WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Pekerja Informal dan Anak Yatim Terima Santunan Ramadan dari Baznas Kabupaten Semarang
Pekerja Informal dan Anak Yatim Terima Santunan Ramadan dari Baznas Kabupaten Semarang
UNGARAN, BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang menggelar santunan dan buka puasa bersama bagi pekerja sektor informal dan anak yatim di Resto Tahu Baxo Ibu Pudji, Jalan Diponegoro No.14, Mijen, Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap Ramadan itu diikuti sekitar seratus penerima manfaat.Para penerima santunan berasal dari kalangan ojek pangkalan, juru parkir, petugas kebersihan, serta anak yatim di wilayah sekitar Ungaran. Mereka menerima paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, sirup, gula, teh, roti kaleng, dan kornet.Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Baznas menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya selama bulan Ramadan.“Momentum Ramadan kami manfaatkan untuk berbagi dengan saudara-saudara kita yang sehari-hari bekerja di sektor informal dan membutuhkan perhatian bersama,” ujarnya dalam sambutan.Ia menambahkan, kegiatan santunan sekaligus buka bersama itu juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara pengelola zakat dan masyarakat penerima manfaat.Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Ketua IV Baznas Kabupaten Semarang HM Mufid serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Semarang Asep Mulyana yang mewakili Bupati Semarang.Dalam sambutannya, Asep Mulyana mengapresiasi langkah Baznas yang secara konsisten menghadirkan program-program sosial bagi masyarakat. Menurut dia, peran Baznas menjadi salah satu penguat upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Acara juga diisi dengan motivasi dari pengusaha sekaligus pemilik Tahu Baxo Ibu Pudji, HM Pujiyanto. Ia mengajak para peserta untuk tetap semangat bekerja dan tidak menyerah menghadapi berbagai tantangan hidup.Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama seluruh peserta.(*)
13/03/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS Kabupaten Semarang Gelar Halaqoh Dai dan Kiai, Perkuat Literasi Zakat
BAZNAS Kabupaten Semarang Gelar Halaqoh Dai dan Kiai, Perkuat Literasi Zakat
UNGARAN, BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang menggelar Halaqoh Dai dan Kiai bertema “Menguatkan Literasi Zakat, Mewujudkan Kesejahteraan Umat” di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa, 10 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 dai dan kiai dari berbagai wilayah di Kabupaten Semarang.Acara dibuka oleh Wakil Bupati Semarang, Hj Nur Arifah. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran ulama dan dai dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.Menurut Nur Arifah, zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat jika dikelola secara profesional dan tepat sasaran. Ia berharap para dai dan kiai dapat menjadi penggerak literasi zakat di tengah masyarakat.Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, mengatakan halaqoh ini menjadi ruang dialog sekaligus penguatan pemahaman zakat di kalangan tokoh agama. Para dai dan kiai diharapkan dapat menjadi mitra strategis Baznas dalam menyosialisasikan zakat kepada umat.“Peran dai dan kiai sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” kata Khadziq.Halaqoh tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai organisasi keagamaan di Kabupaten Semarang. Di antaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Semarang KH Fatkhurrohman Thohir, Ketua Muhammadiyah Kabupaten Semarang Prof Dr Muh Saerozi M, serta Ketua Nahdlatul Ulama Kabupaten Semarang KH Ahmad Faozan.Diskusi dalam halaqoh tersebut dipandu oleh Sekretaris MUI Kabupaten Semarang Drs Amir Mahmud sebagai moderator. Para narasumber membahas peran dakwah zakat di tengah masyarakat serta pentingnya kolaborasi antara ulama, organisasi keagamaan, dan Baznas dalam memperkuat literasi zakat.Melalui kegiatan ini, Baznas Kabupaten Semarang berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara lembaga pengelola zakat dan para tokoh agama. Dengan demikian, zakat tidak hanya dipahami sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan umat.
13/03/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS Ajak Pengusaha Perempuan Perkuat Zakat untuk Kesejahteraan Umat
BAZNAS Ajak Pengusaha Perempuan Perkuat Zakat untuk Kesejahteraan Umat
UNGARAN, BAZNAS — Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPC IWAPI) Kabupaten Semarang menggelar kegiatan bertema “Sinergi Mewujudkan Kesejahteraan Umat Melalui Tata Kelola Zakat yang Amanah” di RM Soto Mas Budi, Jalan MT Haryono Kalirejo, Ungaran, Rabu, 11 Maret 2026.Kegiatan yang diikuti para anggota IWAPI tersebut menghadirkan Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, sebagai pemberi tausiyah. Dalam pemaparannya, Khadziq mengajak para pengusaha perempuan menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari ikhtiar membangun kesejahteraan umat.Menurut dia, praktik berbagi bukan sekadar amal sosial, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang dalam. Untuk menggambarkan makna sedekah, Khadziq mengisahkan sebuah riwayat tentang Rasulullah Muhammad SAW yang memberikan baju miliknya kepada seorang pengemis.Dalam kisah itu, Rasulullah meminta Sayyidah Aisyah menyerahkan baju kepada seorang pengemis yang datang meminta sedekah. Pengemis tersebut kemudian membawa baju itu ke pasar dan menawarkannya kepada orang-orang.Seorang lelaki kaya yang buta mendengar seruan itu dan memerintahkan budaknya membeli baju tersebut dengan harga berapa pun yang diminta. Ia bahkan berjanji akan memerdekakan budaknya jika berhasil mendapatkannya.Budak itu akhirnya berhasil membeli baju tersebut. Setelah baju Rasulullah berada di tangannya, lelaki buta itu berdoa memohon kepada Allah agar penglihatannya dikembalikan melalui keberkahan baju Nabi. Dengan izin Allah, penglihatannya pun kembali.Keesokan harinya, lelaki itu mendatangi Rasulullah untuk mengembalikan baju tersebut sebagai hadiah. Setelah mendengar kisahnya, Rasulullah tersenyum dan bersabda kepada Aisyah bahwa dengan izin Allah, baju itu telah memberikan manfaat yang luar biasa: mengayakan orang miskin, menyembuhkan yang buta, memerdekakan seorang budak, dan akhirnya kembali lagi.“Dari kisah itu kita belajar bahwa sedekah memiliki keberkahan yang luar biasa. Ia bisa menghadirkan manfaat yang tidak terduga bagi banyak orang,” kata Khadziq.Pada kesempatan tersebut, DPC IWAPI Kabupaten Semarang juga menyerahkan infak dan sedekah dari para anggotanya kepada BAZNAS Kabupaten Semarang sebesar Rp12.660.000. Dana tersebut diharapkan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program-program pemberdayaan BAZNAS.Ketua DPC IWAPI Kabupaten Semarang, Hj. Muhibah Zaena, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya IWAPI memperkuat kepedulian sosial para pengusaha perempuan sekaligus mendukung pengelolaan zakat yang amanah.“Melalui sinergi dengan BAZNAS, kami berharap kontribusi para anggota IWAPI dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.(*)
12/03/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang

Agenda Pimpinan