WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Komisariat IPNU-IPPNU MTs Miftahul Khoirot Branjang Serahkan Donasi untuk NTT ke BAZNAS
Komisariat IPNU-IPPNU MTs Miftahul Khoirot Branjang Serahkan Donasi untuk NTT ke BAZNAS
UNGARAN, BAZNAS – Enam pengurus Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU MTs Miftahul Khoirot Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, mendatangi Kantor BAZNAS Kabupaten Semarang, Selasa 1 September 2026.Mereka menyerahkan donasi untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp1.169.000.Donasi tersebut diserahkan Wakil PK IPNU MTs Miftahul Khoirot, Raditya Alfanka Putra, dan Wakil PK IPPNU MTs Miftahul Khoirot, Putri Wahyu Songgomukthi, bersama empat pengurus lainnya. Mereka didampingi salah satu guru, Waris Rahmanto.Waris mengatakan, penggalangan donasi tersebut berawal dari inisiatif para siswa. Pengumpulan dana dilakukan melalui kotak infak yang diedarkan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 di lingkungan madrasah.“Ini murni inisiatif anak-anak. Kami dari guru hanya mendampingi. Harapannya, mereka tidak hanya belajar berorganisasi, tetapi juga memiliki wawasan dan kepedulian terhadap persoalan sosial di luar lingkungan sekolah,” kata Waris.Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran bagi siswa untuk mengenal kepedulian sosial sekaligus membiasakan diri berbagi dengan masyarakat yang sedang menghadapi musibah.Wakil PK IPNU MTs Miftahul Khoirot, Raditya Alfanka Putra mengatakan, para pengurus IPNU-IPPNU mengajak siswa dan warga madrasah untuk menyisihkan sebagian uang mereka melalui kotak infak.“Kami mengajak teman-teman untuk ikut membantu korban bencana di NTT. Walaupun donasinya tidak banyak, kami berharap bisa bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.Wakil PK IPPNU MTs Miftahul Khoirot, Putri Wahyu Songgomukthi mengatakan, penggalangan dana tersebut menjadi pengalaman bagi para siswa untuk belajar mengelola kegiatan sosial secara bersama-sama.“Kami belajar bahwa membantu tidak harus menunggu punya banyak. Dari sedikit yang dikumpulkan bersama, ternyata bisa menjadi lebih berarti,” katanya.Donasi diterima Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Semarang, Pratomo Wibowo, didampingi Kepala Pelaksana Syahrul Munir, Koordinator Pendistribusian M. Shodri Said, dan Imam Nur Ikhsan.Wibowo mengapresiasi kepedulian para siswa dan pihak MTs Miftahul Khoirot. Ia menyebut donasi tersebut menjadi bantuan pertama dari madrasah atau sekolah yang diterima BAZNAS Kabupaten Semarang untuk penanganan bencana NTT.“Donasi dari MTs Miftahul Khoirot ini yang pertama masuk ke BAZNAS Kabupaten Semarang untuk bencana NTT. Kami mengapresiasi inisiatif dan kepedulian anak-anak,” kata Bowo, panggilan akrab Pratomo Wibowo.Ia berharap langkah tersebut diikuti sekolah dan madrasah lainnya di Kabupaten Semarang. Menurut dia, kepedulian terhadap korban bencana tidak harus diwujudkan dalam jumlah donasi yang besar.“Semoga siswa maupun sekolah lainnya menyusul. Berapa pun yang diberikan, tentu sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah,” ujarnya.BAZNAS Kabupaten Semarang juga membuka donasi untuk membantu korban bencana NTT melalui rekening BSI 5555077787 atas nama BAZNAS KAB. SEMARANG QQ BENCANA. Donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana sesuai kebutuhan di lapangan.(*)
01/09/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS Kabupaten Semarang Salurkan 199.500 Liter Air Bersih untuk 2.374 KK Terdampak Kekeringan
BAZNAS Kabupaten Semarang Salurkan 199.500 Liter Air Bersih untuk 2.374 KK Terdampak Kekeringan
UNGARAN, BAZNAS – BAZNAS Kabupaten Semarang menyalurkan 199.500 liter air bersih kepada 2.374 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan di Kecamatan Suruh dan Bringin. Bantuan tersebut didistribusikan selama 4 hari sejak 25 Agustus 2026 ke sejumlah dusun di kedua kecamatan tersebut yang mengalami kekurangan air selama musim kemarau.Penyaluran air bersih merupakan bagian dari program BAZNAS Tanggap Bencana untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau. Kecamatan Suruh dan Bringin menjadi wilayah prioritas karena sejumlah wilayah di kedua kecamatan tersebut mengalami kekurangan air bersih.Di Kecamatan Suruh, distribusi air menyasar 767 KK di tiga desa, yakni Desa Kedungringin, Dadapayam, dan Sukorejo. Sebanyak 12 tangki berkapasitas per unitnya 9.500 liter air didistribusikan ke wilayah tersebut.Di Desa Kedungringin, bantuan disalurkan ke Dusun Jagir yang dihuni 260 KK dengan alokasi empat tangki. Di Desa Dadapayam, distribusi mencakup Dusun Jambe untuk 50 KK, Dusun Jangglengan 141 KK, dan Dusun Bulu 123 KK. Masing-masing dusun mendapat dua tangki.Adapun di Desa Sukorejo, air bersih disalurkan ke Dusun Glagahombo untuk memenuhi kebutuhan 193 KK dengan alokasi dua tangki.Camat Suruh Vega Lazuardi mengatakan bantuan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat karena sejumlah sumber air mulai berkurang akibat musim kemarau.“Bantuan ini sangat membantu masyarakat, terutama warga di wilayah yang sumber airnya mulai berkurang akibat musim kemarau. Kami berterima kasih kepada BAZNAS yang ikut merespons kebutuhan warga,” kata Vega.Menurut dia, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa terus memantau wilayah yang mengalami kekurangan air dan berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.Sementara itu, di Kecamatan Bringin, distribusi air menyasar 1.385 KK di Desa Wiru, Truko, dan Rembes. Sebanyak sembilan tangki air didistribusikan ke wilayah tersebut.Di Desa Wiru, bantuan air diberikan kepada warga Dusun Jrebeng sebanyak 219 KK dengan alokasi tiga tangki dan Dusun Mojo sebanyak 62 KK dengan dua tangki. Kemudian di Desa Truko, dua tangki air disalurkan untuk warga Dusun Krajan yang terdiri atas 122 KK.Distribusi juga menjangkau Desa Rembes. Bantuan diberikan kepada 1.004 KK di Dusun Rembes, Watugimbal dan Belo .Pj Kepala Desa Rembes Pujiyanto mengatakan bantuan air bersih sangat berarti bagi warga karena kebutuhan air menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat selama musim kemarau.“Bantuan air bersih ini sangat berarti bagi warga kami. Air menjadi kebutuhan utama, sehingga droping seperti ini sangat membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air,” ujar Pujiyanto.Dia berharap distribusi air dapat dilakukan secara berkelanjutan selama kondisi kekeringan masih terjadi, terutama apabila sumber air warga belum kembali mencukupi kebutuhan sehari-hari.Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang mengatakan penyaluran air bersih merupakan bagian dari kepedulian lembaga terhadap warga yang terdampak kekeringan. Setiap musim kemarau, BAZNAS ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.“Dana zakat yang dititipkan melalui BAZNAS manfaatnya kembali kepada masyarakat. Salah satunya melalui bantuan air bersih untuk warga yang menghadapi kekurangan air pada musim kemarau,” katanya.Menurut dia, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari realisasi program BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Semarang. Bantuan diarahkan untuk meringankan beban warga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan.“Masyarakat bisa ikut brsedekah air dengan membayarkan infaknya melalui rekening Rek BSI 5555077787 atas nama BAZNAS KAB.SEMARANG QQ BENCANA,” pungkasnya.(*)
28/08/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
“Ukhuwah Rabbitiyah”: Membangun Ekosistem Peternak Kelinci Menjadi Berdaya
“Ukhuwah Rabbitiyah”: Membangun Ekosistem Peternak Kelinci Menjadi Berdaya
UNGARAN, BAZNAS - Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadziq Faisol punya istilah sendiri untuk menggambarkan harapannya terhadap Bantar Rabbit Farm (BRF), kelompok peternak kelinci di Dusun Bantar, Desa Popongan, Kecamatan Bringin. Ia menyebutnya “Ukhuwah Rabbitiyah”.Istilah itu disampaikan Faisol saat BAZNAS menyerahkan bantuan pengembangan modal usaha Rp30 juta kepada BRF, Jumat 21 Agustus 2026. Menurut dia, bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penambahan kandang dan indukan. BRF bisa berkembang menjadi sentra budidaya sekaligus pusat informasi dan pengetahuan tentang kelinci di Popongan.“Semoga kerja sama ini tidak berhenti di sini. Tidak hanya peternaknya, tetapi juga menjadi pusat informasi dan pengetahuan tentang kelinci,” kata Faisol.Ketua kelompok Bantar Rabbit Farm Margono Muzakir, mengatakan bantuan tersebut akan digunakan untuk memperbaiki kandang, menambah indukan, dan mengembangkan usaha.Kelompok yang semula beranggotakan sekitar 30 orang itu kini tersisa sekitar 22 anggota. Jumlah ternaknya diperkirakan sekitar 100 ekor.Margono melihat masih banyak ruang untuk mengembangkan usaha kelinci. Selain budidaya, BRF berencana pengembangan wisata edukasi bagi anak-anak sekolah, kuliner berbahan kelinci, hingga penjualan pupuk organik dari kotoran kelinci.Untuk wisata edukasi, misalnya, anak-anak dapat datang mengenal kelinci dan cara pemeliharaannya, termasuk memberi makan secara langsung.Gagasan tersebut sejalan dengan harapan Kepala Desa Popongan Nurul Huda. Ia menyebut peternakan kelinci mulai menjadi salah satu ikon desa dan berharap Popongan berkembang menjadi sentra kelinci.“Peternakan kelinci ini jadi ikon Desa Popongan. Harapannya menjadi sentra kelinci, sehingga program ini bisa merembet ke seluruh desa,” katanya.Menurut Faisol, bantuan Rp30 juta itu bukan akhir dari program pemberdayaan. BAZNAS Kabupaten Semarang juga akan melakukan pendampingan terhadap kelompok tersebut.Faisol mengatakan BRF sebelumnya telah mendapatkan pelatihan budidaya kelinci sekitar setahun lalu. Ia berharap proses tersebut berlanjut sehingga bantuan yang diberikan benar-benar menghasilkan perkembangan usaha.“Terima kasih kepada para muzaki dan munfik yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekah kepada BAZNAS,” kata Faisol.Pola pemberdayaan melalui pendampingan peternak sebelumnya juga dilakukan BAZNAS di Balai Ternak Menda Ngrembaka, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang.Program pembinaan peternak kambing di sana telah berjalan sekitar setahun. Pada Idul Adha lalu, ternak binaan sudah dapat dipanen untuk kebutuhan hewan kurban maupun penyembelihan dam haji.Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa bantuan ternak membutuhkan proses. Faisol berharap BRF tidak hanya berkembang dari sisi jumlah ternak. Pengetahuan tentang kelinci juga diharapkan menyebar dan menjadi bagian dari pengembangan ekonomi desa.Pada akhirnya, keberhasilan pemberdayaan zakat tidak hanya diukur dari bantuan yang tersalurkan. Ada harapan penerima manfaat dapat berkembang secara ekonomi dan suatu saat mampu menjadi muzaki.“Kalau sudah sukses menjadi juragan kelinci, jangan lupa menjadi muslim yang kafah dengan membayar zakat,” ujar Faisol.(*)
21/08/2026 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang

Agenda Pimpinan

Artikel Terbaru