WhatsApp Icon

Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga, 40 Mustahik Dilatih Keterampilan Pijat Refleksi

26/07/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang

Bagikan:URL telah tercopy
Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga, 40 Mustahik Dilatih Keterampilan Pijat Refleksi

BAZNAS Kabupaten Semarang gelar Pelatihan Terapi Pijat Refleksi 25–26 Juli 2026

BAZNAS, UNGARAN – Selama ini Masud (29) dikenal sebagai marbot masjid. Di sela-sela tugasnya, ia sesekali membantu memijat warga yang mengeluh pegal atau kelelahan. 

Keahlian itu diperoleh secara otodidak, tanpa pernah memahami teknik terapi yang benar.

Kesempatan meningkatkan kemampuan datang ketika pria itu mengikuti Pelatihan Terapi Pijat Refleksi yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang.

"Selama ini saya hanya pijat urut biasa. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya ingin menjadi terapis pijat refleksi yang lebih profesional," kata Masud.

Harapan serupa disampaikan Hasim Ngasari, yang juga berprofesi sebagai marbot masjid.  Menurut dia, keterampilan tersebut bukan sekadar menambah ilmu, tetapi membuka peluang memperoleh penghasilan baru untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Bagi keduanya, pelatihan selama dua hari itu menjadi kesempatan yang mungkin sulit diperoleh apabila harus mengikuti kursus berbayar.

Sebanyak 40 mustahik mengikuti pelatihan yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang. 

Selama dua hari, peserta lebih banyak menjalani praktik dibanding teori, mulai dari mengenali titik-titik refleksi tubuh, teknik pemijatan yang benar, etika pelayanan, hingga cara mengelola usaha jasa terapi.

Pelatihan dipandu instruktur bersertifikat BNSP, Ustadz Muanam Al Madurany. 

Tingginya minat masyarakat bahkan membuat sejumlah peserta umum ikut mendaftar secara mandiri.

Bagi BAZNAS Kabupaten Semarang, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya mengubah pola penyaluran zakat dari bantuan konsumtif menjadi pemberdayaan ekonomi berbasis keterampilan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadziq Faisol mengatakan mustahik tidak cukup hanya menerima bantuan yang habis dalam waktu singkat. 

Mereka juga perlu memiliki keterampilan yang dapat menjadi sumber penghasilan berkelanjutan.

"Kami berharap teman-teman mustahik tidak berhenti belajar setelah pelatihan ini. Ilmu yang diperoleh harus dipraktikkan sehingga menjadi bekal usaha dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," kata Khadziq.

Ia menjelaskan terapi pijat refleksi dipilih karena kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan alternatif terus meningkat. 

Peluang usaha di bidang tersebut dinilai cukup terbuka dan dapat dijalankan dengan modal yang relatif terjangkau.

Selain membekali kemampuan teknis, peserta juga memperoleh materi mengenai manajemen usaha, pelayanan pelanggan, serta motivasi kewirausahaan.

Target akhirnya adalah lahirnya kelompok-kelompok usaha terapi refleksi yang mampu berdiri secara mandiri.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang Ta'yinul Biri Bagus Nugroho mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari implementasi program Kemenag Berdampak.

"Harapan kami lahir terapis-terapis pijat syar'i yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pesertanya," ujarnya.

Ke depan, Baznas dan Kementerian Agama berencana melanjutkan pembinaan melalui pembentukan Asosiasi Terapis Syar'i dan pelatihan lanjutan agar keterampilan peserta terus berkembang.

Bagi Masud, bekal yang dibawanya pulang bukan hanya sertifikat pelatihan. Ia membawa harapan baru bahwa keterampilan yang diperoleh dapat menjadi jalan untuk memperbaiki taraf hidup keluarganya.

"Kalau nanti bisa membuka praktik sendiri, tentu sangat membantu ekonomi keluarga," katanya.(rul)

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Semarang.

Lihat Daftar Rekening →