiratif 2025 Legiman dan Istri Pulang Haji, BAZNAS Kembali Berikan Apresiasi
UNGARAN, BAZNAS – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang kembali menunjukkan perhatiannya kepada pasangan suami istri Legiman (66) dan Baniyah (66). Sepulang dari tanah suci Mekkah, keduanya dikunjungi langsung oleh pimpinan Baznas Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol dan HM Mufid, dalam rangka silaturahmi dan penyerahan bingkisan di kediaman mereka, Lingkungan Garung, Kelurahan Ngampin, Ambarawa, Senin 23 Juni 2025.Dalam kunjungan itu, Baznas Kabupaten Semarang memberikan bingkisan oleh-oleh haji sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan hidup dan spiritual pasangan yang dinobatkan sebagai Tokoh Haji Inspiratif 2025.Khadziq Faisol menyebut, kisah Legiman yang berprofesi sebagai pengangkut sampah selama hampir empat dekade, menabung dari hasil kerja kerasnya hingga akhirnya mampu menunaikan ibadah haji bersama istri, adalah inspirasi nyata tentang ketekunan dan keyakinan.“Kami datang bersilaturahmi sekaligus menyampaikan penghargaan atas keteladanan Pak Legiman dan Bu Baniyah. Mereka adalah simbol dari perjuangan yang tulus untuk mewujudkan cita-cita spiritual,” ujar Khadziq.Kisah Legiman sempat menarik perhatian luas saat pelepasan jemaah haji Kabupaten Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati pada 30 April 2025 lalu. Saat itu, Legiman dan istri menerima bingkisan perlengkapan haji dari Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang didampingi Wakil Bupati Nur Arifah, bersama jajaran pimpinan Baznas dan Forkompimda.Legiman mulai bekerja sebagai tukang sampah sejak 1986. Dengan penghasilan yang sangat terbatas, ia tetap tekun menyisihkan sebagian untuk ditabung demi memenuhi biaya haji, yang kala itu diperkirakan mencapai Rp50 juta untuk dua orang.“Saya hanya niat, semampunya saja. Alhamdulillah, ternyata bisa juga,” ujar Legiman saat ditemui di rumahnya.(sm)
BERITA25/06/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Baznas Kabupaten Semarang Diharapkan Mengoptimalkan Peran Pengentasan Kemiskinan
Baznas Kabupaten Semarang Diharapkan Mengoptimalkan Peran Pengentasan Kemiskinan
UNGARAN, BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang diharapkan lebih optimal mengambil peran penting dalam pengentasan kemiskinan dan masalah sosial di Kabupaten Semarang.Hal itu terungkap saat Rapat Koordinasi Penguatan Program Pemberdayaan Baznas yang digelar di Ruang Rapat Dharma Satya, Gedung B, Lantai 2, Setda Kabupaten Semarang, Senin 16 Juni 2025.Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, menyampaikan, Baznas tengah melaksanakan serangkaian program pendayagunaan dan distribusi dana ZIS (zakat, infaq, dan sedekah) untuk mendukung Pemkab Semarang dalam rangka pengentasan kemiskinan.Dalam rinciannya, Baznas tengah menyalurkan dana ZIS untuk mendukung bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatan usaha mikro, hingga penanggulangan kemiskinan dan masalah kemanusiaan.Target pengumpulan ZIS dan DSKL (dana sosial keagamaan lainnya) mencapai Rp 7,8 miliar pada tahun 2025, dan realisasi hingga Mei 2025 mencapai Rp 2,39 miliar. Sementara penyalurannya per Juni diberlakukan untuk empat program besar, yaitu Kabupaten Semarang Cerdas, Kabupaten Semarang Sehat, Kabupaten Semarang Makmur, dan Kabupaten Semarang Peduli dengan total anggaran Rp350 juta.Selain itu, Baznas juga tengah berupaya untuk menjangkau penerima yang lebih luas, mulai dari siswa miskin, kalangan disabilitas, penerima pelayanan kesehatan, penerima pelatihan keterampilan dari kelompok pengangguran terbuka, hingga masyarakat terdampak bencana. Dalam upayanya itu, Baznas sangat berharap dukungan dari semua kalangan untuk dapat melipatgandakan jumlah muzaki dari kalangan ASN, TNI, Polri, dan swasta. Jika hal itu bisa direalisasikan potensinya mencapai lebih dari 11.566 muzaki, yang dapat memberikan kontribusi zakat hingga lebih dari Rp 15 miliar per tahun.“Baznas diberi kewenangan oleh pemerintah daerah untuk turut melaksanakan program yang tengah berjalan, sehingga sinergi dan koordinasi lebih maksimal dan sasaran lebih luas. Jangan terjadi duplikasi penerima dan harus satu data yang diterima, yaitu data resmi dari pemerintah daerah,” ujar Sekda Pemkab Semarang, Djarot Supriyoto.Djarot juga meminta Baznas lebih menjaga transparansi, koordinasi, dan sinergi, sehingga penanganan pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih cepat dan merata. “Kami tengah menunggu peran Baznas untuk turut menjawab masalah kemiskinan dan masalah sosial yang tengah terjadi,” katanya.Selain Djarot, sejumlah kepala OPD juga memberikan masukan mengenai sinergi, koordinasi, dan integrasi data penerima manfaat. Dinas Sosial, misalnya, menyampaikan perlunya integrasi data disabilitas dan penerima manfaat, sehingga penyaluran lebih tepat sasaran. Barenlitbangda juga meminta sinkronisasi data mengenai stunting, kemiskinan ekstrem, dan data sosial lainnya.BPBD juga menyatakan kesiapannya bersinergi, misalnya dengan melibatkan perwakilan Baznas di tim TRC (Tim Reaksi Cepat) saat terjadi bencana, sehingga proses penanggulangan lebih maksimal.Selain itu, perwakilan dari Kecamatan Bawen juga meminta Baznas lebih hati-hati dan transparan sesuai syariat, agar kepercayaan muzaki terjaga. Dalam tanggapannya, Khadziq Faisol menyatakan, BAZNAS selalu memperhatikan aspek syariah, keamanan, dan kepatutan penggunaan dana ZIS.Rapat tersebut juga menyepakati perlunya pertemuan teknis mengenai sinkronisasi dan integrasi data yang lebih rinci, sehingga Baznas dapat lebih maksimal turut mendukung visi dan misi pemerintah daerah. “Keberhasilan pengentasan kemiskinan bukan kerja satu instansi, tapi kerja bersama. Baznas harus mewarnai proses tersebut, tanpa melalaikan kepatutan dan syariat, demi masyarakat yang lebih sejahtera,” pungkas Djarot.(sm)
BERITA17/06/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Tingkatkan Kompetensi Juru Sembelih, MUI dan BAZNAS Kabupaten Semarang Gelar Pelatihan Penyembelihan Syar'i
Tingkatkan Kompetensi Juru Sembelih, MUI dan BAZNAS Kabupaten Semarang Gelar Pelatihan Penyembelihan Syar'i
UNGARAN, BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar pelatihan juru sembelih halal (Juleha) pada Ahad 1 Juni 2025, bertempat di Gedung Al Maksum, kompleks Pondok Pesantren Bina Ulama Qurani (BUQ) Rowopolo, Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang.Pelatihan bertajuk “Meningkatkan Kompetensi Juru Sembelih yang Profesional dan Sesuai Syariah” ini diikuti oleh sekitar 200 peserta yang berasal dari berbagai kalangan. Mereka terdiri dari petugas juru sembelih Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU), pengurus masjid dan mushola yang rutin melaksanakan penyembelihan hewan kurban, perwakilan instansi pemerintah, organisasi masyarakat Islam, lembaga pendidikan, serta masyarakat umum yang berminat menjadi juru sembelih halal.Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadiq Faisol, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tata cara penyembelihan hewan secara syar’i.“Kurban adalah ibadah yang tidak hanya memerlukan keikhlasan, tetapi juga harus dilakukan dengan cara yang benar menurut syariat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa para juru sembelih memahami tanggung jawab mereka, tidak hanya secara teknis tapi juga secara spiritual,” ujar FaisolKegiatan pelatihan dikemas dalam metode ceramah, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi, dan praktik langsung penyembelihan. Para peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber yang kompeten, di antaranya dari Komisi Fatwa MUI, Dinas Peternakan, praktisi dari RPH/RPU, serta trainer profesional penyembelihan syar’i.Materi pelatihan meliputi fiqih kurban, fikih penyembelihan dalam Islam, etika dan adab juru sembelih, pemilihan hewan kurban yang memenuhi syarat, persiapan alat penyembelihan sesuai syariat, manajemen dan penanganan daging hewan, serta kesehatan hewan kurban.Ketua MUI Kabupaten Semarang, KH Fatkhurrohman Tohir, menegaskan pentingnya aspek kehalalan dan thayyiban dalam proses penyembelihan.“Penyembelihan yang benar itu bukan sekadar memotong leher hewan. Ada ketentuan syariat yang harus dipatuhi. Kalau salah dalam menyembelih, bukan hanya dagingnya yang tidak halal, tapi juga bisa merusak kepercayaan masyarakat,” tegas KH Fatkhurrohman.Dengan diselenggarakannya pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep penyembelihan halal secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung di lapangan, khususnya menjelang pelaksanaan ibadah kurban Idul Adha.Di akhir pelatihan, seluruh peserta memperoleh sertifikat sebagai bukti kompetensi mereka dalam penyembelihan hewan secara syar’i.“Ke depan, kami berharap seluruh masjid dan mushola di Kabupaten Semarang dapat memberdayakan juru sembelih bersertifikat, agar pelaksanaan kurban berjalan sesuai dengan tuntunan syariat dan menjaga kualitas daging yang dibagikan kepada masyarakat,” tutur Khadiq Faisol.(sm)
BERITA02/06/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Kemenag Kabupaten Semarang Komitmen Terdepan dalam Pengumpulan Zakat di BAZNAS
Kemenag Kabupaten Semarang Komitmen Terdepan dalam Pengumpulan Zakat di BAZNAS
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-font-kerning:1.0pt; mso-ligatures:standardcontextual;} UNGARAN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Sinergi Optimalisasi Pengelolaan Zakat", Rabu 28 Mei 2025 di Aula Kantor BAZNAS, Ungaran. Acara ini menjadi forum strategis dalam menguatkan kolaborasi pengelolaan zakat, terutama peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Kemenag. FGD dihadiri oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Semarang H. Ta’yinul Biri Bagus Nugroho dan Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadziq Faisol sebagai pemateri utama. Turut hadir Gara Zawa (Penyelenggara Zakat Wakaf) Kemenag Kabupaten Semarang Chambali, Ketua UPZ Kemenag H. Murtadho, Ketua DPD AGPAII Kabupaten Semarang Dr. Amin Nurbaedi, serta Ketua UPZ AGPAII. Dalam paparannya, Kakan Kemenag H. Ta’yinul Biri Bagus Nugroho menekankan pentingnya kesadaran berzakat sejak dini, khususnya bagi guru-guru di bawah naungan Kemenag. Ia mengungkapkan, dari sekitar 400 ASN di lingkungan Kemenag Kabuoaten Semarang termasuk Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), terdapat potensi zakat mencapai Rp1,8 miliar, termasuk Rp100 juta yang dapat dihimpun dari para Guru PAI yang tergabung dalam GPAI. "Kami mengimbau agar para ASN, termasuk PPPK, mulai berzakat sejak awal penggajian, bahkan termasuk dari THR dan gaji ke-13. Kami juga mendorong agar UPZ segera membuat surat edaran untuk memperkuat imbauan ini,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa Kemenag berkomitmen tidak mengelola dana zakat secara langsung, tetapi mendukung penuh pengelolaannya melalui BAZNAS. "Kami meng-endors BAZNAS sebagai lembaga resmi. Tujuan kami jelas: UPZ tidak mengelola keuangan sendiri, tapi menjadi pengumpul yang terhubung langsung dengan BAZNAS,” tambahnya. Bagus juga menyoroti perlunya panduan resmi dalam menghitung zakat serta sosialisasi menyeluruh ke seluruh lembaga pendidikan. “Beberapa guru sebenarnya sudah mampu berzakat, namun belum tersosialisasi dengan baik. Di sisi lain, belum ada panduan resmi dalam menghitung zakat penghasilan,” ujarnya. Gara Zawa Kemenag Kabupaten Semarang, Chambali menggarisbawahi pentingnya peran Kemenag sebagai pionir zakat. “Kami merasa menjadi beban kalau tidak berada di garis depan, karena cikal bakal BAZNAS ya dari Kemenag, ” ucapnya. Zakat yang dikelola oleh UPZ Kemenag, kata Chambali, selama ini sangat membantu operasional sejumlah lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag, terutama madrasah swasta. Chambali mencontohkan pengalaman di Boyolali, di mana zakat gaji ASN sepenuhnya disalurkan melalui BAZNAS tanpa kendala. Namun, saat zakat tunjangan kinerja (Tukin) dibebankan juga, sejumlah madrasah swasta mulai merasa berat karena ketergantungan terhadap dana tersebut untuk operasional. "Setelah melalui proses evaluasi dan penilaian, akhirnya zakat Tukin diperbolehkan dikelola UPZ Kemenag dengan sistem pembagian 30:70. Ini sinergi yang baik antara BAZNAS dan Kemenag,” terangnya. Ketua UPZ Kemenag H. Murtadho menjelaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen terus menggali potensi zakat dari para ASN di lingkungan Kemenag. Salah satunya adalah mengelola zakat dari para guru PAI penerima tunjangan profesi guru (TPG) . “Begitu mereka menerima TPG, kami langsung lampirkan form kesediaan berzakat 2,5 persen ke BAZNAS,” ujarnya. Senada, Dr. Amin Nurbaedi dari AGPAII melaporkan bahwa tahun 2024 telah terjalin kerja sama produktif antara GPAI dan BAZNAS. “ Dengan dukungan BAZNAS kita telah mengirim 160 guru untuk mengikuti PPG di UIN Walisongo, tinggal menunggu pengukuhan. Kami mohon Pak Murtadho dapat menginventarisasi ulang nama-nama GPAI penerima PPG untuk data zakatnya,” pintanya. Ia menegaskan bahwa UPZ GPAI tidak bersaing dengan UPZ Kemenag. “Kami bukan rival, justru mitra sinergis. Kami komitmen mendukung program zakat BAZNAS secara maksimal,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi program keagamaan: “Kita di Kemenag tengah berupaya menuntaskan buta baca Al-Qur’an. Karena faktanya, 60 persen siswa SD dan SMP di Kabupaten Semarang belum bisa baca Al-Qur’an,” tegasnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, H. Khadiq Faisol, menyambut baik seluruh masukan dan komitmen dari Kemenag. Ia menjanjikan bahwa dalam satu hingga dua minggu ke depan, pihaknya akan melakukan koordinasi lanjutan melalui mini-FGD dengan UPZ dan Gara Zawa. “Tinggal membawa rekomendasi yang dibutuhkan untuk optimalisasi pengelolaan zakat. Kami sangat terbuka untuk sinergi strategis agar zakat yang terhimpun semakin besar dan manfaatnya lebih terasa luas,” pungkasnya.(sm)
BERITA02/06/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Pemprov Jateng Targetkan 56.424 Jamban Sehat untuk Warga Miskin, BAZNAS Kabupaten Semarang Siap Berkontribusi
Pemprov Jateng Targetkan 56.424 Jamban Sehat untuk Warga Miskin, BAZNAS Kabupaten Semarang Siap Berkontribusi
UNGARAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memprogramkan pembangunan 56.424 unit jamban sehat bagi keluarga miskin selama lima tahun ke depan. Menyikapi hal itu, BAZNAS Kabupaten Semarang menyatakan siap berkontribusi melalui alokasi anggaran sebesar Rp222 juta pada tahun 2025.Komitmen tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadzik Faisol, usai Rapat Koordinasi Program Jamban Keluarga Miskin Provinsi Jawa Tengah 2025, melalui zoom meeting, Kamis 15 Mei 2025, yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.Faisol menjelaskan bahwa anggaran tersebut telah tercantum dalam Program Kabupaten Semarang Sehat melalui RKAT 2025. “Bantuan jambanisasi akan diberikan kepada 111 keluarga tidak mampu, terdiri dari 60 asnaf fakir dan 51 asnaf miskin. Per unitnya senilai Rp2 juta,” jelasnya.BAZNAS Kabupaten Semarang juga siap menyelaraskan sasarannya dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sebagaimana arahan dari Dinkes Jateng. Namun, Faisol menggarisbawahi bahwa realisasi bantuan sangat bergantung pada capaian pengumpulan zakat, infak, dan sedekah tahun ini, yang ditargetkan sebesar Rp7,8 miliar.“Kami mengimbau para muzaki di Kabupaten Semarang untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS. Setiap rupiah zakat yang disalurkan akan sangat berdampak pada upaya pengentasan kemiskinan,” ujarnya.Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa di Kabupaten Semarang masih terdapat 385 kepala keluarga miskin yang belum memiliki akses terhadap jamban sehat. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan 430 unit jamban sehat sepanjang tahun 2025, dengan skema pembiayaan dari Dana Desa (347 unit), program Sanimas APBN (78 unit), dan APBD Kabupaten Semarang (5 unit).Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, menegaskan pentingnya akses jamban sehat untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Ia mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat miskin yang belum memiliki jamban pribadi maupun komunal, sehingga berpotensi kembali pada praktik buang air besar sembarangan (BABS).“Lingkungan yang tidak sehat karena tidak adanya jamban, air bersih, dan pengelolaan limbah sangat berkontribusi terhadap munculnya penyakit hingga kematian,” ujar Yunita.Ia menambahkan, Pemprov Jateng saat ini sedang menjalankan 22 program intervensi PHBS bersama berbagai lembaga dan pihak swasta, termasuk BAZNAS. Targetnya, seluruh keluarga miskin di Jawa Tengah akan memiliki jamban sehat dalam lima tahun ke depan. Dengan kebutuhan anggaran Rp6,3 juta per unit, total dana yang diperlukan mencapai Rp359 miliar.(sm)
BERITA16/05/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Tiga Warga Difabel Dapat Alat Bantu dari BAZNAS Kabupaten Semarang: "Terima Kasih, Saya Bisa Bergerak Lagi"
Tiga Warga Difabel Dapat Alat Bantu dari BAZNAS Kabupaten Semarang: "Terima Kasih, Saya Bisa Bergerak Lagi"
UNGARAN – Tiga warga difabel asal Kabupaten Semarang, Ngatiman (55), Muhroji (50) dan Jarwati (43) tak henti-hentinya mengucap syukur. Pada Selasa 6 Mei 2025, mereka mendapat layanan pemasangan dan pengukuran alat bantu jalan berupa kaki palsu dan brace yang difasilitasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang.Bertempat di APOC Medical—pusat rehabilitasi ortotik dan prostetik yang berlokasi di Jl. Gunungsinogo, Ngemplak, Boyolali—tiga penerima manfaat ini didampingi langsung oleh staf BAZNAS, Shodri Said dan Fahmaddin, untuk menjalani proses fitting dan konsultasi alat bantu yang dibutuhkan.“Matur nuwun sanget, Pak. Saya sudah lama ingin ganti kaki palsu, tapi tidak mampu,” ucap Ngatiman, warga Candirejo-Ungaran Barat. Kaki kirinya diamputasi akibat diabetes dan selama empat tahun terakhir ia memakai kaki palsu lama yang sudah longgar. “Dulu waktu baru diamputasi, kaki saya masih bengkak. Kaki palsunya besar. Sekarang sudah mengecil, jadi malah kebesaran. Jalannya jadi susah,” jelasnya.Kaki palsu sebelumnya, ujar Ngatiman, juga bantuan dari BAZNAS Kabupaten Semarang. “Ekonomi saya masih sulit, belum bisa membeli kaki palsu sendiri,” imbuhnya.Tak hanya Ngatiman, BAZNAS juga memfasilitasi Jarwati (43) dari Tengaran yang menerima pemasangan brace. Sejak kecil, ia mengalami kelumpuhan kaki kanan akibat polio. “Kelas satu SD saya kena polio, tidak pernah ditangani secara medis karena tidak ada biaya,” ujar Jarwati pilu.“Saya dulu cuma bisa duduk. Kalau bisa dibantu brace, saya bisa lebih banyak bergerak, walau pelan-pelan. Bisa jemur baju sendiri, bisa keluar rumah,” ucapnya lirih. Sementara itu, Muhroji (50) dari Bringin menjalani pengukuran kaki palsu baru. Ia kehilangan kaki kanan akibat komplikasi diabetes. “Saya tidak ada biaya, apalagi kalau harus ke Boyolali sendiri. Syukur, ada BAZNAS yang memfasilitasi bahkan sampai mengantar dan mendampingi,” katanya. Dalam kegiatan ini, ia turut didampingi oleh Amil Tidak Tetap (ATT) Kecamatan Bringin.Dalam senyum dan harapan para penerima manfaat, tampak bahwa bantuan ini bukan sekadar alat bantu fisik, melainkan pembuka jalan untuk hidup yang lebih mandiri. “Saya bisa jalan lagi. Ora mung lungguh wae,” ujar Jarwati, matanya berbinar.Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Semarang, Suud, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pentasyarufan program “Kabupaten Semarang Sehat”. “Kami ingin memastikan saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan fisik juga mendapat hak yang sama untuk hidup lebih layak,” kata Suud.APOC Medical sendiri dikenal sebagai lembaga profesional yang sudah berpengalaman sejak 2007 dalam menangani kebutuhan ortotik dan prostetik, termasuk kaki dan tangan palsu serta alat bantu lainnya.Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadzik Faisol, menyampaikan bahwa upaya membantu warga seperti ini hanya bisa terlaksana berkat dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat. Namun, hingga triwulan pertama 2025, dari target Rp7,8 miliar, baru tercapai Rp1,4 miliar atau 18 persen. “Kami mengajak kepada yang sudah wajib zakat (muzakki) agar tidak menunda. Karena di luar sana, banyak yang menunggu uluran tangan kita,” kata Faisol.(sm)
BERITA07/05/2025 | Syahrul Munir
Ambulan dan Tim Medis BAZNAS Kabupaten Semarang Siaga dari Ungaran hingga Donohudan. Ini Alasannya!
Ambulan dan Tim Medis BAZNAS Kabupaten Semarang Siaga dari Ungaran hingga Donohudan. Ini Alasannya!
UNGARAN - BAZNAS Kabupaten Semarang akan menyiagakan satu unit mobil ambulan dan satu tim medis saat keberangkatan rombongan calon haji di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Jumat 9 Mei 2025 mendatang.Hal itu terungkap dalam rapat mingguan BAZNAS Kabupaten Semarang, Senin 5 Mei 2025 di aula kantor BAZNAS setempat.Wakil Ketua Baznas Kabupaten Semarang Muhammad Mufid mengungkapkan, pelayanan kesehatan untuk jemaah calon haji adalah komitmen BAZNAS untuk memberikan nilai manfaat secara langsung dari perolehan Zakat Infak Sedekah (ZIS). Apalagi para calon haji dari Kabupaten Semarang tahun ini, didominasi warga yang sudah lanjut usia. “Jadi pada acara pelepasan calon haji di pendopo bupati beberapa waktu yang lalu, Alhamdulillah konter ZIS memperoleh dana sekitar Rp11 juta dari para calon haji. Salah satu benefit yang kami berikan adalah layanan kesehatan ini,” kata Mufid.Rencananya, unit ambulan dan tim medis tersebut akan mengawal rombongan haji yang bertolak dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali.Tim medis, jelasnya, terdiri dari satu orang dokter dan relawan, lengkap dengan obat-obatan ringan.“Ketika ada jamaah yang membutuhkan pertolongan, (jika diperlukan) dokter akan merekomendasikan ke rumah sakit terdekat di sepanjang perjalanan dari Ungaran ke Boyolali,” jelasnya.Setiba di Asrama Haji Donohudan, ambulan dan tim medis BAZNAS Kabupaten Semarang akan disiagakan sampai seluruh kloter dari Kabupaten Semarang masuk dan siap diterbangkan ke tanah suci. Selanjutnya tim kembali akan mengawal rombongan jemaah calon haji, selama perjalanan dari Asrama Haji Donohudna sampai di Bandara Adi Soemarmo untuk memastikan semua calon haji yang diterbangkan dalam keadaan sehat.“Hal yang sama juga akan kami lakukan pada saat kepulangan haji nanti,” pungkasnya.Diinformasikan, sebanyak 661 jemaah calon haji tahun 2025 dari Kabupaten Semarang akan diberangkatkan ke tanah suci pada 9 Mei 2025.Para calon haji tersebut tergabung dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 34 dan 35. Kloter 34 akan diisi penuh oleh 356 calon haji dari Kabupaten Semarang.Sedangkan 305 calon haji lainnya akan bergabung dengan Kabupaten Grobogan di Kloter 35.(SM)
BERITA06/05/2025 | Syahrul Munir
Salurkan Dana ZIS Catur Wulan Pertama Rp142,7 Juta, Bupati Semarang: Banyak Warga Terbantu BAZNAS di Tengah Keterbatasan Anggaran Daerah
Salurkan Dana ZIS Catur Wulan Pertama Rp142,7 Juta, Bupati Semarang: Banyak Warga Terbantu BAZNAS di Tengah Keterbatasan Anggaran Daerah
UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang mengapresiasi peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya di tengah keterbatasan anggaran daerah. Hal itu disampaikan Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, usai menghadiri penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) catur wulan pertama tahun 2025 di Aula Kantor Baznas, Rabu (30/4/2025).Pada periode pertama tahun ini, Baznas Kabupaten Semarang menyalurkan dana ZIS sebesar Rp142.750.000 kepada 32 mustahik atau penerima manfaat. Dana tersebut disalurkan melalui tiga program utama, yakni Kabupaten Semarang Taqwa, Kabupaten Semarang Sehat, dan Kabupaten Semarang Peduli.“Bantuan yang diberikan Baznas ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah, peran Baznas sangat penting dan nyata,” ujar Bupati Ngesti.Dalam program Kabupaten Semarang Taqwa, Baznas menyalurkan bantuan pembangunan tempat ibadah kepada 10 masjid, masing-masing menerima Rp10 juta. Selain itu, diberikan pelatihan nadzir untuk dua orang penerima, masing-masing sebesar Rp1 juta.Program Kabupaten Semarang Sehat menyasar delapan penerima yang mendapatkan bantuan biaya pengobatan, alat bantu kursi roda, dan bantuan dhuafa, dengan nominal antara Rp1.250.000 hingga Rp3 juta.Sementara itu, bantuan dalam program Kabupaten Semarang Peduli diberikan kepada 12 warga terdampak bencana, seperti korban kebakaran di Bringin dan Ambarawa, dhuafa di Tuntang, serta korban puting beliung di Kecamatan Tengaran. Nilai bantuan berkisar dari Rp1,5 juta hingga Rp5 juta.Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya menargetkan pengumpulan dana ZIS sebesar Rp7,8 miliar, naik dari capaian tahun lalu sebesar Rp5,5 miliar.Ia optimistis target tersebut bisa tercapai berkat kerja sama berbagai pihak, termasuk dukungan dari pemerintah daerah.Bupati Ngesti juga mengajak para penerima bantuan untuk ikut menyosialisasikan peran dan fungsi Baznas kepada masyarakat luas. “Semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas, maka akan semakin banyak pula warga yang bisa dibantu,” pungkasnya.(sm)
BERITA01/05/2025 | Syahrul Munir
Legiman, Tukang Sampah yang Naik Haji, Dapat Apresiasi dari Baznas Kabupaten Semarang
Legiman, Tukang Sampah yang Naik Haji, Dapat Apresiasi dari Baznas Kabupaten Semarang
UNGARAN – Kisah inspiratif Legiman (66), seorang tukang sampah asal Desa Glagahombo, Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, menarik perhatian dan simpati banyak pihak. Salah satunya datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang. Dalam acara Pelepasan Calon Jemaah Haji Kabupaten Semarang Tahun 2025 yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang pada Rabu, 30 April 2025, Baznas memberikan apresiasi berupa bingkisan perlengkapan haji kepada Legiman dan istrinya. Bingkisan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, didampingi Wakil Bupati Nur Arifah, Ketua Baznas Khadziq Faisol, Wakil Ketua I Baznas Mochammad Pratomo Wibowo, serta jajaran Forkompimda Kabupaten Semarang. Apresiasi itu diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kegigihan Legiman yang selama hampir 39 tahun menabung dari hasil pekerjaannya sebagai pengangkut sampah demi bisa menunaikan ibadah haji bersama sang istri. “Kami memberikan apresiasi kepada Pak Legiman karena beliau menjadi inspirasi bagi masyarakat. Niat baik yang disertai dengan ikhtiar yang tulus pasti akan membuahkan hasil,” ujar Khadziq Faisol, Ketua Baznas Kabupaten Semarang. Legiman sendiri telah bekerja sebagai tukang angkut sampah rumah tangga sejak lama. Ia mulai menabung sejak tahun 1986, bertekad menunaikan Rukun Islam kelima. Meski penghasilannya pas-pasan, ia tetap konsisten menyisihkan sebagian untuk tabungan haji. Awalnya, Legiman tidak menyangka bahwa tabungannya akan cukup untuk biaya haji. Namun setelah pihak bank memberikan estimasi biaya, ia pun yakin dan mendaftar. Saat itu, biaya pendaftaran haji mencapai Rp25 juta per orang, sehingga ia membutuhkan Rp50 juta untuk bisa berangkat bersama istrinya, Baniyah (66). Kini, impian itu terwujud. Legiman dan Baniyah akan berangkat ke Tanah Suci bersama ribuan calon jemaah haji asal Kabupaten Semarang. “Alhamdulillah, matur nuwun Pak Bupati, matur nuwun Baznas,” ucap Legiman penuh syukur. Dalam kesempatan yang sama, Baznas Kabupaten Semarang juga membuka konter Layanan ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) untuk memudahkan para calon haji dalam menyalurkan zakat mereka. “Hasil pengumpulan ZIS melalui layanan ini mencapai Rp11,1 juta. Insyaallah akan kami salurkan kepada para asnaf melalui program-program produktif,” tambah Faisol.(SM)
BERITA01/05/2025 | Syahrul Munir
Baznas Kabupaten Semarang Gelar Halaqoh Kyai dan Da'i di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang
Baznas Kabupaten Semarang Gelar Halaqoh Kyai dan Da'i di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang
Ungaran - Dalam Rangka meningkatkan perolehan Zakat, Infak dan Shodaqoh (ZIS), BAZNAS Kabupaten Semarang mengundang 80 Kyai/ Da'i guna turut menyuarakan pentingnya berzakat dan infak. Acara Halaqoh tersebut digelar di pendopo rumah dinas Bupati Semarang. "Halaqoh ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dakwah tentang zakat, infak dan shodaqoh secara tepat dan masif. Menguatkan para pejuang fisabilillah dalam menyuarakan gerakan zakat," kata Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol. Kegiatan tersebut juga diharapkan bisa mengawal dan meningkatkan perolehan ZIS Baznas Kabupaten Semarang. "Juga tercapainya kesadaran para Kyai/ Da'i dalam menyampaikan materi ZIS di setiap event atau kegiatannya, Lanjut Khadziq Faisol." Bupati Semarang dalam acara itu dimohon berkenan memberikan motivasi kepada para Kyai dan Da'i untuk berperan aktif dalam menggelorakan zakat ke umat khususnya diwilayah Kabupate Semarang. "Bupati semarang kita harapkan ikut secara aktif ikut mendorong peningkatan pengumpulan zakat serta mensinergikan lembaga-lembaga dan peran Kyai/ Da'i dalam rangka pengentasan kemiskinan." lanjut Faisol. Halaqoh Da'i tersebut merupakan salah satu program Baznas dalam upaya meningkatkan serta optimalisasi perolehan dan edukasi terhadap pengelola zakat yang ada di kabupaten Semarang. Acara tersebut dibuka oleh Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, S.H,. M,H. yang diwakili Wabup Dra. Hj. Nur Arifah. Diacara tersebut Pimpinan Baznas menyerahkan buku RKAT Tahun 2025 dan Laporan 2024 serta penyerahan secara simbolis zakat fitrah Bupati dan Wabup melalui Baznas Kabupaten Semarang. Turut hadir pula sebagai moderator Kakankemenag Kabupaten Semarang Ta'yinul Birri Bagus Nugroho, sebagai narasumber KH. M. Muzammil (Katib Syuriah PW NU Jateng), Prof Dr HM Saerozi MAg, dan KH M. Aminudin Azis.
BERITA25/03/2025 | Humas BAZNAS Kab. Semarang
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat