WhatsApp Icon
UPZ OPD Bantu Pentarasufan Zakat Ramadan Rp105,5 Juta, Sasar 275 Mustahik

UNGARAN, UNGARAN — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang menyalurkan dana amal Ramadan sebesar Rp105.591.000 melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, serta BUMN dan BUMD. 

Penyaluran dilakukan di Aula Baznas Kabupaten Semarang, Kamis, 12 Maret 2026.

Dana tersebut meliputi hak amil bagi UPZ sekaligus pentasarufan zakat kepada 275 mustahik. 

Bantuan diserahkan kepada 26 UPZ OPD, delapan UPZ lembaga vertikal, serta tiga UPZ dari BUMN dan BUMD yang berada di wilayah Kabupaten Semarang.

Kepala Pelaksana Baznas Kabupaten Semarang, Syahrul Munir, mengapresiasi kinerja UPZ di berbagai OPD yang dinilai berkontribusi dalam meningkatkan pengumpulan zakat di daerah tersebut.

“Peran UPZ di OPD sangat membantu pencapaian target pengumpulan zakat Baznas Kabupaten Semarang. Kami berharap kinerja ini dapat terus dijaga, bahkan ditingkatkan,” ujarnya.

Menurut dia, sinergi antara Baznas dan UPZ menjadi salah satu kunci optimalisasi pengelolaan zakat, baik dalam pengumpulan maupun penyalurannya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Koordinator pentasarufan Baznas Kabupaten Semarang, Shodri Said, menjelaskan besaran dana yang diterima setiap UPZ disesuaikan dengan jumlah perolehan zakat dari masing-masing OPD.

“Pentasarufan dilakukan secara proporsional berdasarkan besar kecilnya perolehan zakat dari masing-masing OPD,” kata dia.

Ia menambahkan, khusus pada bulan Ramadan, UPZ di lingkungan OPD turut berperan aktif menyalurkan zakat kepada para asnaf di sekitar instansi masing-masing, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.(*)

13/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Pekerja Informal dan Anak Yatim Terima Santunan Ramadan dari Baznas Kabupaten Semarang

UNGARAN, BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang menggelar santunan dan buka puasa bersama bagi pekerja sektor informal dan anak yatim di Resto Tahu Baxo Ibu Pudji, Jalan Diponegoro No.14, Mijen, Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kamis, 12 Maret 2026. 

Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap Ramadan itu diikuti sekitar seratus penerima manfaat.

Para penerima santunan berasal dari kalangan ojek pangkalan, juru parkir, petugas kebersihan, serta anak yatim di wilayah sekitar Ungaran. 

Mereka menerima paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, sirup, gula, teh, roti kaleng, dan kornet.

Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Baznas menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya selama bulan Ramadan.

“Momentum Ramadan kami manfaatkan untuk berbagi dengan saudara-saudara kita yang sehari-hari bekerja di sektor informal dan membutuhkan perhatian bersama,” ujarnya dalam sambutan.

Ia menambahkan, kegiatan santunan sekaligus buka bersama itu juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara pengelola zakat dan masyarakat penerima manfaat.

Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Ketua IV Baznas Kabupaten Semarang HM Mufid serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Semarang Asep Mulyana yang mewakili Bupati Semarang.

Dalam sambutannya, Asep Mulyana mengapresiasi langkah Baznas yang secara konsisten menghadirkan program-program sosial bagi masyarakat. 

Menurut dia, peran Baznas menjadi salah satu penguat upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Acara juga diisi dengan motivasi dari pengusaha sekaligus pemilik Tahu Baxo Ibu Pudji, HM Pujiyanto. 

Ia mengajak para peserta untuk tetap semangat bekerja dan tidak menyerah menghadapi berbagai tantangan hidup.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama seluruh peserta.(*)

13/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS Kabupaten Semarang Gelar Halaqoh Dai dan Kiai, Perkuat Literasi Zakat

UNGARAN, BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang menggelar Halaqoh Dai dan Kiai bertema “Menguatkan Literasi Zakat, Mewujudkan Kesejahteraan Umat” di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa, 10 Maret 2026. 

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 dai dan kiai dari berbagai wilayah di Kabupaten Semarang.

Acara dibuka oleh Wakil Bupati Semarang, Hj Nur Arifah. 

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran ulama dan dai dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.

Menurut Nur Arifah, zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat jika dikelola secara profesional dan tepat sasaran. 

Ia berharap para dai dan kiai dapat menjadi penggerak literasi zakat di tengah masyarakat.

Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, mengatakan halaqoh ini menjadi ruang dialog sekaligus penguatan pemahaman zakat di kalangan tokoh agama. 

Para dai dan kiai diharapkan dapat menjadi mitra strategis Baznas dalam menyosialisasikan zakat kepada umat.

“Peran dai dan kiai sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” kata Khadziq.

Halaqoh tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai organisasi keagamaan di Kabupaten Semarang. 

Di antaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Semarang KH Fatkhurrohman Thohir, Ketua Muhammadiyah Kabupaten Semarang Prof Dr Muh Saerozi M, serta Ketua Nahdlatul Ulama Kabupaten Semarang KH Ahmad Faozan.

Diskusi dalam halaqoh tersebut dipandu oleh Sekretaris MUI Kabupaten Semarang Drs Amir Mahmud sebagai moderator. 

Para narasumber membahas peran dakwah zakat di tengah masyarakat serta pentingnya kolaborasi antara ulama, organisasi keagamaan, dan Baznas dalam memperkuat literasi zakat.

Melalui kegiatan ini, Baznas Kabupaten Semarang berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara lembaga pengelola zakat dan para tokoh agama. Dengan demikian, zakat tidak hanya dipahami sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan umat.

13/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS Ajak Pengusaha Perempuan Perkuat Zakat untuk Kesejahteraan Umat

UNGARAN, BAZNAS — Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPC IWAPI) Kabupaten Semarang menggelar kegiatan bertema “Sinergi Mewujudkan Kesejahteraan Umat Melalui Tata Kelola Zakat yang Amanah” di RM Soto Mas Budi, Jalan MT Haryono Kalirejo, Ungaran, Rabu, 11 Maret 2026.

Kegiatan yang diikuti para anggota IWAPI tersebut menghadirkan Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, sebagai pemberi tausiyah. 

Dalam pemaparannya, Khadziq mengajak para pengusaha perempuan menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari ikhtiar membangun kesejahteraan umat.

Menurut dia, praktik berbagi bukan sekadar amal sosial, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang dalam. Untuk menggambarkan makna sedekah, Khadziq mengisahkan sebuah riwayat tentang Rasulullah Muhammad SAW yang memberikan baju miliknya kepada seorang pengemis.

Dalam kisah itu, Rasulullah meminta Sayyidah Aisyah menyerahkan baju kepada seorang pengemis yang datang meminta sedekah. Pengemis tersebut kemudian membawa baju itu ke pasar dan menawarkannya kepada orang-orang.

Seorang lelaki kaya yang buta mendengar seruan itu dan memerintahkan budaknya membeli baju tersebut dengan harga berapa pun yang diminta. Ia bahkan berjanji akan memerdekakan budaknya jika berhasil mendapatkannya.

Budak itu akhirnya berhasil membeli baju tersebut. Setelah baju Rasulullah berada di tangannya, lelaki buta itu berdoa memohon kepada Allah agar penglihatannya dikembalikan melalui keberkahan baju Nabi. Dengan izin Allah, penglihatannya pun kembali.

Keesokan harinya, lelaki itu mendatangi Rasulullah untuk mengembalikan baju tersebut sebagai hadiah. Setelah mendengar kisahnya, Rasulullah tersenyum dan bersabda kepada Aisyah bahwa dengan izin Allah, baju itu telah memberikan manfaat yang luar biasa: mengayakan orang miskin, menyembuhkan yang buta, memerdekakan seorang budak, dan akhirnya kembali lagi.

“Dari kisah itu kita belajar bahwa sedekah memiliki keberkahan yang luar biasa. Ia bisa menghadirkan manfaat yang tidak terduga bagi banyak orang,” kata Khadziq.

Pada kesempatan tersebut, DPC IWAPI Kabupaten Semarang juga menyerahkan infak dan sedekah dari para anggotanya kepada BAZNAS Kabupaten Semarang sebesar Rp12.660.000.

Dana tersebut diharapkan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program-program pemberdayaan BAZNAS.

Ketua DPC IWAPI Kabupaten Semarang, Hj. Muhibah Zaena, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya IWAPI memperkuat kepedulian sosial para pengusaha perempuan sekaligus mendukung pengelolaan zakat yang amanah.

“Melalui sinergi dengan BAZNAS, kami berharap kontribusi para anggota IWAPI dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.(*)

12/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Safari Dakwah Ramadhan Santri Lirboyo – BAZNAS Kabupaten Semarang Sasar 14 Dusun di Banyubiru

UNGARAN, BAZNAS — Program Safari Dakwah Ramadhan yang digelar santri Pondok Pesantren Lirboyo Cabang Kabupaten Semarang tahun ini menyasar 14 dusun di wilayah Kecamatan Banyubiru. 

Safari Dakwah Ramadhan Santri Lirboyo – BAZNAS Kabupaten Semarang ini berlangsung sejak 17 Februari 2026 hingga 13 Maret 2026.

Kegiatan yang digagas oleh Ittihadul Mubalighin Lirboyo Cabang Kabupaten Semarang tersebut mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang.

Dukungan BAZNAS diwujudkan dalam bentuk bantuan kebutuhan hidup bagi para santri selama menjalankan Safari Dakwah Ramadhan selama 25 hari. 

Sebanyak 40 santri peserta safari mendapatkan dukungan dengan total bantuan sebesar Rp10 juta.

Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faishol, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memperkuat syiar dakwah sekaligus pemberdayaan keagamaan di tengah masyarakat.

“BAZNAS Kabupaten Semarang mendukung kegiatan Safari Dakwah Ramadhan ini karena memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Para santri tidak hanya berdakwah, tetapi juga membimbing ibadah dan memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat di desa-desa,” ujarnya.

Menurut Khadziq, keberadaan para santri di tengah masyarakat selama bulan Ramadhan menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun kedekatan antara pesantren dan masyarakat.

“Melalui program ini, masyarakat mendapatkan pendampingan keagamaan selama Ramadhan, sementara para santri juga memperoleh pengalaman berdakwah secara langsung di tengah masyarakat,” tambahnya.

Safari Dakwah Ramadhan tersebut dilaksanakan di sejumlah dusun yang tersebar di tiga desa di Kecamatan Banyubiru. 

Di Desa Gedong kegiatan berlangsung di Dusun Banyudono, Gedong, Kalipacet, Legundi, dan Karang Padang.

Sementara di Desa Kebumen, kegiatan dakwah dilaksanakan di Dusun Gentan, Kayuwangi, Kayumas, Kepil, Demolo, Bendosari, Tegaron Wetan, dan Sukodono. 

Sedangkan di Desa Rowoboni, Safari Dakwah Ramadhan digelar di Dusun Rowo Kasem dan Rowo Potro.

Dalam kegiatan ini, para santri melaksanakan berbagai aktivitas keagamaan di masyarakat, mulai dari pengajian, ceramah Ramadhan, bimbingan ibadah, hingga pendampingan kegiatan keagamaan di masjid dan musala setempat.

Program Safari Ramadhan sendiri merupakan bagian dari tradisi pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo. 

Para santri diterjunkan langsung ke masyarakat untuk melatih kemampuan berdakwah, berkomunikasi, serta memperluas pengalaman bermasyarakat.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan para santri dapat semakin siap menjalankan peran sebagai mubaligh yang mampu menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara bijak dan membumi di tengah masyarakat.

09/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang

Berita Terbaru

Salurkan Dana ZIS Catur Wulan Pertama Rp142,7 Juta, Bupati Semarang: Banyak Warga Terbantu BAZNAS di Tengah Keterbatasan Anggaran Daerah
Salurkan Dana ZIS Catur Wulan Pertama Rp142,7 Juta, Bupati Semarang: Banyak Warga Terbantu BAZNAS di Tengah Keterbatasan Anggaran Daerah
UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang mengapresiasi peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya di tengah keterbatasan anggaran daerah. Hal itu disampaikan Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, usai menghadiri penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) catur wulan pertama tahun 2025 di Aula Kantor Baznas, Rabu (30/4/2025).Pada periode pertama tahun ini, Baznas Kabupaten Semarang menyalurkan dana ZIS sebesar Rp142.750.000 kepada 32 mustahik atau penerima manfaat. Dana tersebut disalurkan melalui tiga program utama, yakni Kabupaten Semarang Taqwa, Kabupaten Semarang Sehat, dan Kabupaten Semarang Peduli.“Bantuan yang diberikan Baznas ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah, peran Baznas sangat penting dan nyata,” ujar Bupati Ngesti.Dalam program Kabupaten Semarang Taqwa, Baznas menyalurkan bantuan pembangunan tempat ibadah kepada 10 masjid, masing-masing menerima Rp10 juta. Selain itu, diberikan pelatihan nadzir untuk dua orang penerima, masing-masing sebesar Rp1 juta.Program Kabupaten Semarang Sehat menyasar delapan penerima yang mendapatkan bantuan biaya pengobatan, alat bantu kursi roda, dan bantuan dhuafa, dengan nominal antara Rp1.250.000 hingga Rp3 juta.Sementara itu, bantuan dalam program Kabupaten Semarang Peduli diberikan kepada 12 warga terdampak bencana, seperti korban kebakaran di Bringin dan Ambarawa, dhuafa di Tuntang, serta korban puting beliung di Kecamatan Tengaran. Nilai bantuan berkisar dari Rp1,5 juta hingga Rp5 juta.Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya menargetkan pengumpulan dana ZIS sebesar Rp7,8 miliar, naik dari capaian tahun lalu sebesar Rp5,5 miliar.Ia optimistis target tersebut bisa tercapai berkat kerja sama berbagai pihak, termasuk dukungan dari pemerintah daerah.Bupati Ngesti juga mengajak para penerima bantuan untuk ikut menyosialisasikan peran dan fungsi Baznas kepada masyarakat luas. “Semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas, maka akan semakin banyak pula warga yang bisa dibantu,” pungkasnya.(sm)
BERITA01/05/2025 | Syahrul Munir
Legiman, Tukang Sampah yang Naik Haji, Dapat Apresiasi dari Baznas Kabupaten Semarang
Legiman, Tukang Sampah yang Naik Haji, Dapat Apresiasi dari Baznas Kabupaten Semarang
UNGARAN – Kisah inspiratif Legiman (66), seorang tukang sampah asal Desa Glagahombo, Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, menarik perhatian dan simpati banyak pihak. Salah satunya datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang. Dalam acara Pelepasan Calon Jemaah Haji Kabupaten Semarang Tahun 2025 yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang pada Rabu, 30 April 2025, Baznas memberikan apresiasi berupa bingkisan perlengkapan haji kepada Legiman dan istrinya. Bingkisan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, didampingi Wakil Bupati Nur Arifah, Ketua Baznas Khadziq Faisol, Wakil Ketua I Baznas Mochammad Pratomo Wibowo, serta jajaran Forkompimda Kabupaten Semarang. Apresiasi itu diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kegigihan Legiman yang selama hampir 39 tahun menabung dari hasil pekerjaannya sebagai pengangkut sampah demi bisa menunaikan ibadah haji bersama sang istri. “Kami memberikan apresiasi kepada Pak Legiman karena beliau menjadi inspirasi bagi masyarakat. Niat baik yang disertai dengan ikhtiar yang tulus pasti akan membuahkan hasil,” ujar Khadziq Faisol, Ketua Baznas Kabupaten Semarang. Legiman sendiri telah bekerja sebagai tukang angkut sampah rumah tangga sejak lama. Ia mulai menabung sejak tahun 1986, bertekad menunaikan Rukun Islam kelima. Meski penghasilannya pas-pasan, ia tetap konsisten menyisihkan sebagian untuk tabungan haji. Awalnya, Legiman tidak menyangka bahwa tabungannya akan cukup untuk biaya haji. Namun setelah pihak bank memberikan estimasi biaya, ia pun yakin dan mendaftar. Saat itu, biaya pendaftaran haji mencapai Rp25 juta per orang, sehingga ia membutuhkan Rp50 juta untuk bisa berangkat bersama istrinya, Baniyah (66). Kini, impian itu terwujud. Legiman dan Baniyah akan berangkat ke Tanah Suci bersama ribuan calon jemaah haji asal Kabupaten Semarang. “Alhamdulillah, matur nuwun Pak Bupati, matur nuwun Baznas,” ucap Legiman penuh syukur. Dalam kesempatan yang sama, Baznas Kabupaten Semarang juga membuka konter Layanan ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) untuk memudahkan para calon haji dalam menyalurkan zakat mereka. “Hasil pengumpulan ZIS melalui layanan ini mencapai Rp11,1 juta. Insyaallah akan kami salurkan kepada para asnaf melalui program-program produktif,” tambah Faisol.(SM)
BERITA01/05/2025 | Syahrul Munir
Baznas Kabupaten Semarang Gelar Halaqoh Kyai dan Da'i di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang
Baznas Kabupaten Semarang Gelar Halaqoh Kyai dan Da'i di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang
Ungaran - Dalam Rangka meningkatkan perolehan Zakat, Infak dan Shodaqoh (ZIS), BAZNAS Kabupaten Semarang mengundang 80 Kyai/ Da'i guna turut menyuarakan pentingnya berzakat dan infak. Acara Halaqoh tersebut digelar di pendopo rumah dinas Bupati Semarang. "Halaqoh ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dakwah tentang zakat, infak dan shodaqoh secara tepat dan masif. Menguatkan para pejuang fisabilillah dalam menyuarakan gerakan zakat," kata Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol. Kegiatan tersebut juga diharapkan bisa mengawal dan meningkatkan perolehan ZIS Baznas Kabupaten Semarang. "Juga tercapainya kesadaran para Kyai/ Da'i dalam menyampaikan materi ZIS di setiap event atau kegiatannya, Lanjut Khadziq Faisol." Bupati Semarang dalam acara itu dimohon berkenan memberikan motivasi kepada para Kyai dan Da'i untuk berperan aktif dalam menggelorakan zakat ke umat khususnya diwilayah Kabupate Semarang. "Bupati semarang kita harapkan ikut secara aktif ikut mendorong peningkatan pengumpulan zakat serta mensinergikan lembaga-lembaga dan peran Kyai/ Da'i dalam rangka pengentasan kemiskinan." lanjut Faisol. Halaqoh Da'i tersebut merupakan salah satu program Baznas dalam upaya meningkatkan serta optimalisasi perolehan dan edukasi terhadap pengelola zakat yang ada di kabupaten Semarang. Acara tersebut dibuka oleh Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, S.H,. M,H. yang diwakili Wabup Dra. Hj. Nur Arifah. Diacara tersebut Pimpinan Baznas menyerahkan buku RKAT Tahun 2025 dan Laporan 2024 serta penyerahan secara simbolis zakat fitrah Bupati dan Wabup melalui Baznas Kabupaten Semarang. Turut hadir pula sebagai moderator Kakankemenag Kabupaten Semarang Ta'yinul Birri Bagus Nugroho, sebagai narasumber KH. M. Muzammil (Katib Syuriah PW NU Jateng), Prof Dr HM Saerozi MAg, dan KH M. Aminudin Azis.
BERITA25/03/2025 | Humas BAZNAS Kab. Semarang
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Semarang.

Lihat Daftar Rekening →