Berita Terkini
Napi Lapas Ambarawa Dapat Modal Usaha Produktif dan Buku Risalah Tata Cara Shalat dari BAZNAS
AMBARAWA, BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang menyalurkan bantuan keagamaan sekaligus pemberdayaan ekonomi bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambarawa, Kamis 29 Januari 2026. Bantuan tersebut diberikan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 BAZNAS Kabupaten Semarang.Bantuan diserahkan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Semarang, Dr. H. Imam Anas Hadi, M.S.I kepada Kepala Lapas Kelas IIA Ambarawa, Subakdo Wulandoro. Paket bantuan meliputi buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap, Al-Qur’an, serta kitab Maulid Diba’i untuk mendukung pembinaan spiritual para warga binaan.Tak hanya itu, BAZNAS juga menyalurkan bantuan modal usaha produktif untuk mendukung pengembangan ternak lele sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi. Program tersebut diharapkan dapat membekali keterampilan bagi warga binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pidana.Imam Anas Hadi menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan.“Selain memperkuat pembinaan keagamaan, kami juga ingin mendorong kemandirian melalui program usaha produktif. Harapannya, warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya.Sementara itu, Subakdo Wulandoro mengapresiasi dukungan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Semarang. Menurutnya, bantuan tersebut akan memperkuat program pembinaan mental dan spiritual di Lapas yang saat ini dihuni sekitar 400 warga binaan.Kehadiran buku-buku keagamaan diharapkan dapat menambah semangat warga binaan dalam memperdalam pengetahuan agama serta mempersiapkan diri menyambut bulan suci. (sm)
29/01/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS, Kemenag, dan BWI Teken MoU ZISWAF, Begini Skema Kerja Samanya
BAZNAS, UNGARAN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang menegaskan komitmennya memperluas pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah melalui penguatan wakaf produktif. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kabupaten Semarang, Selasa, 27 Januari 2026, di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Semarang Jl. Candi Asri Raya Ungaran.Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, H. Khadziq Faisol, mengatakan integrasi ZIS dan wakaf menjadi langkah strategis untuk memperbesar dampak sosial dan ekonomi umat. “Selama ini zakat, infak, dan sedekah lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan sosial langsung. Melalui kerja sama ini, BAZNAS mendorong agar dana ZIS juga bisa menopang wakaf produktif sehingga manfaatnya berkelanjutan dan berdampak ekonomi,” kata Faisol.Nota kesepahaman ini juga menjadi dasar penguatan tata kelola dan kepastian hukum. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, H. Ta’yinul Biri Bagus Nugroho, menyebut MoU tersebut sebagai payung koordinasi antar-lembaga. “MoU ini menjadi payung sinergi agar pengelolaan zakat dan wakaf berjalan sesuai regulasi, tertib administrasi, serta memberi kepastian hukum bagi para pengelola,” katanya.Sementara itu, Ketua BWI Perwakilan Kabupaten Semarang, Drs. H. Saefudin, menilai keterlibatan BAZNAS akan memperkuat pengembangan wakaf produktif. “Wakaf produktif membutuhkan dukungan pendanaan dan pengelolaan yang profesional. Kolaborasi dengan BAZNAS membuka peluang integrasi zakat dan wakaf tanpa mengubah prinsip dasar masing-masing,” ujarnya.(hm)
28/01/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Pelatihan Vokasi Menjahit BAZNAS-Paragon Usai, Peserta Mulai Masuk Perusahaan Mitra
UNGARAN, BAZNAS — Upaya penguatan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah memasuki tahap baru setelah selesainya Pelatihan Vokasi Operator Garment hasil kolaborasi BAZNAS RI dan PT Paragon Technology and Innovation.
Kegiatan yang digelar di Aula BLK Komunitas PC Muslimat NU Kabupaten Semarang, Sabtu 6 Desember 2026, menjadi bagian dari Paradaya Movement—gerakan zakat perusahaan PT Paragon yang mendorong mustahik naik kelas hingga siap memasuki dunia kerja.Paradaya Movement merupakan program kolaboratif yang menyalurkan dana zakat perusahaan untuk pelatihan soft skill, vokasi, pendampingan, hingga penempatan kerja. Gerakan ini berjalan melalui kerja sama dengan berbagai Organisasi Pengelola Zakat (OPZ), salah satunya BAZNAS RI. Fokusnya adalah percepatan kemandirian mustahik melalui jalur keterampilan dan kesempatan kerja di sektor industri garmen.Tahun 2025, BAZNAS RI bersama PT Paragon kembali menyelenggarakan Pelatihan Vokasi Operator Garment di Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal dengan total peserta 135 orang.
Program ini didukung dana zakat perusahaan sebesar Rp500 juta. Sebanyak 70 peserta mengikuti pelatihan di Kabupaten Semarang melalui BAZNAS Kabupaten Semarang, dan 65 peserta di Kabupaten Kendal melalui BAZNAS Kabupaten Kendal.Pelatihan berlangsung selama 18 hari, dari 10–29 November 2025, setiap Senin hingga Sabtu pukul 08.00–17.00 WIB. Para peserta mendapatkan fasilitas materi, bahan praktik, konsumsi, sertifikat pelatihan, uang saku, serta pendampingan untuk masuk ke perusahaan-perusahaan garmen di wilayah Kabupaten Semarang dan Kendal.Hasilnya, 26 peserta di Kabupaten Semarang sudah diterima bekerja di perusahaan mitra, di antaranya Sumber Bintang Rezeki (8 orang), ISG (9), Sam Sam Jaya (6), dan Fast Fashion (3). Sementara 44 peserta lainnya masih menjalani proses seleksi bersama perusahaan mitra.Dalam sambutan Bupati Semarang yang dibacakan Wakil Bupati Hj. Nur Arifah, pemerintah daerah mengapresiasi kolaborasi antara BAZNAS, PT Paragon melalui Paradaya Movement, BLKK PC Muslimat NU, serta seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan pelatihan ini.“Pelatihan ini tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga membuka pintu baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keterampilan menjahit saat ini menjadi peluang besar untuk memperoleh pekerjaan yang layak, bahkan mengembangkan usaha mandiri,” ujarnya.Ia juga menyoroti komitmen peserta yang telah mengikuti 72 jam pembelajaran, yang menunjukkan disiplin dan semangat untuk meningkatkan kualitas diri. Pemerintah daerah turut menyambut baik langkah BAZNAS Kabupaten Semarang yang mendampingi peserta hingga proses masuk ke perusahaan.“Sertifikat pelatihan merupakan modal awal untuk memasuki dunia kerja. Saya berharap keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dunia fashion dan garmen terus berkembang, karena itu para peserta harus terus belajar dan membangun kualitas serta kepercayaan diri,” kata Arifah.Penutupan kegiatan dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Dr. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Agus Siswanto, M.AP, jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Semarang, serta perwakilan perusahaan mitra.Program ini diharapkan mampu mempercepat transformasi mustahik dari penerima zakat menjadi individu mandiri dengan keterampilan yang dibutuhkan industri, serta memperluas akses kerja bagi masyarakat produktif di Kabupaten Semarang dan Kendal.(*)
08/12/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang




