Kader Penggerak Zakat Semarang Paparkan Rencana Tindak Lanjut Fundraising
19/08/2026 | Penulis: Humas BAZNAS Kabupaten Semarang
Seminar hasil praktik fundraising kader zakat BAZNAS Kabupaten Semarang, Selasa 18 Agustus 2026
UNGARAN, BAZNAS — Peserta Bimbingan Teknis Kader Penggerak Zakat Kabupaten Semarang memaparkan rencana tindak lanjut (RTL) fundraising setelah menjalani praktik penghimpunan zakat selama hampir sebulan.
Mereka membawa sejumlah gagasan, dari gerakan infak subuh berbasis QRIS hingga kampanye zakat melalui media sosial.
Pemaparan itu berlangsung dalam Seminar Laporan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Fundraising Zakat di Aula Kantor BAZNAS Kabupaten Semarang, Selasa, 18 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut praktik fundraising yang berlangsung pada 13 Juli hingga 8 Agustus 2026.
Program Bimtek Kader Penggerak Zakat itu merupakan kerja sama Balai Diklat Keagamaan Semarang, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, dan BAZNAS Kabupaten Semarang.
Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang Khadziq Faisol mengatakan praktik lapangan menjadi bagian penting untuk menguji kemampuan kader setelah mendapatkan pembekalan dalam bimtek.
“Fundraising sekarang tidak bisa hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Kader harus mampu membaca potensi di wilayahnya, membangun pendekatan dengan masyarakat, dan memanfaatkan teknologi digital agar zakat dan infak lebih mudah dihimpun,” kata Khadziq.
Seminar tersebut diikuti peserta yang terbagi dalam enam kelompok atau zona. Masing-masing kelompok memaparkan hasil praktik sekaligus rencana tindak lanjut fundraising berdasarkan potensi dan karakter masyarakat di wilayah dampingan.
Dalam seminar itu, setiap kelompok memaparkan strategi yang disusun berdasarkan karakter wilayah dan calon muzaki yang mereka bidik.
Kelompok Zona 6, yang terdiri atas kader dari Bandungan dan Sumowono, mengusulkan optimalisasi gerakan “Ayo Infak Subuh” berbasis digital dengan menggunakan QRIS.
Gerakan tersebut akan diperkuat melalui kampanye media sosial bertajuk “Infak Kecil, Dampak Besar”.
Mereka juga merancang kartu Infak Subuh di lingkungan KUA dan mengajak UPZ kecamatan terlibat dalam penghimpunan.
Kelompok yang mencakup Banyubiru, Jambu, dan Ambarawa memilih pendekatan ganda. Secara luring, kader akan melakukan pemetaan secara humanis dengan menyasar pelaku UMKM dan pedagang komoditas.
Target penghimpunan mereka sebesar Rp500 ribu per kader setiap bulan.
Untuk jalur digital, kelompok tersebut menyiapkan konsep infak tematik yang menyasar masyarakat umum dengan target penghimpunan yang sama. Mereka juga merancang ekosistem zakat digital melalui penyebaran stiker QRIS di ruang pertemuan, kantor, dan lokasi UMKM.
Kampanye akan diperkuat melalui WhatsApp, tautan media digital, serta landing page UPZ.
Sementara kelompok yang terdiri atas wilayah Ungaran Barat, Ungaran Timur, dan Bringin menyasar generasi muda melalui program “Gen Z Care”.
Program tersebut menggunakan Instagram, TikTok, Facebook, WhatsApp Business, QRIS, tautan donasi, dan landing page. Sasaran yang dituju antara lain karyawan muda, ASN, guru bersertifikasi, pekerja digital, freelancer, kreator konten, pendiri startup, profesional muda, serta peserta bimbingan perkawinan di KUA.
Target penghimpunannya Rp300 ribu per bulan untuk periode Agustus 2026 hingga Juli 2027.
Kelompok tersebut juga menyusun program “Koin Manfaat”, berupa kampanye sedekah melalui Z-Mart, kotak koin kembalian, dan program “Jumat Berkah”. Program ini menargetkan penghimpunan Rp100 ribu.
Khadziq mengatakan penilaian terhadap peserta tidak hanya didasarkan pada jumlah dana yang berhasil dihimpun. Kemampuan menyusun strategi dan membangun ekosistem zakat di wilayah masing-masing juga menjadi bagian penting dari proses tersebut.
“Yang kami nilai bukan hanya berapa dana yang terkumpul, tetapi bagaimana kader membangun ekosistem zakat di wilayahnya. Karena tujuan akhirnya adalah membangun kesadaran masyarakat untuk berzakat dan berinfak secara berkelanjutan,” ujar Khadziq.
Pemaparan RTL tersebut sekaligus menjadi tahap evaluasi setelah peserta menjalani praktik fundraising. Para peserta diuji oleh pimpinan BAZNAS Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, M. Mufid, dan M. Anas Hadi.
Penilaian peserta mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hasil penilaian menjadi bagian dari evaluasi program sekaligus dasar bagi peserta untuk menjalankan rencana tindak lanjut di wilayah masing-masing.
Melalui RTL tersebut, kader tidak hanya diminta kembali dengan target penghimpunan. Mereka juga harus menentukan calon muzaki, membangun jejaring dengan UPZ, memilih pendekatan yang sesuai, serta memanfaatkan kanal digital untuk memperluas penghimpunan zakat dan infak.(*)
Berita Lainnya
15 Mustahik di Bringin Mendapat Modal Beternak Kelinci dari Dana Zakat
BAZNAS Kabupaten Semarang Mulai Cetak 40 Kader Penggerak Zakat Profesional
Perdana, BAZNAS Kabupaten Semarang Kelola Dam Haji Jamaah dan Salurkan ke 1.183 Warga
BAZNAS Kabupaten Semarang Salurkan 50 Bingkisan bagi Anak Yatim pada Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H
UPZ OPD Bantu Pentarasufan Zakat Ramadan Rp105,5 Juta, Sasar 275 Mustahik
BAZNAS RI Ingatkan Kewajiban Zakat, BAZNAS Kabupaten Semarang Disorot Soal Optimalisasi
BAZNAS Kabupaten Semarang Targetkan 100 Peserta Program DAM 2026
BAZNAS-LPAI Bidik Anak Rentan dengan Dana ZIS
Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga, 40 Mustahik Dilatih Keterampilan Pijat Refleksi
“Ukhuwah Rabbitiyah”: Membangun Ekosistem Peternak Kelinci Menjadi Berdaya
BAZNAS Semarang Salurkan Insentif “Kurban Berkah” Rp71,5 Juta kepada 28 UPZ
BAZNAS Gelontorkan Rp388,2 Juta untuk 51 Warung Rakyat, Bidik Mustahik Naik Kelas Menjadi Muzaki
BAZNAS Kabupaten Semarang Gelar Halaqoh Dai dan Kiai, Perkuat Literasi Zakat
Dorong Pemberdayaan UMKM, BAZNAS Kabupaten Semarang Gelar Ngabuburit Fest 2026
Pekerja Informal dan Anak Yatim Terima Santunan Ramadan dari Baznas Kabupaten Semarang

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Semarang.
Lihat Daftar Rekening →