WhatsApp Icon
BAZNAS Semarang Salurkan Insentif “Kurban Berkah” Rp71,5 Juta kepada 28 UPZ

UNGARAN, BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang menyalurkan bantuan insentif melalui Program “Kurban Berkah BAZNAS Kabupaten Semarang 2026” senilai Rp71,5 juta kepada 28 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid dan musala di Kabupaten Semarang, Selasa, 19 Mei 2026.

Penyaluran dilakukan di Aula BAZNAS Kabupaten Semarang dan diserahkan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadziq Faisol kepada perwakilan UPZ Masjid Miftahul Jannah Pringapus, Adib Wibowo.

Program “Kurban Berkah” merupakan skema bantuan operasional bagi panitia kurban di tingkat masjid dan musala. Bantuan diberikan untuk membantu kebutuhan perlengkapan dan peralatan penyembelihan, distribusi daging kurban, hingga kebutuhan operasional panitia selama pelaksanaan ibadah kurban.

Dalam program tersebut, BAZNAS memberikan insentif Rp1 juta untuk setiap ekor sapi dan Rp150 ribu untuk setiap ekor kambing atau domba.

“Tahun ini terdapat 68 ekor sapi dan 39 ekor kambing yang mengikuti program,” kata Khadziq.

Dengan jumlah tersebut, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp71,5 juta kepada 28 UPZ peserta program di Kabupaten Semarang.

Khadziq mengatakan program itu disusun untuk mendukung pelaksanaan kurban yang lebih baik, tertib, dan tepat sasaran di lingkungan masyarakat. Menurut dia, panitia kurban di tingkat masjid dan musala selama ini memiliki peran penting dalam pelayanan umat, mulai dari penyembelihan hingga distribusi daging kepada warga.

“Insentif ini diharapkan dapat membantu kebutuhan operasional panitia sehingga pelaksanaan kurban bisa berjalan lebih baik dan lancar,” ujarnya.

Selain penyaluran bantuan, BAZNAS Kabupaten Semarang sebelumnya juga melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan UPZ calon peserta program di sejumlah wilayah. Kegiatan itu meliputi sosialisasi program, pendampingan administrasi, hingga verifikasi kesiapan pelaksanaan kurban.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Semarang H. Asep Mulyana dalam sambutannya mengapresiasi program yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Semarang.

Ia menilai program tersebut dapat membantu operasional panitia kurban sekaligus memperkuat sinergi antara BAZNAS dan UPZ di tingkat masjid maupun musala.

Asep juga meminta UPZ terus mendukung berbagai program BAZNAS Kabupaten Semarang, baik dalam pengumpulan maupun pendistribusian zakat, infak, sedekah, dan program sosial-keagamaan lainnya.

Menurut dia, kolaborasi antara BAZNAS dan UPZ menjadi kunci agar manfaat program keumatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

“Ke depan kami berharap program ini bisa lebih masif dan menjangkau lebih banyak UPZ di seluruh Kabupaten Semarang,” kata Asep.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I, Wakil Ketua III, dan Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Semarang.(*)

 

19/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS Kabupaten Semarang Siapkan Pendidikan Kader Penggerak Zakat di 19 Kecamatan

SEMARANG, BAZNAS — BAZNAS Kabupaten Semarang menyiapkan program pelatihan kader penggerak zakat untuk memperkuat pengelolaan zakat di tingkat kecamatan. Program itu dibahas dalam koordinasi bersama Kementerian Agama Kabupaten Semarang dan Balai Diklat Keagamaan Semarang di BDK Semarang, Selasa, 19 Mei 2026.

Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadiq Faisol mengatakan keberadaan kader penggerak zakat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas pengelolaan zakat di 19 kecamatan. Saat ini, kata dia, telah ada pendamping yang membantu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan, namun penguatan sumber daya manusia masih diperlukan.

“Ada harapan nantinya salah satu penyuluh bisa menjadi volunteer penggerak zakat,” kata Faisol.

Menurut dia, kader penggerak zakat tidak hanya diarahkan pada pengumpulan dana zakat, tetapi juga penguatan pendistribusian dan pendayagunaan zakat di masyarakat. “Tidak hanya pengumpulan, tapi juga pentasyarufan,” ujar dia.

Faisol mengatakan pada angkatan pertama program tersebut akan diseleksi sebanyak 40 peserta yang berasal dari amil tidak tetap (ATT) dan penyuluh agama Islam dari 19 kecamatan di Kabupaten Semarang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang H. Ta’yinul Biri Bagus Nugroho mengatakan calon kader penggerak zakat perlu memiliki kemampuan komunikasi publik dan pemasaran yang handal.

“Salah satunya kemampuan marketing. Model perekrutannya juga harus diseleksi,” kata Bagus.

Ia menilai kemampuan public relation dan public speaking penting agar kader mampu membangun jejaring dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap zakat.

Sementara itu, Kepala BDK Semarang H. Suyatno menyatakan lembaganya siap mendukung pelaksanaan pelatihan kader penggerak zakat. Menurut dia, pola pelatihan dapat dilakukan melalui metode klasikal, bimbingan teknis, maupun blended learning yang memadukan pembelajaran luring dan daring.

“Secara umum kami siap dengan pola-pola kekuatan yang dimiliki BDK,” ujar Suyatno.

Ia mengatakan materi pelatihan dapat mencakup penguatan kapasitas amil zakat hingga public speaking. BDK Semarang, kata dia, juga tengah menjalankan sertifikasi zakat, nadzir, dan amil.

Sebagai tindak lanjut pertemuan itu, BAZNAS Kabupaten Semarang, Kementerian Agama Kabupaten Semarang, dan BDK Semarang berencana menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Kerja sama tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan program pelatihan kader penggerak zakat tingkat kecamatan secara berkelanjutan.(*)

 

19/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Mufti Negeri Sabah Tinjau Pemberdayaan Peternak Binaan BAZNAS Kabupaten Semarang

UNGARAN, BAZNAS - Mufti Negeri Sabah, Malaysia, Datuk Dr. Bungsu Aziz bin Haji Jaafar meninjau program pemberdayaan peternak binaan BAZNAS Kabupaten Semarang di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa, 6 Mei 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pengelolaan Balai Ternak Mendo Ngrembaka yang dikembangkan sebagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis zakat.

Datuk Bungsu hadir bersama rombongan dari Ma’had Tahfidz Al-Qur’an Ibnu Al-Jazari (MTIJ) Sabah serta didampingi jajaran UIN Salatiga. 

Dalam kunjungan itu, rombongan melihat aktivitas peternakan kambing, pengelolaan limbah ternak, hingga penerapan sistem integrated farming yang dijalankan kelompok binaan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadziq Faisol mengatakan program Balai Ternak dikembangkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan zakat produktif.

“BAZNAS ingin zakat tidak hanya berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan,” kata Faisol.

Menurut dia, Balai Ternak Mendo Ngrembaka tidak hanya berfokus pada pengembangan peternakan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Dalam dialog bersama pengelola balai ternak, Datuk Bungsu menyampaikan ketertarikannya terhadap model pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Semarang. 

Ia menilai pendekatan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas tersebut menjadi salah satu model yang menarik untuk dipelajari.

“Kami datang untuk melihat bagaimana program seperti ini bisa berjalan dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Datuk Bungsu.

Selain meninjau balai ternak, rombongan juga berdiskusi mengenai penguatan ekonomi umat, pengelolaan lembaga sosial keagamaan, serta peluang kerja sama pemberdayaan masyarakat di masa mendatang.

Kunjungan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena menunjukkan program pemberdayaan berbasis zakat yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Semarang mulai dikenal hingga tingkat internasional.

07/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS Kabupaten Semarang Targetkan 100 Peserta Program DAM 2026

UNGARAN, BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang menargetkan 100 peserta dalam program penerimaan dan pendistribusian daging dam (hadyu) tahun 2026. Hingga awal Mei 2026, jumlah peserta tercatat telah mencapai 83 orang.

Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, mengatakan program ini merupakan upaya memfasilitasi jemaah haji, khususnya yang melaksanakan haji tamattu’, dalam menunaikan kewajiban dam secara syar’i, sekaligus memberikan manfaat sosial di daerah asal.

“Per hari ini sudah 83 peserta. Kami optimistis bisa mencapai target 100 peserta sebelum pelaksanaan,” ujarnya.

Program ini merujuk pada kebijakan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang memungkinkan pelaksanaan dam dilakukan di Tanah Air melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, lembaga amil zakat, maupun organisasi keagamaan.

Khadziq menjelaskan, pelaksanaan dam di dalam negeri menjadi alternatif atas keterbatasan penyembelihan di Tanah Suci, baik dari sisi kapasitas, distribusi logistik, hingga aspek kesehatan dan lingkungan.

Adapun besaran pembayaran dam ditetapkan sebesar Rp 2,8 juta per ekor kambing dengan bobot sekitar 30 kilogram. Nilai tersebut mencakup seluruh proses, mulai dari pengadaan hewan, penyembelihan, pengemasan, hingga distribusi kepada penerima manfaat.

BAZNAS Kabupaten Semarang telah berkoordinasi dengan rumah potong hewan (RPH) untuk memastikan proses penyembelihan sesuai ketentuan syariat dan standar kesehatan. Rencana penyembelihan dijadwalkan pada 30 Mei 2026.

Dalam hal pendistribusian, BAZNAS menggandeng pemerintah daerah, termasuk dinas sosial dan dinas kesehatan, guna memastikan daging dam tersalurkan tepat sasaran. Penerima manfaat diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti keluarga miskin ekstrem, ibu hamil, pekerja rentan, tenaga pendidik berpenghasilan rendah, hingga penyintas bencana.

“Distribusi tidak hanya soal pembagian, tapi juga memastikan dampak sosialnya terasa, terutama untuk mendukung penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem,” kata Khadziq.

Secara keseluruhan, program ini dirancang dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Seluruh tahapan, mulai dari penerimaan dana hingga pelaporan, akan didokumentasikan dan dilaporkan kepada pemangku kepentingan.

Dalam kerangka acuan kerja yang disusun, total anggaran kegiatan diperkirakan mencapai Rp 265,05 juta dengan asumsi 90 ekor kambing. Anggaran tersebut mencakup biaya operasional utama hingga pendukung, termasuk distribusi dan pelaporan kegiatan.

BAZNAS Kabupaten Semarang berharap program ini tidak hanya membantu jemaah haji menunaikan kewajiban ibadah, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan di daerah.(*)

05/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
BAZNAS RI Ingatkan Kewajiban Zakat, BAZNAS Kabupaten Semarang Disorot Soal Optimalisasi

UNGARAN, BAZNAS.COM — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang menerima kunjungan pimpinan BAZNAS RI dan BAZNAS Jawa Tengah pada Kamis, 23 April 2026. Kunjungan ini menyoroti penguatan pengelolaan zakat, terutama pada aspek digitalisasi, keuangan, dan operasional.

Hadir dalam kunjungan tersebut Pimpinan Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, serta Wakil Ketua II BAZNAS Jawa Tengah, Zain Yusuf. Keduanya memberikan arahan kepada jajaran pengurus dan staf BAZNAS Kabupaten Semarang.

Dalam arahannya, Mahdum menegaskan pentingnya peran amil dalam memastikan kewajiban zakat ditunaikan oleh masyarakat yang telah memenuhi syarat. “Menjadi dosa bagi amil jika ada orang yang sudah berkewajiban membayar zakat tetapi tidak menunaikannya,” kata dia.

Pernyataan itu menggarisbawahi tanggung jawab moral sekaligus kelembagaan bagi pengelola zakat untuk aktif melakukan edukasi, pendataan, dan penjangkauan kepada para muzakki.

Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari BAZNAS RI maupun BAZNAS Jawa Tengah. Menurut dia, sejumlah program strategis yang dipercayakan kepada BAZNAS Kabupaten Semarang menjadi dorongan untuk meningkatkan kinerja lembaga.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pengelolaan zakat agar lebih profesional dan berdampak,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pimpinan dan staf BAZNAS Kabupaten Semarang. Pertemuan juga menjadi forum evaluasi sekaligus konsolidasi internal dalam rangka memperkuat tata kelola zakat di daerah.

Dalam beberapa tahun terakhir, BAZNAS mendorong transformasi digital dan peningkatan akuntabilitas keuangan sebagai bagian dari upaya memperluas basis penghimpunan zakat. Kabupaten Semarang dinilai memiliki potensi yang masih dapat dioptimalkan, terutama melalui pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis data.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah lanjutan untuk mempercepat penguatan kelembagaan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat.(*)

27/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang

Berita Terbaru

Tingkatkan Kompetensi Juru Sembelih, MUI dan BAZNAS Kabupaten Semarang Gelar Pelatihan Penyembelihan Syar'i
Tingkatkan Kompetensi Juru Sembelih, MUI dan BAZNAS Kabupaten Semarang Gelar Pelatihan Penyembelihan Syar'i
UNGARAN, BAZNAS — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar pelatihan juru sembelih halal (Juleha) pada Ahad 1 Juni 2025, bertempat di Gedung Al Maksum, kompleks Pondok Pesantren Bina Ulama Qurani (BUQ) Rowopolo, Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang.Pelatihan bertajuk “Meningkatkan Kompetensi Juru Sembelih yang Profesional dan Sesuai Syariah” ini diikuti oleh sekitar 200 peserta yang berasal dari berbagai kalangan. Mereka terdiri dari petugas juru sembelih Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU), pengurus masjid dan mushola yang rutin melaksanakan penyembelihan hewan kurban, perwakilan instansi pemerintah, organisasi masyarakat Islam, lembaga pendidikan, serta masyarakat umum yang berminat menjadi juru sembelih halal.Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadiq Faisol, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tata cara penyembelihan hewan secara syar’i.“Kurban adalah ibadah yang tidak hanya memerlukan keikhlasan, tetapi juga harus dilakukan dengan cara yang benar menurut syariat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa para juru sembelih memahami tanggung jawab mereka, tidak hanya secara teknis tapi juga secara spiritual,” ujar FaisolKegiatan pelatihan dikemas dalam metode ceramah, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi, dan praktik langsung penyembelihan. Para peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber yang kompeten, di antaranya dari Komisi Fatwa MUI, Dinas Peternakan, praktisi dari RPH/RPU, serta trainer profesional penyembelihan syar’i.Materi pelatihan meliputi fiqih kurban, fikih penyembelihan dalam Islam, etika dan adab juru sembelih, pemilihan hewan kurban yang memenuhi syarat, persiapan alat penyembelihan sesuai syariat, manajemen dan penanganan daging hewan, serta kesehatan hewan kurban.Ketua MUI Kabupaten Semarang, KH Fatkhurrohman Tohir, menegaskan pentingnya aspek kehalalan dan thayyiban dalam proses penyembelihan.“Penyembelihan yang benar itu bukan sekadar memotong leher hewan. Ada ketentuan syariat yang harus dipatuhi. Kalau salah dalam menyembelih, bukan hanya dagingnya yang tidak halal, tapi juga bisa merusak kepercayaan masyarakat,” tegas KH Fatkhurrohman.Dengan diselenggarakannya pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep penyembelihan halal secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung di lapangan, khususnya menjelang pelaksanaan ibadah kurban Idul Adha.Di akhir pelatihan, seluruh peserta memperoleh sertifikat sebagai bukti kompetensi mereka dalam penyembelihan hewan secara syar’i.“Ke depan, kami berharap seluruh masjid dan mushola di Kabupaten Semarang dapat memberdayakan juru sembelih bersertifikat, agar pelaksanaan kurban berjalan sesuai dengan tuntunan syariat dan menjaga kualitas daging yang dibagikan kepada masyarakat,” tutur Khadiq Faisol.(sm)
BERITA02/06/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Kemenag Kabupaten Semarang Komitmen Terdepan dalam Pengumpulan Zakat di BAZNAS
Kemenag Kabupaten Semarang Komitmen Terdepan dalam Pengumpulan Zakat di BAZNAS
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-font-kerning:1.0pt; mso-ligatures:standardcontextual;} UNGARAN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Sinergi Optimalisasi Pengelolaan Zakat", Rabu 28 Mei 2025 di Aula Kantor BAZNAS, Ungaran. Acara ini menjadi forum strategis dalam menguatkan kolaborasi pengelolaan zakat, terutama peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Kemenag. FGD dihadiri oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Semarang H. Ta’yinul Biri Bagus Nugroho dan Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadziq Faisol sebagai pemateri utama. Turut hadir Gara Zawa (Penyelenggara Zakat Wakaf) Kemenag Kabupaten Semarang Chambali, Ketua UPZ Kemenag H. Murtadho, Ketua DPD AGPAII Kabupaten Semarang Dr. Amin Nurbaedi, serta Ketua UPZ AGPAII. Dalam paparannya, Kakan Kemenag H. Ta’yinul Biri Bagus Nugroho menekankan pentingnya kesadaran berzakat sejak dini, khususnya bagi guru-guru di bawah naungan Kemenag. Ia mengungkapkan, dari sekitar 400 ASN di lingkungan Kemenag Kabuoaten Semarang termasuk Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), terdapat potensi zakat mencapai Rp1,8 miliar, termasuk Rp100 juta yang dapat dihimpun dari para Guru PAI yang tergabung dalam GPAI. "Kami mengimbau agar para ASN, termasuk PPPK, mulai berzakat sejak awal penggajian, bahkan termasuk dari THR dan gaji ke-13. Kami juga mendorong agar UPZ segera membuat surat edaran untuk memperkuat imbauan ini,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa Kemenag berkomitmen tidak mengelola dana zakat secara langsung, tetapi mendukung penuh pengelolaannya melalui BAZNAS. "Kami meng-endors BAZNAS sebagai lembaga resmi. Tujuan kami jelas: UPZ tidak mengelola keuangan sendiri, tapi menjadi pengumpul yang terhubung langsung dengan BAZNAS,” tambahnya. Bagus juga menyoroti perlunya panduan resmi dalam menghitung zakat serta sosialisasi menyeluruh ke seluruh lembaga pendidikan. “Beberapa guru sebenarnya sudah mampu berzakat, namun belum tersosialisasi dengan baik. Di sisi lain, belum ada panduan resmi dalam menghitung zakat penghasilan,” ujarnya. Gara Zawa Kemenag Kabupaten Semarang, Chambali menggarisbawahi pentingnya peran Kemenag sebagai pionir zakat. “Kami merasa menjadi beban kalau tidak berada di garis depan, karena cikal bakal BAZNAS ya dari Kemenag, ” ucapnya. Zakat yang dikelola oleh UPZ Kemenag, kata Chambali, selama ini sangat membantu operasional sejumlah lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag, terutama madrasah swasta. Chambali mencontohkan pengalaman di Boyolali, di mana zakat gaji ASN sepenuhnya disalurkan melalui BAZNAS tanpa kendala. Namun, saat zakat tunjangan kinerja (Tukin) dibebankan juga, sejumlah madrasah swasta mulai merasa berat karena ketergantungan terhadap dana tersebut untuk operasional. "Setelah melalui proses evaluasi dan penilaian, akhirnya zakat Tukin diperbolehkan dikelola UPZ Kemenag dengan sistem pembagian 30:70. Ini sinergi yang baik antara BAZNAS dan Kemenag,” terangnya. Ketua UPZ Kemenag H. Murtadho menjelaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen terus menggali potensi zakat dari para ASN di lingkungan Kemenag. Salah satunya adalah mengelola zakat dari para guru PAI penerima tunjangan profesi guru (TPG) . “Begitu mereka menerima TPG, kami langsung lampirkan form kesediaan berzakat 2,5 persen ke BAZNAS,” ujarnya. Senada, Dr. Amin Nurbaedi dari AGPAII melaporkan bahwa tahun 2024 telah terjalin kerja sama produktif antara GPAI dan BAZNAS. “ Dengan dukungan BAZNAS kita telah mengirim 160 guru untuk mengikuti PPG di UIN Walisongo, tinggal menunggu pengukuhan. Kami mohon Pak Murtadho dapat menginventarisasi ulang nama-nama GPAI penerima PPG untuk data zakatnya,” pintanya. Ia menegaskan bahwa UPZ GPAI tidak bersaing dengan UPZ Kemenag. “Kami bukan rival, justru mitra sinergis. Kami komitmen mendukung program zakat BAZNAS secara maksimal,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi program keagamaan: “Kita di Kemenag tengah berupaya menuntaskan buta baca Al-Qur’an. Karena faktanya, 60 persen siswa SD dan SMP di Kabupaten Semarang belum bisa baca Al-Qur’an,” tegasnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, H. Khadiq Faisol, menyambut baik seluruh masukan dan komitmen dari Kemenag. Ia menjanjikan bahwa dalam satu hingga dua minggu ke depan, pihaknya akan melakukan koordinasi lanjutan melalui mini-FGD dengan UPZ dan Gara Zawa. “Tinggal membawa rekomendasi yang dibutuhkan untuk optimalisasi pengelolaan zakat. Kami sangat terbuka untuk sinergi strategis agar zakat yang terhimpun semakin besar dan manfaatnya lebih terasa luas,” pungkasnya.(sm)
BERITA02/06/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Pemprov Jateng Targetkan 56.424 Jamban Sehat untuk Warga Miskin, BAZNAS Kabupaten Semarang Siap Berkontribusi
Pemprov Jateng Targetkan 56.424 Jamban Sehat untuk Warga Miskin, BAZNAS Kabupaten Semarang Siap Berkontribusi
UNGARAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memprogramkan pembangunan 56.424 unit jamban sehat bagi keluarga miskin selama lima tahun ke depan. Menyikapi hal itu, BAZNAS Kabupaten Semarang menyatakan siap berkontribusi melalui alokasi anggaran sebesar Rp222 juta pada tahun 2025.Komitmen tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadzik Faisol, usai Rapat Koordinasi Program Jamban Keluarga Miskin Provinsi Jawa Tengah 2025, melalui zoom meeting, Kamis 15 Mei 2025, yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.Faisol menjelaskan bahwa anggaran tersebut telah tercantum dalam Program Kabupaten Semarang Sehat melalui RKAT 2025. “Bantuan jambanisasi akan diberikan kepada 111 keluarga tidak mampu, terdiri dari 60 asnaf fakir dan 51 asnaf miskin. Per unitnya senilai Rp2 juta,” jelasnya.BAZNAS Kabupaten Semarang juga siap menyelaraskan sasarannya dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sebagaimana arahan dari Dinkes Jateng. Namun, Faisol menggarisbawahi bahwa realisasi bantuan sangat bergantung pada capaian pengumpulan zakat, infak, dan sedekah tahun ini, yang ditargetkan sebesar Rp7,8 miliar.“Kami mengimbau para muzaki di Kabupaten Semarang untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS. Setiap rupiah zakat yang disalurkan akan sangat berdampak pada upaya pengentasan kemiskinan,” ujarnya.Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa di Kabupaten Semarang masih terdapat 385 kepala keluarga miskin yang belum memiliki akses terhadap jamban sehat. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan 430 unit jamban sehat sepanjang tahun 2025, dengan skema pembiayaan dari Dana Desa (347 unit), program Sanimas APBN (78 unit), dan APBD Kabupaten Semarang (5 unit).Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, menegaskan pentingnya akses jamban sehat untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Ia mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat miskin yang belum memiliki jamban pribadi maupun komunal, sehingga berpotensi kembali pada praktik buang air besar sembarangan (BABS).“Lingkungan yang tidak sehat karena tidak adanya jamban, air bersih, dan pengelolaan limbah sangat berkontribusi terhadap munculnya penyakit hingga kematian,” ujar Yunita.Ia menambahkan, Pemprov Jateng saat ini sedang menjalankan 22 program intervensi PHBS bersama berbagai lembaga dan pihak swasta, termasuk BAZNAS. Targetnya, seluruh keluarga miskin di Jawa Tengah akan memiliki jamban sehat dalam lima tahun ke depan. Dengan kebutuhan anggaran Rp6,3 juta per unit, total dana yang diperlukan mencapai Rp359 miliar.(sm)
BERITA16/05/2025 | Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Tiga Warga Difabel Dapat Alat Bantu dari BAZNAS Kabupaten Semarang: "Terima Kasih, Saya Bisa Bergerak Lagi"
Tiga Warga Difabel Dapat Alat Bantu dari BAZNAS Kabupaten Semarang: "Terima Kasih, Saya Bisa Bergerak Lagi"
UNGARAN – Tiga warga difabel asal Kabupaten Semarang, Ngatiman (55), Muhroji (50) dan Jarwati (43) tak henti-hentinya mengucap syukur. Pada Selasa 6 Mei 2025, mereka mendapat layanan pemasangan dan pengukuran alat bantu jalan berupa kaki palsu dan brace yang difasilitasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang.Bertempat di APOC Medical—pusat rehabilitasi ortotik dan prostetik yang berlokasi di Jl. Gunungsinogo, Ngemplak, Boyolali—tiga penerima manfaat ini didampingi langsung oleh staf BAZNAS, Shodri Said dan Fahmaddin, untuk menjalani proses fitting dan konsultasi alat bantu yang dibutuhkan.“Matur nuwun sanget, Pak. Saya sudah lama ingin ganti kaki palsu, tapi tidak mampu,” ucap Ngatiman, warga Candirejo-Ungaran Barat. Kaki kirinya diamputasi akibat diabetes dan selama empat tahun terakhir ia memakai kaki palsu lama yang sudah longgar. “Dulu waktu baru diamputasi, kaki saya masih bengkak. Kaki palsunya besar. Sekarang sudah mengecil, jadi malah kebesaran. Jalannya jadi susah,” jelasnya.Kaki palsu sebelumnya, ujar Ngatiman, juga bantuan dari BAZNAS Kabupaten Semarang. “Ekonomi saya masih sulit, belum bisa membeli kaki palsu sendiri,” imbuhnya.Tak hanya Ngatiman, BAZNAS juga memfasilitasi Jarwati (43) dari Tengaran yang menerima pemasangan brace. Sejak kecil, ia mengalami kelumpuhan kaki kanan akibat polio. “Kelas satu SD saya kena polio, tidak pernah ditangani secara medis karena tidak ada biaya,” ujar Jarwati pilu.“Saya dulu cuma bisa duduk. Kalau bisa dibantu brace, saya bisa lebih banyak bergerak, walau pelan-pelan. Bisa jemur baju sendiri, bisa keluar rumah,” ucapnya lirih. Sementara itu, Muhroji (50) dari Bringin menjalani pengukuran kaki palsu baru. Ia kehilangan kaki kanan akibat komplikasi diabetes. “Saya tidak ada biaya, apalagi kalau harus ke Boyolali sendiri. Syukur, ada BAZNAS yang memfasilitasi bahkan sampai mengantar dan mendampingi,” katanya. Dalam kegiatan ini, ia turut didampingi oleh Amil Tidak Tetap (ATT) Kecamatan Bringin.Dalam senyum dan harapan para penerima manfaat, tampak bahwa bantuan ini bukan sekadar alat bantu fisik, melainkan pembuka jalan untuk hidup yang lebih mandiri. “Saya bisa jalan lagi. Ora mung lungguh wae,” ujar Jarwati, matanya berbinar.Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Semarang, Suud, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pentasyarufan program “Kabupaten Semarang Sehat”. “Kami ingin memastikan saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan fisik juga mendapat hak yang sama untuk hidup lebih layak,” kata Suud.APOC Medical sendiri dikenal sebagai lembaga profesional yang sudah berpengalaman sejak 2007 dalam menangani kebutuhan ortotik dan prostetik, termasuk kaki dan tangan palsu serta alat bantu lainnya.Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadzik Faisol, menyampaikan bahwa upaya membantu warga seperti ini hanya bisa terlaksana berkat dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat. Namun, hingga triwulan pertama 2025, dari target Rp7,8 miliar, baru tercapai Rp1,4 miliar atau 18 persen. “Kami mengajak kepada yang sudah wajib zakat (muzakki) agar tidak menunda. Karena di luar sana, banyak yang menunggu uluran tangan kita,” kata Faisol.(sm)
BERITA07/05/2025 | Syahrul Munir
Ambulan dan Tim Medis BAZNAS Kabupaten Semarang Siaga dari Ungaran hingga Donohudan. Ini Alasannya!
Ambulan dan Tim Medis BAZNAS Kabupaten Semarang Siaga dari Ungaran hingga Donohudan. Ini Alasannya!
UNGARAN - BAZNAS Kabupaten Semarang akan menyiagakan satu unit mobil ambulan dan satu tim medis saat keberangkatan rombongan calon haji di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Jumat 9 Mei 2025 mendatang.Hal itu terungkap dalam rapat mingguan BAZNAS Kabupaten Semarang, Senin 5 Mei 2025 di aula kantor BAZNAS setempat.Wakil Ketua Baznas Kabupaten Semarang Muhammad Mufid mengungkapkan, pelayanan kesehatan untuk jemaah calon haji adalah komitmen BAZNAS untuk memberikan nilai manfaat secara langsung dari perolehan Zakat Infak Sedekah (ZIS). Apalagi para calon haji dari Kabupaten Semarang tahun ini, didominasi warga yang sudah lanjut usia. “Jadi pada acara pelepasan calon haji di pendopo bupati beberapa waktu yang lalu, Alhamdulillah konter ZIS memperoleh dana sekitar Rp11 juta dari para calon haji. Salah satu benefit yang kami berikan adalah layanan kesehatan ini,” kata Mufid.Rencananya, unit ambulan dan tim medis tersebut akan mengawal rombongan haji yang bertolak dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali.Tim medis, jelasnya, terdiri dari satu orang dokter dan relawan, lengkap dengan obat-obatan ringan.“Ketika ada jamaah yang membutuhkan pertolongan, (jika diperlukan) dokter akan merekomendasikan ke rumah sakit terdekat di sepanjang perjalanan dari Ungaran ke Boyolali,” jelasnya.Setiba di Asrama Haji Donohudan, ambulan dan tim medis BAZNAS Kabupaten Semarang akan disiagakan sampai seluruh kloter dari Kabupaten Semarang masuk dan siap diterbangkan ke tanah suci. Selanjutnya tim kembali akan mengawal rombongan jemaah calon haji, selama perjalanan dari Asrama Haji Donohudna sampai di Bandara Adi Soemarmo untuk memastikan semua calon haji yang diterbangkan dalam keadaan sehat.“Hal yang sama juga akan kami lakukan pada saat kepulangan haji nanti,” pungkasnya.Diinformasikan, sebanyak 661 jemaah calon haji tahun 2025 dari Kabupaten Semarang akan diberangkatkan ke tanah suci pada 9 Mei 2025.Para calon haji tersebut tergabung dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 34 dan 35. Kloter 34 akan diisi penuh oleh 356 calon haji dari Kabupaten Semarang.Sedangkan 305 calon haji lainnya akan bergabung dengan Kabupaten Grobogan di Kloter 35.(SM)
BERITA06/05/2025 | Syahrul Munir
Salurkan Dana ZIS Catur Wulan Pertama Rp142,7 Juta, Bupati Semarang: Banyak Warga Terbantu BAZNAS di Tengah Keterbatasan Anggaran Daerah
Salurkan Dana ZIS Catur Wulan Pertama Rp142,7 Juta, Bupati Semarang: Banyak Warga Terbantu BAZNAS di Tengah Keterbatasan Anggaran Daerah
UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang mengapresiasi peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam membantu meringankan beban masyarakat, khususnya di tengah keterbatasan anggaran daerah. Hal itu disampaikan Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, usai menghadiri penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) catur wulan pertama tahun 2025 di Aula Kantor Baznas, Rabu (30/4/2025).Pada periode pertama tahun ini, Baznas Kabupaten Semarang menyalurkan dana ZIS sebesar Rp142.750.000 kepada 32 mustahik atau penerima manfaat. Dana tersebut disalurkan melalui tiga program utama, yakni Kabupaten Semarang Taqwa, Kabupaten Semarang Sehat, dan Kabupaten Semarang Peduli.“Bantuan yang diberikan Baznas ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah, peran Baznas sangat penting dan nyata,” ujar Bupati Ngesti.Dalam program Kabupaten Semarang Taqwa, Baznas menyalurkan bantuan pembangunan tempat ibadah kepada 10 masjid, masing-masing menerima Rp10 juta. Selain itu, diberikan pelatihan nadzir untuk dua orang penerima, masing-masing sebesar Rp1 juta.Program Kabupaten Semarang Sehat menyasar delapan penerima yang mendapatkan bantuan biaya pengobatan, alat bantu kursi roda, dan bantuan dhuafa, dengan nominal antara Rp1.250.000 hingga Rp3 juta.Sementara itu, bantuan dalam program Kabupaten Semarang Peduli diberikan kepada 12 warga terdampak bencana, seperti korban kebakaran di Bringin dan Ambarawa, dhuafa di Tuntang, serta korban puting beliung di Kecamatan Tengaran. Nilai bantuan berkisar dari Rp1,5 juta hingga Rp5 juta.Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya menargetkan pengumpulan dana ZIS sebesar Rp7,8 miliar, naik dari capaian tahun lalu sebesar Rp5,5 miliar.Ia optimistis target tersebut bisa tercapai berkat kerja sama berbagai pihak, termasuk dukungan dari pemerintah daerah.Bupati Ngesti juga mengajak para penerima bantuan untuk ikut menyosialisasikan peran dan fungsi Baznas kepada masyarakat luas. “Semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas, maka akan semakin banyak pula warga yang bisa dibantu,” pungkasnya.(sm)
BERITA01/05/2025 | Syahrul Munir
Legiman, Tukang Sampah yang Naik Haji, Dapat Apresiasi dari Baznas Kabupaten Semarang
Legiman, Tukang Sampah yang Naik Haji, Dapat Apresiasi dari Baznas Kabupaten Semarang
UNGARAN – Kisah inspiratif Legiman (66), seorang tukang sampah asal Desa Glagahombo, Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, menarik perhatian dan simpati banyak pihak. Salah satunya datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang. Dalam acara Pelepasan Calon Jemaah Haji Kabupaten Semarang Tahun 2025 yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang pada Rabu, 30 April 2025, Baznas memberikan apresiasi berupa bingkisan perlengkapan haji kepada Legiman dan istrinya. Bingkisan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, didampingi Wakil Bupati Nur Arifah, Ketua Baznas Khadziq Faisol, Wakil Ketua I Baznas Mochammad Pratomo Wibowo, serta jajaran Forkompimda Kabupaten Semarang. Apresiasi itu diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kegigihan Legiman yang selama hampir 39 tahun menabung dari hasil pekerjaannya sebagai pengangkut sampah demi bisa menunaikan ibadah haji bersama sang istri. “Kami memberikan apresiasi kepada Pak Legiman karena beliau menjadi inspirasi bagi masyarakat. Niat baik yang disertai dengan ikhtiar yang tulus pasti akan membuahkan hasil,” ujar Khadziq Faisol, Ketua Baznas Kabupaten Semarang. Legiman sendiri telah bekerja sebagai tukang angkut sampah rumah tangga sejak lama. Ia mulai menabung sejak tahun 1986, bertekad menunaikan Rukun Islam kelima. Meski penghasilannya pas-pasan, ia tetap konsisten menyisihkan sebagian untuk tabungan haji. Awalnya, Legiman tidak menyangka bahwa tabungannya akan cukup untuk biaya haji. Namun setelah pihak bank memberikan estimasi biaya, ia pun yakin dan mendaftar. Saat itu, biaya pendaftaran haji mencapai Rp25 juta per orang, sehingga ia membutuhkan Rp50 juta untuk bisa berangkat bersama istrinya, Baniyah (66). Kini, impian itu terwujud. Legiman dan Baniyah akan berangkat ke Tanah Suci bersama ribuan calon jemaah haji asal Kabupaten Semarang. “Alhamdulillah, matur nuwun Pak Bupati, matur nuwun Baznas,” ucap Legiman penuh syukur. Dalam kesempatan yang sama, Baznas Kabupaten Semarang juga membuka konter Layanan ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) untuk memudahkan para calon haji dalam menyalurkan zakat mereka. “Hasil pengumpulan ZIS melalui layanan ini mencapai Rp11,1 juta. Insyaallah akan kami salurkan kepada para asnaf melalui program-program produktif,” tambah Faisol.(SM)
BERITA01/05/2025 | Syahrul Munir
Baznas Kabupaten Semarang Gelar Halaqoh Kyai dan Da'i di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang
Baznas Kabupaten Semarang Gelar Halaqoh Kyai dan Da'i di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang
Ungaran - Dalam Rangka meningkatkan perolehan Zakat, Infak dan Shodaqoh (ZIS), BAZNAS Kabupaten Semarang mengundang 80 Kyai/ Da'i guna turut menyuarakan pentingnya berzakat dan infak. Acara Halaqoh tersebut digelar di pendopo rumah dinas Bupati Semarang. "Halaqoh ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dakwah tentang zakat, infak dan shodaqoh secara tepat dan masif. Menguatkan para pejuang fisabilillah dalam menyuarakan gerakan zakat," kata Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol. Kegiatan tersebut juga diharapkan bisa mengawal dan meningkatkan perolehan ZIS Baznas Kabupaten Semarang. "Juga tercapainya kesadaran para Kyai/ Da'i dalam menyampaikan materi ZIS di setiap event atau kegiatannya, Lanjut Khadziq Faisol." Bupati Semarang dalam acara itu dimohon berkenan memberikan motivasi kepada para Kyai dan Da'i untuk berperan aktif dalam menggelorakan zakat ke umat khususnya diwilayah Kabupate Semarang. "Bupati semarang kita harapkan ikut secara aktif ikut mendorong peningkatan pengumpulan zakat serta mensinergikan lembaga-lembaga dan peran Kyai/ Da'i dalam rangka pengentasan kemiskinan." lanjut Faisol. Halaqoh Da'i tersebut merupakan salah satu program Baznas dalam upaya meningkatkan serta optimalisasi perolehan dan edukasi terhadap pengelola zakat yang ada di kabupaten Semarang. Acara tersebut dibuka oleh Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, S.H,. M,H. yang diwakili Wabup Dra. Hj. Nur Arifah. Diacara tersebut Pimpinan Baznas menyerahkan buku RKAT Tahun 2025 dan Laporan 2024 serta penyerahan secara simbolis zakat fitrah Bupati dan Wabup melalui Baznas Kabupaten Semarang. Turut hadir pula sebagai moderator Kakankemenag Kabupaten Semarang Ta'yinul Birri Bagus Nugroho, sebagai narasumber KH. M. Muzammil (Katib Syuriah PW NU Jateng), Prof Dr HM Saerozi MAg, dan KH M. Aminudin Azis.
BERITA25/03/2025 | Humas BAZNAS Kab. Semarang
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Semarang.

Lihat Daftar Rekening →