WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Balai Ternas BAZNAS di Kesongo Diresmikan, Dorong Penguatan Ekonomi Mustahik
Balai Ternas BAZNAS di Kesongo Diresmikan, Dorong Penguatan Ekonomi Mustahik
UNGARAN, BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Semarang meresmikan Balai Ternak Menda Ngrembaka Kesongo di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, pada Sabtu 6 Desember 2025. Program ini ditujukan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi mustahik serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Semarang. Deputi II BAZNAS RI, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., menyampaikan bahwa balai ternak merupakan salah satu program jangka panjang BAZNAS dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat miskin. Menurutnya, program ini terbukti efektif karena memiliki potensi pengembangan dan pemasaran yang luas. “Balai ternak yang kita resmikan hari ini adalah yang ke-55 dari 63 balai ternak yang sedang berproses, masih ada 8 lagi yang sedang menunggu,” ujarnya. Imdadun mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, BAZNAS provinsi dan kabupaten, serta masyarakat setempat yang memungkinkan berjalannya program ini. Ia berharap keberadaan balai ternak dapat memberi manfaat jangka panjang bagi mustahik di Kabupaten Semarang. “Mudahan-mudahan balai ternak ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Saya mengajak semua mitra BAZNAS untuk menyukseskan program pemberdayaan ini sehingga mustahik dapat terangkat statusnya menjadi muzaki,” katanya. Ia turut berpesan kepada jajaran pemerintahan daerah, kepolisian, dan TNI agar memastikan program berjalan sesuai tujuan. Wakil Bupati Semarang, Dra. Hj. Nur Arifah, menilai bahwa program balai ternak menjadi bukti bahwa zakat dapat berperan kuat dalam mendorong kemandirian mustahik. “Balai ternak domba di Dusun Randusari ini saya harapkan menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat, bukan hanya tempat beternak tetapi juga pusat belajar membangun usaha,” ujarnya. Balai Ternak Kesongo menerima 285 ekor domba untuk dikelola. Selain memberikan bantuan ternak, BAZNAS RI juga mengirim pendamping untuk menguatkan manajemen kelompok hingga pemasaran produk. Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Drs. H. M. Zain Yusuf, M.M., menyampaikan terima kasih atas dukungan BAZNAS RI terhadap berbagai program pemberdayaan di Jawa Tengah, termasuk 18 balai ternak ayam dan kambing, 250 gerobak Z-Chicken, serta Z-Coffee, Z-Mart, dan Z-Auto. “Semoga program ini berkelanjutan dan bisa mensuport desa-desa lainnya,” ujarnya. Acara tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadziq Faisol, S.Sos.; Anggota DPRD Kabupaten Semarang; Pimpinan BAZNAS Kabupaten Salatiga; Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Nasional; Kakankemenag Kabupaten Semarang; kepala OPD terkait; FORKOPIMCAM; perangkat desa; tokoh masyarakat; serta undangan lainnya.(*)
08/12/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Baznas Semarang Bangun 25 Jamban Sehat untuk Keluarga Miskin
Baznas Semarang Bangun 25 Jamban Sehat untuk Keluarga Miskin
UNGARAN, BAZNAS – Baznas Kabupaten Semarang memulai program pembangunan jamban sehat bagi 25 rumah tangga miskin (RTM) di wilayah Kabupaten Semarang. Program yang berlangsung mulai 17 November 2025-17 Desember 2025 itu menyasar keluarga asnaf fakir–miskin yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak.Program jambanisasi ini menelan anggaran Rp51,875 juta yang bersumber dari dana pendayagunaan di bidang kesehatan Baznas Kabupaten Semarang tahun anggaran 2025. Setiap penerima memperoleh satu unit kloset dan bantuan pembangunan sebesar Rp2 juta untuk pengadaan material dan tenaga.Baznas menyebut program ini penting untuk meningkatkan derajat kesehatan warga, mengingat masih banyak keluarga miskin yang belum memiliki fasilitas sanitasi dasar. Kondisi tersebut berisiko menimbulkan penyakit berbasis lingkungan dan menurunkan kualitas hidup.Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan mandat lembaga dalam membantu pemerintah memperluas akses sanitasi layak."Program jambanisasi ini bentuk kepedulian terhadap keluarga miskin agar mereka memiliki fasilitas sanitasi yang sehat," ujar Faisol dalam keterangan tertulisnya, Senin 1 Desember 2025.Penentuan penerima dilakukan melalui pendataan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan verifikasi lapangan oleh Baznas. Setelah ditetapkan melalui surat keputusan pimpinan, bantuan disalurkan berupa kloset dan dana pembangunan.Para penerima kemudian membangun jamban dengan pendampingan aparat desa dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan. Kepala Pelaksana BAZNAS Kabupaten Semarang Syahrul Munir menambahkan, pihaknya juga menyiapkan tim monitoring dari unsur pendistribusian, logistik, hingga evaluasi lapangan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai standar.Baznas berharap program ini bisa mengurangi praktik buang air besar sembarangan (BABS) dan mendorong perilaku hidup bersih."Hasil akhirnya bukan hanya fisik jambannya, tetapi juga meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan," kata Munir.Dengan selesainya program ini, 25 rumah tangga miskin ditargetkan telah memiliki jamban sehat dan layak pakai, sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menekan angka kemiskinan.
01/12/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Baznas Semarang Kucurkan Bantuan Modal bagi 45 Pelaku UMKM
Baznas Semarang Kucurkan Bantuan Modal bagi 45 Pelaku UMKM
UNGARAN, BAZNAS – Baznas Kabupaten Semarang menyalurkan bantuan modal usaha bagi 45 mustahik produktif yang bergerak di sektor UMKM. Penyerahan dilakukan Wakil Bupati Semarang, Nur Arifah, mewakili Bupati Ngesti Nugraha, di aula Rumah Kemasan Gedung PLUT Lopait, Tuntang, Rabu siang, 26 November 2025.Dalam program pendayagunaan ekonomi tersebut, Baznas mengalokasikan Rp90 juta, atau Rp2 juta untuk masing-masing penerima. Pada kesempatan yang sama, lembaga itu juga menyalurkan bantuan program jambanisasi bagi 25 mustahik senilai total Rp51,875 juta, serta bantuan peduli bencana alam untuk 12 mustahik dengan total Rp29 juta.Bupati Ngesti Nugraha, melalui sambutan yang dibacakan Wabup, berharap bantuan dapat memberi dorongan nyata terhadap kemandirian ekonomi warga.“Pelaku UMKM juga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Nur Arifah.Wakil Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Suud, menjelaskan bahwa bantuan modal ditujukan untuk memperkuat usaha para mustahik agar naik kelas secara bertahap.(sm) “Diharapkan nantinya usaha mereka dapat berkembang. Harapan utamanya mereka nantinya akan menjadi muzakki atau pembayar zakat,” ujarnya.Wakil Ketua Baznas lainnya, Mufid, menambahkan bahwa lembaganya juga menyertai pemberian bantuan dengan program pemberdayaan, termasuk pelatihan menjahit agar warga dapat bekerja di sektor garmen.“Dalam waktu dekat, kami juga memberikan bantuan ternak kambing untuk 30 peternak di Kabupaten Semarang. Ini semua bertujuan membantu Pemkab mengentaskan kemiskinan,” kata Mufid.Salah satu penerima bantuan, Nur Aini (27), penjahit asal Desa Batur, Getasan, mengaku terbantu dengan dukungan tersebut.“Bantuan ini akan saya gunakan membeli mesin jahit baru. Saya juga ingin ikut pelatihan untuk meningkatkan keterampilan,” ujarnya.
27/11/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang

Agenda Pimpinan