WhatsApp Icon

Warga Lereng Merbabu Krisis Air Bersih, BTB BAZNAS Turun Tangan

22/10/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang

Bagikan:URL telah tercopy
Warga Lereng Merbabu Krisis Air Bersih, BTB BAZNAS Turun Tangan

Dok.Baznas Kabupaten Semarang

UNGARAN, BAZNAS - Sekretaris Desa Tajuk, Sri Rahayuningsih, menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Semarang atas bantuan air bersih untuk warga Dusun Kaliajeng dan Dusun Macanan, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Rabu 21 Oktober 2026.

Bantuan tersebut membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau. Sri berharap bantuan itu membawa berkah bagi masyarakat dan hujan segera turun agar ketersediaan air kembali membaik.

“Terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Semarang atas bantuan air bersih untuk warga kami. Semoga berkah dan semoga segera turun hujan,” ujar Sri.

Penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Semarang pada tahap ketujuh. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Kabupaten Semarang bekerja sama dengan Perhimpunan Baitul Maal wat Tamwil Indonesia (PBMTI) Kabupaten Semarang dalam rangka Milad PBMTI ke-28.

Pada tahap ini, BTB menjangkau tujuh lokasi yang tersebar di sejumlah kecamatan dengan total bantuan delapan tangki atau 54.000 liter air bersih. Bantuan tersebut menjangkau 1.406 kepala keluarga atau 4.886 jiwa.

Ketujuh lokasi tersebut meliputi Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur; Dusun Kaliajeng dan Dusun Macanan, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan; Dusun Prampelan, Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan; Dusun Ngoho, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono; Dusun Tembelengan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pabelan; serta Dusun Legaran, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus.

Secara keseluruhan, sejak tahap pertama, penyaluran air bersih BTB BAZNAS Kabupaten Semarang telah menjangkau 7.532 kepala keluarga atau 25.405 jiwa dengan total 55 tangki air dan volume mencapai 484.000 liter.

Empat Dusun di Desa Tajuk Terdampak

Sri Rahayuningsih menjelaskan, Desa Tajuk memiliki 11 dusun. Pada musim kemarau kali ini, empat dusun mengalami krisis air bersih, yakni Kaliajeng, Macanan, Banaran, dan Ngroto.

Kondisi terparah terjadi di Dusun Kaliajeng. Warga di dusun tersebut telah mengalami krisis air bersih selama sekitar satu bulan.

Selama ini, kebutuhan air masyarakat dipenuhi melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang memanfaatkan mata air yang dialirkan secara gravitasi. Namun, selama musim kemarau, debit mata air menurun drastis hingga sekitar 75 persen. Sejumlah sumur warga juga mengering.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga terpaksa membeli air galon atau mengambil air dari dusun lain.

Pemerintah Desa Tajuk telah melakukan penyaluran air bersih ke empat dusun terdampak serta meminta bantuan kepada BPBD dan BAZNAS Kabupaten Semarang.

Menurut Sri, krisis air bersih serupa pernah terjadi pada musim kemarau 2023 dan 2024. Sebagai upaya menjaga ketersediaan sumber air, pemerintah desa juga rutin melakukan penanaman pohon di sekitar mata air di masing-masing dusun setiap tahun.

Penyaluran Berlanjut, Masyarakat Bisa Berdonasi

Hingga Sabtu, 24 Oktober 2026, penyaluran air bersih melalui program BTB BAZNAS Kabupaten Semarang tercatat mencapai 55 tangki dengan total volume 484.000 liter. Bantuan tersebut telah menjangkau 7.532 kepala keluarga atau 25.405 jiwa di berbagai wilayah yang mengalami kesulitan air bersih.

BAZNAS Kabupaten Semarang mengajak masyarakat untuk turut membantu warga terdampak kekeringan melalui donasi program sedekah air bersih. Partisipasi masyarakat diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan bagi warga yang masih kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.

Donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi BAZNAS Kabupaten Semarang:

Bank Syariah Indonesia (BSI)
Nomor rekening: 5555077787
Atas nama: BAZNAS KAB. SEMARANG QQ BENCANA

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Semarang.

Lihat Daftar Rekening →